Minggu, 02 Juli 2023

Asal Usul Istilah Orsel alias Korsel, Sebutan Hiburan Pasar Malam di Sunda

Sejak kecil setiap ada hiburan pasar malam di lapangan desa, sudah terbiasa menyebutnya dengan istilah “Korsel” (bukan Korea Selatan pastinya ya).

Pokoknya kalau mau main ke pasar malam, tidak anak tidak orang tua, mereka akan bilang mau main ke korsel...

Padahal semakin saya besar, semakin berpikir, dan sadar di pasar malam itu sendiri tidak ada tulisan atau yang memiliki nama korsel. Jadi istilah korsel ini dari mana asalnya?

Setelah punya anak, giliran saya yang harus menjelaskan pertanyaan anak. Kenapa pasar malam di Sunda disebut korsel? Jangan sampai saya menjadi narasumber yang salah kaprah untuk anak saya. Karena itu saya selalu mencari informasi terkait asal usul nama korsel ini.

Bianglala di korsel Pagelaran Juli 2023

1 Juli 2023 kemarin, di lapangan Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran Cianjur resmi dibuka korsel alias pasar malam sebagai wahana hiburan masyarakat setempat. Informasi yang didapat, korsel ini akan berlangsung selama sebulan, hingga awal bulan Agustus nanti.

Semua anak-anak bahkan para orang tua sangat antusias dengan hiburan masyarakat ini. Maklumlah, sejak adanya pandemi covid-19, hingga sekarang ini hiburan seperti korsel ini baru hadir lagi. Bertepatan pula waktunya dengan liburan Iduladha, plus libur panjang kenaikan kelas di sekolah.

Ditambah lokasi lapangan desa Pagelaran yang sangat strategis, bisa mudah dijangkau dari desa lainnya seperti Buniwangi, Bunijaya, Padamaju, Kertaraharja dan Sindangkerta, bahkan dari kecamatan tetangga seperti Tanggeung dan Pasirkuda. Tidak heran jika pengunjung tumplek di lapangan desa Pagelaran ini.

Saat malam Minggu malam pembukaan itu tukang parkir di Desa Pagelaran saja dikatakan mendapatkan uang dari sepeda motor dan mobil pengunjung sampai jutaan rupiah! Belum yang parkir ilegal alias nyelip di sana sini asal aman tapi gratis. Membuktikan kalau pengunjung korsel kali ini memang cukup banyak.

Tidak semua warga mampu keluarin duit ratusan ribu buat menikmati wahana menantang dan mengasyikan kaya di Dufan, atau Jungle Land. Tidak semua berkesempatan main ke Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang sangat fenomenal dan modern itu, apalagi buat orang kampung yang jaraknya ratusan kilometer ke ibukota. Pilihan penduduk Cianjur Selatan salah satunya ya wahana korsel dan pasar malamnya ini saja sebagai hiburannya. Anggap aja ini PRP, Pekan Raya Pagelaran, hahaha...

Cuaca juga sangat mendukung. Sebelum solat Iduladha di wilayah Pagelaran memang ada mendung tapi tidak turun hujan. Hari Jumatnya malah cerah lagi dan Sabtu pas pembukaan pameran sekaligus pasar malam ini cuaca kembali cerah, seolah merestui kegembiraan masyarakat yang begitu antusias menikmati hiburan untuk cuci mata ala ala.

Seperti wahana korsel pada umumnya, di sana kita dapat menikmati berbagai wahana permainan yang bisa diikuti oleh anak maupun dewasa. Berbagai penjual pun turut meramaikan mulai dari kuliner, pakaian, perabot rumah tangga, peralatan sekolah, hingga game yang berhadiah sangat menggiurkan.

Semua rela antri untuk bisa naik wahana permainan bianglala, goyang ombak, kora-kora, komidi putar, dan permainan lainnya ini jauh lebih seru dan jauh lebih memacu adrenaline dibandingkan di Dufan, secara di Dufan keamanan sudah standar internasional, sementara di korsel ini, ya tahu sendiri lah ... Meski besi dan sarana semua permainan dicat baru, tidak tampak berkarat, namun rasa was-was itu tidak bisa hilang begitu saja, bukan? Apalagi operator dan petugas wahana disini masih banyak yang anak-anak.

Game keberuntungan di korsel Pagelaran Cianjur. Menggiurkan tapi jarang menang

Setiap wahana bisa dinikmati dengan harga karcis sepuluh ribu per orang. Anak dewasa, harga sama.

Alhamdulillah listrik di Pagelaran sekarang tidak sering mati. Jadi suasana pesta rakyat ini kesannya semakin meriah saja. Meski di korsel kali ini tidak ada rumah hantu dan tong setan. Konon dua wahana itu yang bisa dibilang cukup menakutkan dan menegangkan.

Hiburan dan refreshing sudah jadi kebutuhan primer untuk mengobati kepala yang cenat cenut sehari-hari akibat perjuangan keras dalam mencari nafkah, menghadapi permasalahan keluarga dan kejenuhan hidup lainnya. Mendatangi korsel alias pasar malam, saya akui bisa melupakan semua permasalahan itu walau hanya sejenak.

Permainan tak kalah menarik adalah game-game semacam mesin capit yang mempertaruhkan keberuntungan. Seperti jika berhasil memecahkan tujuh balon, akan mendapatkan boneka beruang super besar.

Karcis Korsel Pagelaran. Entah berapa nominal harga aslinya

Dua hari pasar malam berlangsung belum ada yang berhasil memenangkan hadiah itu. Padahal harga untuk tujuh kali kesempatan memecah balon itu sepuluh ribu rupiah. Terbayang dong keuntungan sang bandar sebesar apa.

Meski sifatnya untung-untungan, tapi antusias para pengunjung tidak sedikit. Kebanyakan yang mencoba dan penasaran adalah remaja hingga bapak-bapak.

Adanya korsel alias pasar malam ini juga mendongkrak usaha masyarakat setempat. Banyak tetangga yang kecipratan rezeki berjualan makanan, minuman, buah-buahan hingga pakaian dan peralatan lainnya. Alhamdulillah rezekinya mereka.

Selama di korsel anak saya tidak bosan jajan sosis, popcorn, dan minuman es berperasa. Padahal saya sangat mengkhawatirkannya secara kita tahu pewarna dan pemanis buatan itu dampaknya sangat rentan untuk kesehatan. Apalagi di Pagelaran ini masih jarang ada dokter spesialis anak. Kalau sampai anak sakit kan repot juga.

Salut dengan orang tua yang sangat memperhatikan kesehatan anak dengan selalu menyiapkan bekal sehat untuk mereka. Bukan berarti tidak boleh jajan, hanya dibatasi dan tetap mengutamakan makanan sehat dari rumah.

https://www.instagram.com/reel/CuOJLmyr3ZL/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Jadi kembali kepada pertanyaan di awal, kenapa pasar malam disebut “Orsel” atau “Korsel” oleh orang Sunda?

Ternyata jawabannya cukup sederhana, karena pasar malam di Jawa Barat umumnya ada carousel atau komidi putar. Kata korsel sendiri merupakan Sundanisasi dari kata carousel atau komidi putar.

So, sekarang saya sendiri bisa menjelaskan dengan mudah kepada anak kenapa di tempat kami ini pasar malam disebut korsel... Ternyata hanya karena bahasa lidah ya yang jadi alasannya.

Komidi putar (bahasa Inggris: merry-go-round) atau disebut juga korsel (bahasa Inggris: carousel)

Korsel alias pasar malam Juli 2023 di Pagelaran Cianjur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar