Selasa, 13 Juni 2023

Gaung Kusta Bersama Babinsa dan PKK Tegal

Manteman, tahu kan penyakit kusta atau biasa juga disebut lepra?

Ituloh, penyakit infeksi kronis terutama menyebabkan lesi kulit dan kerusakan saraf, tapi jangan salah, penyakit ini dapat disembuhkan.

Kusta di Indonesia

Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini terutama memengaruhi kulit, mata hidung dan saraf perifer.

Sebenarnya penyakit kusta ini langka. Di Indonesia sendiri ada kurang dari 15 ribu kasus per tahun. Dan kalaupun ada, penyakit kusta dapat ditangani oleh tenaga medis profesional.

Tapi, ada informasi jika kasus baru kusta di Indonesia mengalami stagnasi selama 10 tahun terakhir dengan jumlah mencapai 18.000 kasus. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kasus kusta tertinggi ketiga di dunia. Duh, sangat disayangkan ya ... Apalagi kusta ini salah satu penyakit yang bisa menimbulkan disabilitas alias kecacatan.

Pada tahun 2017, angka disabilitas akibat kusta masih mencapai 6,6 orang per 1.000.000 penduduk. Padahal pemerintah punya target angka disabilitas kusta kurang dari 1 orang per 1.000.000 penduduk.

Hal itu menunjukkan masih adanya masalah dalam penanganan kusta di Indonesia. Salah satunya terkait sosialisasi apa itu kusta dan apa dampaknya bila penyakit ini terlambat ditangani. Selain itu, kusta termasuk penyakit mudah menular bila tidak segera ditangani. Sebagaimana kita tahu kalau kusta ini bisa menular melalui percikan di udara, melalui uap air udara pernapasan saat batuk atau bersin.

Host Rizal Wijaya Radio KBR

Roadshow Leprosy NLR Indonesia di Tegal

Apa sih NLR Indonesia itu?

NLR singkatan dari Netherland Leprosy Relief adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang didirikan di Belanda pada 1967 untuk menanggulangi kusta dan konsekuensinya di seluruh dunia dengan menggunakan pendekatan tiga zero, yaitu zero transmission (nihil penularan), zero disability (nihil disabilitas) dan zero exclusion (nihil eksklusi).

Saat ini organisasi NLR beroperasi di Mozambique, India, Nepal, Brazil dan Indonesia.

Di Indonesia, NLR mulai bekerja di tahun 1975. Pada 2018, NLR bertransformasi menjadi entitas nasional dengan maksud untuk membuat  organisasi menjadi lebih efektif dan efisien menuju Indonesia bebas dari kusta. Sama seperti aliansi NLR Internasional, NLR Indonesia memiliki slogan: Hingga kita bebas dari kusta.

Nah, NLR Indonesia baru saja melakukan kegiatan Roadshow Leprosy di Cirebon, Slawi dan Tegal yang melibatkan Babinsa dan PKK. Tujuannya untuk membuka ruang berbagai informasi dan meningkatkan kesadaran kepada jaringan dan masyarakat umum tentang kusta.

Seperti apa respons pihak-pihak yang terlibat dalam roadshow tersebut? Saya nyimak di Acara Ruang Publik Radio KBR yang diselenggarakan pada Rabu, 14 Mei 2023 pukul 09.00-10.00 wib dengan menghadirkan narasumber dari Kodim Tegal dan Perwakilan PKK Kabupaten Tegal.

Gaung Kusta Bersama Babinsa dan PKK Tegal

Bincang santai namun penuh informasi yang bermanfaat terkait kusta, penanganan dan pengobatannya dibuka oleh host Rizal Wijaya dari Radio Berita KBR Jakarta. Hadir sebagai pembicara ada Kapten Inf Shokib Setiadi, Pasiter Kodim 0712/Tegal dan Elly Novita, S.KM, MM, wakil ketua Pokja 4, TP PKK Kabupaten Tegal.

Kapten Inf. Shokib Setiadi

Melalui obrolan yang disampaikan kedua pembicara tersebut bisa diketahui antusias masyarakat Tegal khususnya, sangat tinggi dalam sosialisasi Leprosy ini. Melalui banyak kegiatan dan aktivitas, seperti kegiatan senam kesegaran jasmani, posyandu, dan kegiatan masyarakat lain, pihak Babinsa (adalah akronim dari "Bintara Pembina Desa", yang merupakan kesatuan prajurit TNI yang bertugas sebagai perwakilan militer di wilayah desa atau kelurahan) dan PKK (singkatan dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia) Kabupaten Tegal terus menyampaikan informasi dan sosialisasi mengenai pencegahan dan penyembuhan kusta.

Mengetahui seantusias itu masyarakat Tegal terkait edukasi dan sosialisasi kusta ini, Ibu Elly selaku penggerak PKK di Kabupaten Tegal menginisiasi untuk lebih memperluas jaringan dalam upaya memberikan sosialisasi sehingga informasi terkait kusta ini bisa sampai ke masyarakat lebih luas.

PKK Kabupaten Tegal yakin acara sosialisasi ini akan berjalan sukses terlebih jika PKK digandeng pihak lain sehingga sosialisasi bisa dilakukan lebih maksimal.

Tidak mudah memang menghadapi para ibu-ibu yang juga bisa dibilang lebih mudah termakan isu berita bohong alias hoax. Namun Ibu Elly tidak menyerah begitu saja. Beliau dan jajarannya terus melakukan berbagai upaya, seperti:

  • Semangat menghilangkan stigma tentang kusta
  • Bersama menepis berita hoax

Elly Novita dari PKK Kabupaten Tegal

Stigma tentang kusta di Kabupaten Tegal memang masih tinggi. Kesan penyakit kusta berbau negatif melekat sangat kuat. Jangankan pandangan masyarakat secara umum, orang penderita kusta nya saja menolak untuk membuka diri, karena merasa malu, merasa diri hina dan berdosa karena stigma jika kusta ini menurut mereka adalah penyakit kutukan dan turunan. Padahal jelas stigma itu tidak benar. Kusta bukan penyakit kutukan dan bukan penyakit turunan.

Menyiasati hal itu, Babinsa dan PKK Tegal bekerja sama dalam menjalankan Roadshow Leprosy ini dengan berbagai pihak seperti dinas pendidikan, dinas kesehatan dan aparat desa serta kecamatan, termasuk komunitas dan tokoh agama serta tokoh masyarakat yang mana perkataan serta ucapannya banyak dipatuhi oleh masyarakat setempat.

Semoga target Indonesia nol penyakit kusta bisa tercapai dengan banyaknya kegiatan dan sosialisasi yang dilakukan dengan sasaran masyarakat paling bawah ini ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar