Minggu, 18 Desember 2022

Bahaya Ruam Popok dan Cara Mencegahnya Sesuai Anjuran Dokter

Akhir pekan yang cukup menegangkan ketika adik menelepon mengabarkan jika si bungsunya, sakit. Tak lama disusul pesan dari ibu, mengajak saya menengok mereka, berkunjung ke rumahnya.

Rek kumaha teu ceurik, atuh! Babak kitu geuning budak teh...”¹ Ibuku mengambil alih Lutfi, keponakanku yang saat itu berusia dua tahun tiga bulan. Sudah sejak kemarin anak yang lahir bertepatan dengan Hari Gizi Nasional Indonesia itu menangis terus. Adik ipar saya, sang bundanya sudah mengaku kewalahan. Hingga ibu mengajak saya datang untuk menengoknya.

Ketika dipangku neneknya, Lutfi sempat anteng. Tapi tidak lama kemudian, ia menangis lagi. Ibu mungkin merasa ada yang salah dengan cucunya itu langsung memeriksa seluruh tubuh bocah gembul itu dengan teliti. Hingga ibu mengatakan pantas anaknya rewel, secara ia memiliki babak di sekitar selangkangannya. Babak (Bahasa Sunda) istilah kami di kampung yang artinya ruam popok.

Bahayanya babak...

Benar saja, kulit Lutfi di sekitar pantatnya kemerahan meradang. Seandainya orang dewasa pasti akan ngomong kesakitan. Ini jatuhnya ke anak bayi, gak bisa mengungkapkan perasaan sakitnya kecuali dengan menangis. Rewel kan jadinya.

Jangan sepelekan bahaya ruam popok, karena jika anak tidak nyaman, ia bisa rewel, makan dan tidur tidak maksimal, bisa-bisa tumbuh kembang anak jadi terganggu. Saat anak kena ruam popok yang cukup dalam, apalagi tampak bruntus dan bernanah jangan tunda, harus ke dokter supaya bisa konsultasi ke ahlinya.

“Ganti dulu popoknya. Kalau perlu biarkan saja dulu jangan pakai popok. Biarkan longgar dan angin-anginkan dulu itu babaknya. Nanti-nanti jangan asal beli popok ya, jangan beli popok yang bikin anak tidak nyaman begini...” petuah ibu langsung keluar. Panjang dan lama. Saya dan adik ipar hanya diam mendengarkan sambil saling melirik. Mengerti satu sama lain, kalau kanjeng ratu lagi ngomel gitu, sebaiknya jangan dibantah.

Jadi ingat pengalaman anak saya sendiri, Fahmi. Dulu pun ia sempat kena ruam popok. Memang benar kata ibu, jika babak alias ruam popok pada anak bayi bisa terjadi karena kondisi popok yang tidak cocok. Meski ada juga penyebab lain seperti anak memiliki alergi kulit, tidak cocok makanan dan sebagainya.

Dulu saya pun sempat khawatir melihat kulit anak kemerahan kemungkinan terasa perih. Namun banyak informasi yang saya dapat cukup menenangkan jika ruam popok alias diaper rash ini lumrah dialami setiap bayi Meski orang tua atau penjaganya ketat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Ibarat digigit serangga, ruam popok yang terindikasi ringan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari saja. Dengan perawatan tepat, kulit bayi yang kemerahan itu akan kembali normal.

Tapi tentu saja kita tidak bisa membiarkan setiap anak menangis dan kesakitan karena ruam popok, meski gejalanya seringan apapun. Tetap saja anak sehat paling utama. Bukankah setiap orang tua ingin yang terbaik untuk buah hatinya?

Jika masih khawatir terhadap kondisi anak yang mulai tidak nyaman dengan popoknya, kita bisa tanya dokter gratis. Apalagi sekarang banyak aplikasi penyedia jasa konsultasi ibu dan anak. Kita pun bisa konsultasi dokter gratis dari rumah saja.

Jika sudah kejadian seperti Fahmi putra saya dulu, kaget ketika memeriksa lebih detail mendapati bercak merah pada kulit anak. Harus diperhatikan jika ruam popok yang berjamur sering kali lebih parah ketika muncul di lipatan selangkangan bayi. Dan itu tentu saja cukup bahaya jika dibiarkan terlalu lama.

Jika muncul jenis ruam popok jamur apalagi muncul bintik bernanah, sebaiknya segera periksa dan konsultasi ke dokter. Nanti tenaga kesehatan akan memberikan resep anti ruam popok jamur. Tidak lupa selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok untuk mencegah penyebaran jamur.

Berbagi Tips dan Rahasia Ruam Popok

Masalah ruam popok bisa dialami putra putri siapa pun, termasuk bayi para artis. Hal itu saya ketahui ketika melihat acara Berbagi Rahasia Ruam Popok Bersama Dokter, yang dipersembahkan oleh MAKUKU 12.12 Live Shopping di platform TikTok.

Senang ketika MAKUKU sebagai brand yang senantiasa memberikan edukasi bagi para Ibu di Indonesia, berupaya memperluas edukasi mengenai ruam popok dengan mengadakan MAKUKU 12.12 Live Shopping.

MAKUKU Indonesia memberikan edukasi tentang produk terbaik bukan hanya soal harga, tapi juga kualitas dan kebutuhan. Makuku bersama orang tua mengajak memberikan yang terbaik untuk anak dengan kualitas produk terbaik dalam setiap aspek perawatan keluarga.

MAKUKU 12.12 Live Shopping tangga 12 Desember 2022 lalu pukul 13.00-15.00 WIB. Menghadirkan tiga orang ibu sekaligus publik figur yaitu, Nikita Willy, Chelsea Olivia, dan Jessica Iskandar dalam topik perbincangan “Rahasia Super Moms Atasi Drama Ruam Popok”.

Chelsea Olivia, public figure sekaligus ibu dari dua orang anak memiliki pengalaman terkait ruam popok. Menurutnya, konsultasi paling tepat untuk permasalahan ruam popok adalah dengan dokter sebagai ahlinya.

Mengganti popok secara berkala merupakan bentuk perawatan yang tepat untuk mengatasi risiko ruam popok bayi. Selain itu, pemilihan popok dengan daya serap yang tinggi juga tidak kalah pentingnya. Sama pentingnya dengan perawatan bayi, menurut Chelsea Olivia edukasi bagi para Ibu juga penting terutama untuk kesehatan bayi.

Sebagai seorang Ibu, Chelsea Olivia juga sangat bersemangat mendengarkan cerita pengalaman dari Ibu lain. Sebagaimana ia juga senang bisa membagikan pengalamannya secara pribadi sebagai seorang Ibu dalam MAKUKU Live Shopping di TikTok.

Kita juga bisa melihat bagaimana Nikita Willy, seorang public figure dan ibu satu anak, yang sudah memilih menggunakan MAKUKU diapers sejak buah hatinya lahir. Sebagai seorang ibu baru, wajar jika tidak menginginkan ada masalah ruam popok pada si kecil. Memilih untuk mengantisipasinya sejak dini adalah pilihan tepat. Nikita Willy memilih popok yang cocok untuk kulit sensitif bayi.

“Dengan MAKUKU, drama ruam popok yang dialami oleh para Ibu dapat lebih mudah diatasi. Tidak hanya menyerap cairan lebih banyak, teknologi SAP dari MAKUKU menjadikan MAKUKU sebagai popok anti gumpal dan anti bocor.” Demikian disampaikan Nikita Willy.

Tak jauh beda dengan pengalaman Jessica Iskandar, public figure dan ibu dua anak ini juga mengungkapkan bagaimana rahasia ia mengatasi Ruampopok.

“Tips yang paling ampuh untuk mencegah risiko ruam popok dari saya sebenarnya adalah memastikan untuk selalu cek popok si kecil. Jika sudah penuh, harus segera diganti. Ketika ibu selalu memastikan popok si kecil dalam keadaan kering, tentu lebih nyaman juga untuknya. Tips selanjutnya adalah memilih popok dengan daya serap yang tinggi seperti MAKUKU. Kedua tips ini yang membuat anak kedua saya tidak pernah mengalami ruam popok.” Demikian diungkapkan Jedar, bagaimana rahasia buah hatinya terhindar dari ruam popok.

Apa dan Bagaimana Ruam Popok?

Semakin jelas jika sebagian besar bayi itu pernah mengalami ruam popok setidaknya sekali dalam masa tumbuh kembangnya. Banyak ibu yang sudah mengalami memberikan pengalamannya jika salah satu cara mengatasi ruam popok adalah dengan memperhatikan penggunaan popok sekali pakai. Jangan sembarangan menggunakan popok, tapi setidaknya pilih yang anti iritasi.

Selanjutnya tentu saja kita juga harus mencari tahu lebih banyak lagi tentang apa yang menyebabkan anak kita kena ruam popok, apa gejala yang dialaminya, dan yang terpenting bagaimana kita selaku orang tua atau orang terdekat anak bisa mengobati ruam popok yang dialami anak ini secepat mungkin dan mencegahnya terulang kembali. Hal itu penting supaya jadi informasi yang bermanfaat untuk para orang tua dan bahkan calon orang tua.

Diaper rash atau ruam popok atau masyarakat di kampung saya menyebutkannya dengan istilah babak adalah iritasi dan peradangan kulit bayi akibat penggunaan popok. Jadi biasanya gangguan kulit ini terjadi di sekitar pantat, selangkangan dan perut bayi.

Kenapa popok bisa menyebabkan kulit kemerahan? Bisa saja kulit anak memang sensitif, pemakaian atau ukuran popok terlalu ketat, lalu kontak dengan air kencing atau kotoran dalam waktu cukup lama karena tidak segera mengganti popoknya. Padahal kita tahu sendiri air seni dan tinja banyak sekali kumannya, yakan?

Dr. S.T. Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, dokter spesialis anak pada suatu acara menjelaskan, “Pada umumnya, bayi perlu mengganti popok setiap 3-4 jam sekali. Hal ini untuk menghindari kontak yang terlalu lama dengan urin dan feses yang dapat meningkatkan pH basa pada kulit. Namun, bayi sering merasa tidak nyaman ketika popok yang digunakan terasa penuh dan bocor sebelum waktu mengganti popok. Kondisi ini menyebabkan bayi lebih mudah rewel dan terbangun. Ketika bayi mengalami gangguan saat tidur, maka Ibu juga otomatis akan mengalami hal yang sama karena harus kembali menidurkan bayi.”

Nah, adanya sentuhan kulit dengan kotoran itu bisa menjadikan kulit bayi merah, iritasi, dan bahkan ada yang bersisik. Tidak usah khawatir jika segera ditangani dengan baik, kalau perawatannya tepat, biasanya akan kemerahan pada kulit bayi itu akan hilang dalam tiga atau empat hari saja.

Tapi jika iritasi dan kemerahan pada kulit bayi ini tidak juga kunjung membaik, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih serius.

Banyak pepatah bilang lebih baik menjaga daripada mengobati. Jangan sampai anak kita kena iritasi kulit dan menyebabkan anak kesakitan lalu menjadi rewel. Kalau anak rewel, ya imbasnya juga kena kepada orang tua dan orang terdekatnya. Sulit tidur dan kurang istirahat jadi masalah yang sering dialami kaum ibu jika anak rewel. Antisipasinya yuk kita coba lindungi mereka dengan hal sederhana seperti rajin mengganti popoknya.

Pikirkan juga untuk memilih popok yang benar-benar melindungi kulit bayi seperti popok yang memiliki kelebihan anti iritasi. Saat ini banyak kok, popok sekali pakai yang sangat mengerti kebutuhan kita, seperti popok anti iritasi dari MAKUKU SAP Diapers Slim.

Menemukan fakta bayi sering rewel saat tidur karena ruam popok yang dideritanya,  MAKUKU diapers meningkatkan kapasitas daya tampung untuk MAKUKU SAP Diapers Slim untuk cegah popok bocor dan ruam popok.

Pengobatan dan Pencegahan Ruam Popok

Saat anak kena ruam popok, yang bisa kita lakukan sesegera mungkin adalah mulai rutin mengganti popok bayi secara teratur. Kelembaban dari popok yang kotor dapat dengan cepat menyebabkan ruam popok, karena air seni mengandung iritan, seperti halnya enzim pencernaan dalam tinja. Solusi sederhana mengganti popok sesegera mungkin setelah anak pipis atau BAB adalah cara terbaik untuk membersihkan atau mencegah ruam popok.

Selain melakukan hal di atas, perlu dipikirkan langkah selanjutnya untuk menggunakan popok anti iritasi, agar ruam bisa tercegah di awal. Ada banyak merek popok yang bisa dipilih, salah satunya adalah merek MAKUKU SAP Diapers Slim.

MAKUKU SAP Diapers Slim Rahasia Hindari Ruam Popok

Ruam popok dapat menyebabkan anak merasa tidak nyaman, karena itu keponakan saya beberapa hari ini jadi rewel. Berkaca pada pengalaman ini, kedepannya jika memiliki anak pastikan sejak dini memilih popok yang anti iritasi untuk terhindar dari ruam.

MAKUKU SAP Diapers memiliki 3 lapisan. Lapisan pertama: Lapisan permukaan non woven, menggunakan permukaan 3D. Keunikan desain benjolan, mempunyai sirkulasi popok yang baik, mengurangi kontak langsung dengan kulit bayi, secara efektif melindungi kulit bayi

Lapisan Kedua: Lapisan inti struktur SAP. Keunikan 5 lapisan inti struktur, meningkatkan penyebaran serta mengunci cairan. Menjaga pantat bayi tetap nyaman, lembut dan tipis di saat yang bersamaan.

Lapisan ketiga: Lapisan bawah anti bocor + kain non-woven. Memiliki keunikan sirkulasi udara yang baik serta lembut.

Percaya deh, MAKUKU SAP Diapers Slim sebagai pelopor popok dengan teknologi inti baru struktur SAP (Super Absorbent Polymer) memiliki banyak kelebihan dibandingkan popok lainnya.

Anti Gumpal Mengurangi Ruam Merah

Makuku SAP Diapers Slim saat ini sudah memakai inti struktur Super Absorbent Polymer beda dari popok bayi lain yang masih mengandung Pulp.

Jadi teknologi SAP yang dimiliki MAKUKU adalah bentuk polymer hidrophilik yang kemampuannya dalam menyerap cairan lebih baik dan maksimal. Amazing kan?

Sementara kandungan Pulp yang ada pada popok biasa lainnya, itu hanya kandungan hasil dari pemisahan serat yang terdapat pada serat kayu yang biasanya digunakan untuk membuat kertas. Jauh beda antara teknologi SAP dan Pulp ini sudah bisa terbayang, kan?

Inti struktur SAP pada MAKUKU tidak diragukan lagi karena memiliki keunggulan: Anti gumpal, ringan, popoknya tipis, penyerapan merata, tidak ada osmosis.

Beda dengan popok yang berbahan Pulp inti strukturnya bisa saja terbentuk karena pencampuran pulp, gampang menggumpal, popoknya tebal sehingga lebih berat, bisa dibedakan penyerapan air seni nya pun tidak merata.

MAKUKU SAP Diapers Slim mempunyai kemampuan penyerapan cairan yang sangat cepat, dengan bentuk struktur 3D dan tidak ada osmosis, sirkulasi udara menjadi lebih baik, sehingga anak pun semakin merasa nyaman.

 

Keunggulan MAKUKU SAP Diapers Slim:

  • Ukurannya jauh lebih tipis, hanya sekitar 1.6mm saja;
  • Anti gumpalan;
  • Bentuk popok menyerupai huruf U khusus untuk produk popok new born sehingga aman bagi pusar bayi;
  • Daya serap lebih banyak hingga 500 ML berkat teknologi terkini dari SAP yang dimilikinya.

MAKUKU SAP Diapers Slim memiliki teknologi tinggi dengan daya tampung lebih besar. Jika sebelumnya hanya mampu menampung 400ml kini naik jadi 500ml.

Sementara volume urine bayi sendiri sekitar 60 – 100 ml dalam sekali buang air kecil, sehingga bisa dibayangkan daya tampung MAKUKU SAP Diapers Slim ini memang sangat maksimal.

Melalui peningkatan kualitas ini, area penyerapan pada inti struktur MAKUKU SAP Diapers Slim meningkat sehingga bisa mengurangi kebocoran.

Intinya produk MAKUKU SAP Diapers Slim ini adalah upgrade terbaru dan termutakhir dari produk sebelumnya. Dengan segala kelebihannya itu, meyakinkan bagaimana teknologi SAP MAKUKU dapat membantu ibu-ibu di Indonesia mengatasi ruam popok.

Cara Mudah Mendapatkan MAKUKU SAP Diapers Slim

Untuk informasi dan pembelian semua jenis MAKUKU SAP Diapers Slim bisa langsung ke homepage MAKUKU Indonesia.

Seluruh varian MAKUKU SAP Diapers kini telah tersedia di e-commerce. Kita bisa belanja online dengan mengunjungi akun MAKUKU Indonesia Official di Lazada, Shopee, Tiktok Shop, dan Tokopedia.

MAKUKU SAP Diapers Slim juga bisa didapatkan secara offline dengan membelinya di toko perlengkapan bayi terdekat.

Saya beli MAKUKU SAP Diapers Slim secara online di Tokopedia dan Shopee untuk ukuran S dan M harga sekitar 98 ribuan setelah mendapatkan diskon.

Untuk update informasi terbaru kita bisa pantau akun media sosial @Makuku.Indonesia.official untuk Instagram dan @makukuindonesia.official di TikTok

Ruam Popok, Siapa Takut?

Begitu saya membesarkan hati adik ipar, manakala Lutfi kena ruam popok. Saya tahu bukan berarti ia tidak bisa menjaga kebersihan anak, melainkan kulit Lutfi memang tidak cocok dengan popok yang dikenakan sebelumnya.

Sesama ibu harus saling menguatkan. Tak hanya sekadar menurut terhadap mertua jika selanjutnya adik saya ini lebih rutin mengganti popok buah hatinya sekaligus beralih menggunakan popok yang bisa meminimalisir bayi kena ruam, MAKUKU SAP Diapers Slim.

Memilih popok dengan daya serap yang tinggi seperti MAKUKU SAP Diapers Slim memang pilihan ibu bijak supaya anak tidak mengalami ruam popok sehingga waktu istirahat anak tidak terganggu. Bukankah jika anak ceria, ibunya juga bahagia?

¹ “Bagaimana tidak nangis, anaknya kena ruam popok,nih!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar