Bersilaturahmi dan bisa ngobrol di sosial media dengan beberapa teman dunia maya tanpa brief itu sungguh sangat menyenangkan.
Gara-gara muncul notifikasi Tahun 2017 di beranda saya, yang menginformasikan postingan ini:
Selamat pagi...
Semangat kerja menjemput rezeki.
Emak berdaster kaya saya cukup gogoleran saja sepanjang hari. Hihihi...
Karena tidak suka kopi, teh susu pun jadi. Mari...
Saya dan beberapa teman jadi terlibat interaksi terkait minuman dan kebiasaan.
Sebelumnya saya memang gak bisa minum kopi. Majikan saya waktu kerja di luar negeri sampai heran, katanya biasanya pekerja dari Indonesia itu suka banget sama kopi. Sarapan, siang sampai malam pun kadang masih nyeduh kopi. Kok saya tidak?
Kalau begitu lebih hemat nih, gak perlu belanja kopi, cukup masak air putih aja gitu ya, kelakarnya...
Memang dibandingkan minum susu, teh atau minuman lainnya, saat itu saya lebih banyak konsumsi air putih. Meski sekarang nih, setelah ada white kopi, saya sudah mulai bisa menikmati, mencicipi kopi, tepatnya. Meski minum kopi atau tidak, begadang mah tetap saja. Mungkin karena udah biasa kali ya...
Saya tetap konsumsi air putih meski tampak tidak keren. Meski di negara tempat saya bekerja saat itu ada minuman khas yang sangat lalu dan difavoritkan, buble milk tea. Minuman boba macam sekarang ini.
Btw soal minum air putih (yang tampak tidak keren ini) sebaiknya manteman jangan sampai menyepelekannya lho. Saya punya rekaman percakapan sesama blogger di group ISB, nih. Yang kebetulan bahasannya terkait pengalaman beberapa blogger seputar minum air putih dan saat mengabaikannya.
Jadi obrolan di wag ISB ini pada saat Sharing Sesion setiap hari Selasa. Saat itu berkisah pengalaman nyata para blogger. Seperti Kak Punto Wicaksono yang memiliki riwayat penyakit batu empedu, sebelum ia jadi blogger. Diperkirakan sekitar tahun 2015.
Karena sakitnya itu Kak Punto harus nginep di rumah sakit sampai 3 bulan lamanya. Alhamdulillah Kak Punto sembuh, setelah akhirnya melakukan operasi angkat empedu.
Kenapa Kak Punto sampai bisa harus kehilangan empedu dari badannya? Menurut pengakuannya, karena jarang minum air putih!
Jreng! jreng!

Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya kalau kita kekurangan asupan cairan, khususnya air putih ini.
Beruntung alat medis dan kesehatan di Rumah Sakit Karyadi Semarang tempat Kak Punto berobat super lengkap (bahkan konon se Asia Tenggara!)
Pengakuan Kak Punto, secara syariat jika tidak didukung peralatan canggih itu plus team medis yang mumpuni, mungkin ia sudah almarhum. Karena ada opsi laparaskopi daripada opsi operasi full open yg hatus gambling dengan persentase 50/50.
Wah, tarik nafas ya kita mendengar ceritanya itu...
Dan sejak itu, Kak Punto giat minum air putih, apalagi di badannya sekarang kan udah gak ada saringan racun dari empedu lagi. Semoga sehat selalu ya Kak Punto.
Masih ada lagi pengalaman dari blogger lain, yang menceritakan anak tetangganya yang masih SD, kena diabetes. Berbulan-bulan dirawat di rumah sakit. Sekarang belum sembuh total. Kata mamanya karena dia gak mau minum air putih. Habis makan malah minum minuman kemasan yang dijual di warung, yang diyakini mengandung pemanis dan pewarna buatan.
“Ini kayak sepupu saya baru usia 20 tahun meninggal karena diabetes. Pola makan jajan seblak, pikset, minuman dingin, minuman kemasan dll terus gak pernah aktivitas fisik,” timpa blogger lainnya yang memiliki nomor ponsel +62 857-xxxx-3732
Yang lebih mencengangkan pengakuan jujur dari blogger +62 81x-61xx-x23 ia pernah operasi karena batu ginjal. Dulu ia memang jarang minum air putih. Minumnya kalau siap makan atau sudah haus banget. Minum yang manis-manis sebenarnya ia juga gak begitu doyan. Sekarang ia di meja kantornya menyediakan botol minum 1 liter. Biasanya sampai sore habis 1,5 liter.
Diakuinya memang repot ke kamar mandi terus. Tapi kapok kena batu ginjal, yang menyiksa banget, jadinya memilih minum air putih dengan takaran itu sebagai pengobatan alaminya.

Dari obrolan yang dishare di wag ISB itu seharusnya kita semakin waspada ya, jangan sampai berlebihan konsumsi makan atau minum minuman kemasan manis. Dari pengalaman teman-teman itu semoga kita semua bisa belajar.
Bahwasanya minum minuman sachet yang dijual bebas itu harus kita waspadai.
Terkait makanan dan minuman sachet, jangan lupa untuk perhatikan komposisi di kemasan. Ada keterangan tidak dikonsumsi anak di bawah 5 tahun, ibu hamil dan menyusui.
Tulisan ke-4 three day on post dari Founder Komunitas ISB, Ani Berta, dengan tema "Diari/catatan lama, dan share manfaat yang bisa diambil"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar