Selasa, 17 Oktober 2023

3 Prestasi Siti Atikoh Mendukung Pola Asuh Karakter Baik Anak

“Anaknya kan udah besar, gak mau nambah lagi?”

“Pantas manja, kalau belum punya adik, emang suka gitu...”

“Kalau anak cuma satu, ntar udah tua ditinggal anak kesepian, lho!”

Masih banyak lagi komentar mereka terkait setua ini saya hanya memiliki satu orang anak laki-laki usia 10 tahun-- yang semuanya itu saya tanggapi dengan senyum saja.

Urusan anak kan hak prerogatif Tuhan. Mau minta banyak kalau dikasih satu, mau bagaimana? Yang menggunakan kontrasepsi saja kalau saatnya kebobolan ya jadi anak juga.

Kalau saya ladeni mereka, bisa sakit sendiri. Sementara keuntungan dan kerugian toh gak ngaruh ke kondisi kita, bukan? Jadi buat apa ditanggapi?

Yang penting nih biar anak cuma semata wayang, sebagai orang tua bisa mendidik dan menjaganya sebagai amanah Tuhan. Anak itu tergantung didikannya. Anak manja sekalipun kalau di tangan orang tua yang tepat, ia akan punya etika, berakhlak baik dan menjadikan kekaguman bagi yang lain.

Saya jadi ingat berita viral akhir-akhir ini di kalangan para Nyai/Ning (sebutan atau gelar bagi keturunan kyai bagi perempuan, istri dan putri pengasuh pondok pesantren) dimana salah satu sosok tersebut yaitu Siti Atikoh Supriyanti yang berhasil mencuri perhatian sebagian banyak para Nyai dan Ning karena pola pengasuhan yang diterapkannya kepada putra semata wayangnya memunculkan banyak kekaguman.

Btw sudah tahu kan siapa Siti Atikoh itu? Beliau adalah istri gubernur Jawa Tengah periode 2013-2023, Ganjar Pranowo. Pasangan yang melangsungkan pernikahan pada tahun 1999 ini dikaruniai seorang putra bernama Muhammad Zinedine Alam Ganjar.

Nah, yang bikin dikagumi itu, adalah pola pengasuhan Siti Atikoh terhadap putra semata wayangnya Alam Ganjar itu. Siti Atikoh dinilai berhasil mendidik Alam menjadi anak yang pandai menjaga akhlak.

Siapa tidak kagum terhadap sosok ibu dari Alam Ganjar, ketika Siti Atikoh melarang sopir membukakan pintu untuk anaknya, termasuk tidak diperbolehkan membawakan barang pribadi anaknya. Mungkin bagi sebagian orang itu hal kecil tapi itu justru inspiratif sekali. Patut dicontoh untuk membiasakan anak bisa hidup mandiri dan menghargai orang yang lebih tua.

Pola asuh Siti Atikoh terhadap Alam tidak biasa. Apalagi bagi keluarga yang menjadi tokoh publik di mana kemewahan bisa dengan mudah didapat.

Tidak heran banyak orang tua meniru pola pengasuhan yang dilakukan Siti Atikoh dengan harapan anak sendiri bisa menjadi seperti Alam Ganjar yang tumbuh dengan baik, sosok sederhana dan apa adanya.

Karenan banyak para ibu yang mengagumi putra Siti Atikoh tersebut, saya juga jadi kepo ingin tahu bagaimana cara mendidik sehingga menjadi seperti yang kita lihat, anaknya pintar dan akhlaknya sangat dijaga.

Begitulah sosok Siti Atikoh Supriyani atau kerap disapa dengan panggilan Atikoh yang lahir 52 tahun silam, tepatnya pada tanggal 25 November 1971 di Purbalingga, Jawa Tengah.

Ternyata selain mendampingi suami, saat bertugas, Siti Atikoh juga memiliki peran lainnya.

Selama mendampingi suaminya menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah, Siti Atikoh memiliki banyak prestasi dalam memajukan provinsi yang beribukota Semarang itu. Siti Atikoh sering terlihat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada perempuan di Jateng.

Berikut tiga prestasi gemilang yang telah diraih oleh Siti Atikoh sosok simbol juang Kartini masa kini

Prestasi Siti Atikoh Dalam Memajukan Kesejahteraan di Jawa Tengah

1. Menurunkan Angka Stunting

PKK Jawa Tengah berperan aktif dalam melakukan pendampingan dan pembinaan keluarga serta ibu-ibu di wilayahnya.

Upaya itu berhasil menurunkan angka stunting hingga mencapai 11,9 persen pada tahun 2022, menurut perhitungan elektronik - Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM).

Program "Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng" yang digagas Siti Atikoh bertujuan menjaga kesejahteraan ibu dan bayi serta mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta mengatasi masalah stunting.

2. Mencegah Perkawinan Dini

Siti Atikoh dan PKK Jateng mengimplementasikan program Jo Kawin Bocah. Program ini bertujuan mencegah perkawinan dini yang masih kerap terjadi di Jawa Tengah.

3. Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Bullying

Siti Atikoh menerima penghargaan sebagai Bunda Forum Anak Jawa Tengah oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam melindungi anak-anak di Jawa Tengah melalui program "Jogo Konco”

Program Aplikasi Jogo Konco, atau Jaga Anak dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jateng dan TP PKK Jateng dalam upaya melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.

Siti Atikoh Supriyanti

Itulah sosok Siti Atikoh yang terus menjalankan perannya sebagai istri dan seorang ibu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak.

Beliau tidak hanya memiliki program atau teori tetapi sekaligus mengimplementasikan langsung terhadap anak dan keluarganya sendiri.

Jadi mau anak satu atau berapa pun, yang penting sebagai orang tua, kita harus bisa mendidik dan menjaganya sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang dengan memiliki karakter baik dan hidup sesuai dengan ajaran kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar