Tips menentukan pilihan kuliah yang benar dengan mengenali minat dan bakat anak sejak dini
Bagaimana perasaanmu ketika anak yang diharapkan bisa memiliki prestasi yang membanggakan dan kelak memiliki profesi yang cemerlang macam dokter, pilot, atau profesi bergengsi lainnya, anak mengatakan kalau ia ingin jadi ulama saja.
Maaf, ini bukan berarti menganggap ulama adalah profesi yang tidak bergengsi atau tidak cemerlang. Bukan ke sana konteksnya ya. Hanya sebagai orang tua di jaman sekarang pastinya ingin anak berprestasi dan memiliki sesuatu yang bisa bikin bangga, bukan? Sekali lagi, bukan berarti menjadi ulama tidak membanggakan... Aduh, saya jadi bingung deh menjelaskannya.
Hanya di masyarakat tempat tinggal saya, yang basicnya mayoritas penduduk muslim dengan latar pesantren dan sekolahnya baik formal maupun informal banyak yang bernaung kepada departemen agama RI (Islam), untuk menjadi ulama, alias seorang ustadz atau kiyai, dianggapnya tidak memerlukan pengorbanan khusus. Secara lulusan Madrasah Aliyah (sederajat SLTA) saja, sudah bisa kok menjadi ulama, bahkan jika dibarengi dengan mondok di pesantren salafiyah, sesuai dengan ilmu yang dimilikinya, itu udah bisa mendirikan dan menjadi pemimpin pesantren.
Jadi maksud membanggakan dan tidaknya antara ulama dan profesi lainnya itu, ini spesifik berdasarkan pandangan warga di sekitar tempat tinggal saya ya. Semoga tidak jadi salah paham dan bahan perdebatan.
Jadi di kampung saya ini, saking banyaknya lulusan pesantren, seolah jadi ulama itu bukan sebuah cita-cita yang tinggi. Ibaratnya cukup mondok gelar gelar ustadz/ustadzah udah bisa dimiliki. Beda dengan anak yang mau jadi pengacara, dokter atau lainnya, mereka kan setidaknya harus "pinter", masuk universitas dan mengambil jurusan yang sesuai.
Oke, kembali ke artikel. Sebagai orang tua dari anak semata wayang tentu saja saya tidak ingin gegabah dalam mendidik dan mendampingi anak. Saya dan suami sepakat akan membebaskan anak memilih kelak ia bercita-cita jadi apa sesuai minat dan kemampuannya. Tapi, bukan berarti akan melepasnya begitu saja. Termasuk ketika anak kami mengatakan, jika kelak ia ingin jadi seorang ulama/kiyai/ustadz.
Apalagi keinginan anak ini benar-benar di luar dugaan saya dan suami. Jujur, suami sebagai guru matematika, dan saya yang menyukai dunia literasi, paling tidak berharap kelak anak bisa jadi guru atau dosen. Lah kok melenceng maunya jadi ustadz? (Sekali lagi, bukan mau memandang sebelah mata para ustadz lho ya... Maaf)
Untuk itu, sejak dini, saya dan suami siap mendampingi dan mengarahkan ke mana anak harus mengambil jurusan dan sekolah yang bisa mendukung sepenuhnya keinginannya itu. Jika serius ingin jadi ulama, jadilah ulama yang memiliki nilai lebih.
Makanya cukup tercengang ketika anak mengatakan tidak mau jadi dokter, tidak mau jadi tentara atau polisi dan bilang dengan entengnya mau jadi ulama saja. Disaat anak lain ingin jadi gamers profesional, ingin jadi konten kreator yang penghasilannya jut-jutan sampai milmilyaran. Lalu kami bisa apa?
Benarkah keinginan anak kami itu bisa dipertanggungjawabkan? Seriuskah dengan pilihannya ini? Lalu apa yang harus kami lakukan?
Webinar Pencerahan: Apa dan Mengapa Bisa Salah Pilih Jurusan?
Tidak ingin kejadian salah pilih jurusan seperti yang sering dikeluhkan para mahasiswa yang masuk perkuliahan demi memuaskan ambisi pihak tertentu, ketika dapat informasi ada acara webinar “Jangan Salah Pilih Jurusan!” Kenali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini dengan narasumber Novitania (dosen dan conten creator) pada Sabtu 14 Oktober 2023 lalu maka saya pun dengan gercep cari info untuk ikut acaranya.

Yah, sudah bukan rahasia lagi kalau jaman seangkatan saya dan ibu narasumber itu, banyak yang merasa salah ambil jurusan baik itu karena situasi dan kondisi, maupun karena permintaan atau ambisi orang tua. Ujungnya tidak hanya kekecewaan, kelelahan yang dialami, juga profesi kedepannya yang akan dipilih yang bisa mengakibatkan tersandung kendala juga.
Apa akibatnya bila anak salah memilih jurusan?
Jika anak salah memilih jurusan, maka anak akan kehilangan minat dengan materi yang diajarkan. Akibatnya anak akan merasa malas, baik itu saat masuk kelas, mengerjakan tugas, maupun segala keperluan kuliah lainnya. Itu akan membuat kuliah makin terasa berat.
Jangan sampai kejadian timbul kekecewaan baik di pihak orang tua, maupun anak gara-gara salah ambil jurusan. Karena itu saya tertarik mengikuti webinar melalui zoom yang diselenggarakan oleh Sinotif ini. Terlebih menghadapi kenyataan keinginan anak yang ingin jadi ulama, dimana menurut lingkungan saya, itu cukup beda dari yang lain...
Rasanya plong ketika selesai mengikuti acara webinar. Makin menyadari betapa pentingnya dukungan orang tua dalam mengejar minat bakat anak, karena setelah mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Sinotif dengan topik "Jangan Salah Pilih Jurusan! Kenali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini" ini saya dan suami mulai melihat sesungguhnya betapa berharga dukungan kita sebagai orang tua dalam menentukan jalur pendidikan buah hati. Jadi apapun kelak pilihannya itu.
Novitania, ibu dari dua orang anak yang berprofesi sebagai dosen sekaligus pembicara dalam webinar, membeberkan pandangannya tentang tren mahasiswa yang salah pilih jurusan. Menurutnya, kejadian itu sebenarnya tidak akan terjadi jika siswa, atau calon mahasiswa memiliki empat kemampuan dasar.
Empat kemampuan dasar ini diantaranya:
- Literasi
- Problem solving
- Digitalisasi
- Publik speaking
Dengan kemampuan dasar empat hal itu, disertai adanya kemudahan akses informasi melalui internet dan media sosial, siapa saja kini dapat mencari dan bertanya kepada mereka yang telah menjalani jurusan tertentu, untuk mendapatkan pandangan tentang jurusan serta kegiatan kampus, dan mengetahui mata kuliah yang akan mereka hadapi. Jadi kejadian salah jurusan bisa diminimalisir.
Jika dulu pilihan pada universitas terbatas, kini mahasiswa memiliki lebih banyak opsi, sehingga tren salah pilih jurusan dengan sendirinya bisa menurun. Banyaknya pilihan itu memberikan kesempatan bagi siapapun untuk bisa lebih fokus pada jurusan yang sesuai dengan minat dan karir yang diinginkan secara spesifik.
Kunci Utama Menemukan Jalur Karir yang Sesuai Melalui Tes Minat dan Bakat
Dukungan orang tua bukan hanya dengan memberi izin untuk mengikuti jurusan yang diinginkan. Orang tua juga dapat memasukkan anak ke lembaga-lembaga kursus sesuai dengan minat dan bakat sang buah hati.
Jika anak mengalami kekurangan di bidang tertentu, orang tua dapat mendorong anak untuk mengikuti kursus yang dapat meningkatkan keterampilannya dalam bidang yang kurang itu. Ini bisa menjadi solusi bagi anak yang memiliki potensi besar di bidang tertentu namun memerlukan bimbingan tambahan.
Adanya bantuan tes minat dan bakat dari Sinotif juga turut berkontribusi. Anak dan orang tua dapat memiliki gambaran mengenai bakat dan minat, sehingga dapat membuat keputusan lebih baik.
Tes bakat dan minat bisa dilakukan sejak usia dini, sehingga bisa memberikan pandangan yang lebih jelas tentang kecenderungan anak.
Tes minat dan bakat sangat penting karena membantu anak menentukan arah hidupnya dan memilih jurusan kuliah yang sesuai.
Dengan demikian memungkinkan juga bagi orang tua untuk memberikan dukungan yang lebih baik sesuai dengan minat bakat anaknya, sehingga salah pilih jurusan kemungkinan jadi lebih sangat kecil.
Kapan tes ini bisa dilakukan? Bisa dilakukan mulai usia anak 5 tahun. Dengan mengetahui minat anak di bidang tertentu, dukungan orang tua lebih mudah dan dapat memberikan stimulus yang sesuai, membantu anak mengembangkan kognitif, psikomotorik, dan emosional mereka.
Namun, perlu diingat bahwa minat bakat anak dapat berubah seiring waktu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengalaman baru, teman-teman baru, atau informasi baru yang diperoleh melalui internet.
Jadi orang tua dapat melakukan tes minat dan bakat kembali jika anak sudah memasuki masa remaja dan menuju dewasa bila dianggap perlu. Melakukan tes berkali-kali memungkinkan untuk terus mendukung anak dalam perkembangan mereka hingga dewasa.

Dukungan Orang Tua dan Sinotif dalam Meningkatkan Skill Minat Bakat Anak
Orang tua yang memiliki anak dengan minat di bidang eksakta, seperti matematika, fisika, dan kimia bisa menjadikan Sinotif sebagai salah satu solusi, lho!
Sinotif adalah lembaga bimbingan belajar online yang fokus pada mata pelajaran matematika, fisika dan kimia.
Didirikan pada 25 Maret 2000, Sinotif telah mengalami transformasi menjadi lembaga bimbingan belajar online "live dan interaktif" dan telah membimbing lebih dari tiga puluh ribu siswa dari seluruh Indonesia.
Dengan metode belajar online live interaktif, Sinotif menyajikan pengalaman belajar yang memberikan nuansa tatap muka. Program-program yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan dan target masing-masing siswa.
Sinotif sangat memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dalam belajar. Oleh karena itu menawarkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa. Sistem demikian memberikan ketenangan kepada orang tua dan memungkinkan anak bisa lebih fokus pada aktivitas mereka.
Didirikan oleh Bapak Hindra Gunawan dan Bapak Anthonyus Kuswanto, Sinotif memiliki visi menjadi perusahaan pendidikan terbaik di dunia yang terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi di bidang pendidikan.
Misi Sinotif membangun dan mengembangkan generasi muda yang berkualitas, mandiri, dan mampu bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif melalui inovasi di bidang pendidikan yang berkelanjutan.
Dengan tim yang bersemangat dan fokus, Sinotif menyajikan layanan premium dengan nuansa online rasa tatap muka. Ini memungkinkan setiap anak di Indonesia untuk merasakan pengalaman belajar yang berkualitas dan bisa memilih jurusan kuliah yang sesuai.
Dalam perjalanan panjang mencari jurusan, tes minat dan bakat, dan dukungan dari orang tua dapat menjadi penentu keberhasilan. Penting bagi orang tua untuk tidak hanya memberi izin atau membatasi pilihan anak, tetapi juga untuk mendukung mereka melalui proses eksplorasi. Pilihan jurusan yang tepat bukan hanya menjaga masa depan akademis, tetapi juga melibatkan kebahagiaan dan pemenuhan diri.
Tes minat dan bakat dapat menjadi petunjuk, dan Sinotif adalah salah satu alat yang dapat membantu anak mengembangkan potensi mereka di bidang eksakta.
Mendukung anak sejak dini, memberikan stimulus yang sesuai, dan memberikan layanan bimbingan belajar yang terfokus dapat menjadi kunci kesuksesan anak dalam mengejar impian mereka.
Anak saya lemah dalam pelajaran eksakta bukan berarti gak harus memperdalam ilmu itu karena yih cita-citanya juga jadi ustadz. Heloo, tahukah untuk bisa diterima di pondok modern yang selama ini kami incar, justru diberlakukan testing masuk tidak hanya tentang ilmu agama, tapi juga ada test matematika dan bahasanya juga.
Nah, jadi jelas ya apapun cita-citanya mempelajari ilmu dasar itu memang keharusan. Saat anak memiliki kelemahan, disinilah Sinotif berperan untuk lebih meringankan beban anak dengan mendampingi pembelajaran anak hingga anak senang, paham dan dapat melalui testing dengan baik.
Jadi, dalam memilih jurusan saat sekolah maupun kuliah memang harus disiapkan sejak dini. Orang tua dan Sinotif bisa bersama-sama membantu buah hati menemukan jalan menuju keberhasilan.
Karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda, dan sebagai orang tua, memiliki peran penting dalam membimbing mereka melewati kebingungannya.
Bagaimana cara menentukan jurusan yang tepat untuk kuliah?
Selain mengenali minat dan bakat ribaddi anak, lakukan juga riset tentang jurusan yang diinginkan. Bisa dibarengi mengikuti tes bakat dan minat yang diselenggarakan oleh Sinotif. Konsultasi juga dengan pihak yang berpengalaman. Sambil jalan pertimbangkan juga akan potensi karir di masa depan, gaji, kepuasan kerja, peluang pengembangan karir, potensi pertumbuhan industri dan lingkungan, disertai selalu mengevaluasi diri akan kelebihan serta kelemahan.

Sekarang saya dan suami tidak merasa minder lagi dengan cita-cita anak yang menginginkan menjadi seorang ulama atau ustadz. Yang kami lakukan ialah mengarahkan anak kemana ia bisa melanjutkan sekolah.
Termasuk saat mengetahui masuk pondok yang diinginkan anak ternyata harus melalui testing ilmu eksakta juga (sementara anak kami kami lemah dalam pelajaran eksakta) maka belajar lebih privat di Sinotif juga kami jadikan sebagai salah satu bentuk ikhtiar demi mewujudkan harapan dan cita-cita anak.
Tes minat dan bakat dari Sinotif yang disampaikan narasumber Ibu Novitania, bukan hanya alat pemetaan, tapi juga dukungan terbaik orang tua untuk memahami keinginan anak. Karena sejak dini justru orang tua dapat memberikan stimulus yang sesuai dan bisa membimbing anak menuju keputusan jurusan kuliah yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar