Jumat, 03 Mei 2024

Cara Penerapan Pendidikan Karakter Sederhana Manfaatnya Luar Biasa

Saat ini penerapan pendidikan karakter, nilai etika dan budaya, khususnya pada generasi muda mulai mengalami pergeseran. Pergeseran itu mulai terlihat dari hal sederhana yang seharusnya sudah terbiasa dilakukan di rumah atau lingkungan keluarga, seperti sikap tidak sopan, mengucapkan kata kasar, sampai permasalahan yang lebih besar seperti maraknya pergaulan bebas, bebasnya akses tayangan pornografi, kekerasan sampai kerusuhan yang berujung pada tindakan anarkis.

Sulitkah Menerapkan Pendidikan Karakter?

Kenapa pergeseran itu bisa terjadi? Apakah karena sesulit itu menerapkan pendidikan karakter di jaman serba modern seperti sekarang ini?

Kita bisa lihat sendiri di berbagai tayangan berita yang memperlihatkan kondisi bagaimana hilangnya pendidikan karakter para generasi muda khususnya para peserta didik di sekolah, yang sangat memprihatinkan baik secara emosional, tindakan, maupun perilaku sosial mereka.

Sering kita lihat di media massa baik surat kabar maupun televisi, kabar tentang pelajar yang saat ditegur oleh guru karena melakukan kesalahan, mereka malah cenderung melawan kepada gurunya dengan tindakan-tindakan yang kurang pantas.

Mirisnya saya dan suami mengalami langsung kejadian seperti itu. Ketika anak didik berbuat tidak sopan, kami kasih peringatan dan teguran, eh anaknya malah melawan, mengatakan yang tidak-tidak bikin sakit hati pokoknya. Sangat tidak mencerminkan karakter seorang anak didik.

Kami ibarat dilempari kotoran di wajah. Sehari-hari kami tanamkan pendidikan karakter namun sedikit pun tidak ada bekasnya. Yang ada seolah memberikan fakta kalau kami ini tenaga pendidik yang gagal. Tak mampu mengantarkan anak menjadi pribadi yang santun dan berakhlak.

Bukan hanya itu, bahkan ada yang karena tidak memiliki pendidikan karakter berupa etika, berani melakukan kekerasan fisik kepada gurunya. Padahal masalahnya hanya sederhana, mendapatkan teguran saat melakukan kesalahan. Dan masih banyak lagi bentuk tindakan anarkis yang dilakukan lainnya.

Mungkin karena adanya pergeseran nilai etika dan budaya inilah penyebab generasi muda di zaman sekarang melupakan pendidikan karakter jadi mereka kehilangan jati dirinya?

Kebanyakan dari mereka melupakan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan orang tua dan nenek moyang kepada dirinya sejak kecil dalam kehidupan sehari-hari oleh orang tua.

Tidak mudah memang menerapkan pendidikan karakter terhadap anak jaman sekarang. Namun juga bukan berarti tidak mungkin. Meskipun kecanggihan teknologi bisa melunturkan nilai tradisi budaya namun tidak bisa menggeser peradaban berupa karakter baik manusia berupa akhlak yang mulia.

Bagaimana Cara Menerapkan Pendidikan Karakter?

Bagaimana Cara Menerapkan Pendidikan Karakter?

Bagi orang tua atau guru, menjadi kewajiban untuk mendidik anak dengan pendidikan karakter sejak dini. Meski ada yang mudah diterima anak, ada juga yang harus menyiapkan stok kesabaran melimpah untuk menerapkannya.

Beberapa cara menerapkan pendidikan karakter supaya dapat diterima anak sepanjang masa:

Tanaman Pendidikan Karakter dengan Memberikan Contoh yang Baik

Ketika anak kita didik untuk selalu bersikap sopan santun, maka jadilah orang tua atau guru yang selalu berucap dan berperilaku sopan serta santun kepada semua orang.

Berbuat sopan dan santun tidak hanya kepada orang yang lebih tua saja tetapi juga kepada yang lebih muda.

Menyelipkan Pesan Moral di Setiap Obrolan

Saat berkumpul bersama anggota keluarga, atau sesi santai bersama antara guru dan murid, selipkan pesan-pesan kebaikan yang kita sesuaikan dengan pemahaman orang dijadikan lawan bicara.

Bicara dengan anak usia SD, ceritakan bagaimana uniknya anak seusia mereka di Jepang yang selalu membungkukkan badan saat mengucapkan terima kasih.

Bicara dengan remaja menuju dewasa, bisa terangkan bagaimana sikap Rasulullah dahulu menghadapi orang yang justru menghina dan mencaci maki Beliau.

Dan masih banyak lagi pesan moral pendidikan karakter lainnya yang bisa kita sampaikan tanpa hard selling menggurui mereka.

Memberikan Penghargaan dan Apresiasi Saat Menerapkan Pendidikan Karakter

Memberikan Penghargaan dan Apresiasi Saat Menerapkan Pendidikan Karakter

Jangan sungkan untuk memberikan pujian kepada anak yang ketika masuk rumah lebih dahulu mengucapkan salam.

Beri apresiasi kepada anak yang selalu mengucap kata maaf bila tak sengaja melakukan kesalahan, sambil diajarkan untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi.

Mengajarkan Sikap Jujur dan Terbuka

Jika sejak dini dibiasakan untuk bersikap apa adanya, tidak berbohong dan melebih-lebihkan sesuatu maka anak akan berani untuk berbuat jujur meski berada dalam tekanan.

Terapkan Pendidikan Karakter Secara Bertahap

Mengajarkan pendidikan karakter bisa dimulai dari hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah seperti mengajarkan sikap sopan santun melalui budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun)

Pendidikan Karakter Sederhana Manfaatnya Luar Biasa

Untuk lebih jelasnya mengenai pendidikan karakter sederhana yang manfaatnya luar biasa dapat kita uraikan satu per satu satu dari budaya 5S yang terdiri dari:

Senyum

Sering kita dengar senyum itu ibadah. Saat seseorang tersenyum berarti dalam keadaan bahagia, maka secara tidak langsung senyumannya sudah menyebarkan kebahagiaan dan aura positif kepada orang lain.

Selain ucapan doa alangkah lebih baiknya sebelum melakukan kegiatan kita awali dengan senyuman. Senyuman yang tulus menjadikan hubungan masing-masing individu menjadi lebih menyenangkan.

Pendidikan karakter senyum sudah seharusnya diterapkan sejak kecil di rumah oleh orang tua kepada anaknya.

Salam

Ucapan salam sebagai pernyataan hormat, selamat, sejahtera, damai dan atau tentram adalah bagian dari pendidikan karakter berupa pengharapan yang sangat baik. Yang digunakan untuk mengkomunikasikan rasa hormat kita atas kehadiran orang lain, sebagai bentuk rasa perhatian kita kepada orang tersebut.

Dengan mengucapkan salam diharapkan kekakuan dapat tercairkan. Salam bukan hanya berjabat tangan saja, namun juga termasuk mengucapkan salam menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Ucapan salam juga akan mempererat persaudaraan.

Sapa

Sapa secara sederhana memiliki makna kata-kata untuk menegur. Maka, tegur sapa yang dilakukan dengan ramah yang kita ucapkan, membuat suasana menjadi akrab dan hangat.

Masih ingat ketika bekerja di luar negeri, setiap ada tamu datang, majikan mengharuskan semua orang yang ada di rumah termasuk saya wajib menyapa kepada tamu yang datang. Walau sekadar berkata “Hai...!”

Pendidikan karakter dari menyapa ini, saat kita menyapa seseorang, maka berarti kita menunjukkan perhatian, respons, dan simpati kita terhadap orang.

Sehingga akan muncul rasa dihargai bagi orang yang sedang kita sapa. Hal itu, akan menjadikan kepercayaan diri orang yang kita sapa tadi semakin meningkat.

Sopan

Sopan adalah rasa hormat, takzim, dan tertib menurut adab yang kita lakukan kepada orang.

Sopan saat berbicara, sopan saat berjalan di depan orang, atau ketika ngobrol dengan orang lain, bisa terlihat dari intonasi suara, bahkan gesture tubuh.

Bukan hanya itu, sopan dalam berpakaian juga merupakan hal yang penting dan masih bagian dari pendidikan karakter.

Seseorang yang berkarakter dan memiliki etika dipastikan mampu berlaku sopan baik ucapan maupun perbuatan dimana pun dan kapan pun.

Santun

Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, santun memiliki pengertian sangat sopan, lemah lembut berbudi bahasa, penuh rasa belas kasihan, suka menolong, berakhlak mulia.

Santun juga bisa diartikan bagaimana kita mampu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan sendiri.

Tingkah laku yang halus, rasa belas kasih, dan suka menolong merupakan hal yang timbul karena terbiasa bertingkah santun kepada orang lain.

5S senyum, sapa, salam, sopan dan santun sebagai bagian dari pendidikan karakter

Kesimpulan

Penerapan nilai-nilai pendidikan karakter berupa 5S senyum, sapa, salam, sopan dan santun tersebut cukup sederhana tapi dampaknya sangat bermanfaat bukan?

Lima “S” tersebut diharapkan menjadi budaya yang menjadi fondasi pendidikan karakter. Kebiasaan yang jika diterapkan secara konsisten menjadi karakter baik bagi anak yang mampu menumbuhkan nilai-nilai kebaikan sepanjang hidupnya.

Tentu semua orang mau anaknya berakhlak mulia, bukan? Untuk itu yuk, kita intip lagi artikel Siapa yang Bertanggung Jawab Terhadap Pendidikan Karakter ini supaya makin paham ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar