Selasa, 12 April 2022

Cerita Blog yang kebetulan CMS nya WordPress

Setiap blogwalking di beberapa tempat sekaligus secara bersamaan, jika masuk ke blog dengan basic wordpress, selalu ada kendala muncul eror kode 403. Karena sering seperti itu banyak teman yang sama-sama mengeluhkan. Akhirnya ada solusi kalau tetap melanjutkan blogwalking nya yaitu dengan mengganti provider internet. Yang semula Menggunakan WiFi, coba matikan dan beralih dengan kuota di ponsel. Hasilnya? Iya berhasil!

Sejak itu, di sebuah komunitas atau group WhatsApp blogwalking selalu disarankan menggunakan tanda dengan WP untuk blog dengan basic wordpress dan BS untuk blog dengan basic blogspot saat setelah copy url blogpost yang akan diikutsertakan. Tujuannya, memudahkan peserta blogwalking untuk bisa menentukan mana dulu blog yang akan didahulukan, apakah yang WP atau BS. Konon katanya yang WP sering didahulukan mengantisipasi masalah eror 403 seperti yang saya sebut di awal.

Kenapa bisa ada kendala seperti itu ya? Saya sendiri terus terang tidak tahu menahu. Sampai ada teman yang bertanya, kenapa atuh saya malah memilih basic blog di wordpress? Lho, emang apa urusanya?

Mungkin bisa saja saya balik tanya, kenapa juga kalau pakai BP? Bukankah semua juga memiliki kelebihan dan kekurangan?

Jadi teringat awal mula saya memiliki blog dengan domain tehokti ini. Setelah blog di Multiply hangus karena kena gusur, saya lebih banyak nulis di Kompasiana.

Lalu sekitar tahun 2014 seorang teman ngeblog saat masih di Multiply menawarkan domain blog pribadi. Saya gak bertanya apa basicnya, pun bagaimana kelebihan dan kekurangannya, yang pasti karena merasa sungkan sama si bapak ini saya iyain aja. Dan memilih nama domain tetehokti, supaya sama dengan akun di Kompasiana.

Dua tahun kemudian setelah blog berjalan, saya banyak kenalan dengan blogger dan komunitasnya. Saya ketemu sama seorang  cantik ibu kota saat ambil hadiah ngeblog di Dunia Fantasi Ancol yang ternyata beliau ini jago banget dalam soal ngoprek blog. Ngobrol-ngobrol saya dan si blogger cantik inj merasa lebih nyaman untuk bercerita soal blog karena mungkin sesama perempuan jadi gak merasa canggung lagi.

Sampai jatuhlah keputusan saya untuk pindah jasa soal urusan blog ini yang awalnya dari si bapak, berpindah ke blogger cantik ini. Alhamdulillah lancar karena baik dengan si bapak maupun blogger cantik ini pada dasarnya sama-sama kenal (sesama blogger senior) dan kami terbuka soal kepindahan ini. Lebih ke kenyamanan saya aja.

Tahun 2016 blog tetehokti pindah hosting dan ganti domain menjadi tehokti, sampai sekarang. Selama perpindahan itu pun saya tidak pernah mengutarakan atau bertanya, kenapa harus wordpress, kenapa bukan blogspot? Sama sekali tidak kepikiran.

Hanya setiap cerita dengan teman, kalau ada yang broken link jika teman pengguna BP harus cek manual satu per satu, maka saya di WP tinggal klik centang ✅ maka semua udah diurus otomatis oleh plugin. Nah saya baru merasa kepikiran, inikah salah satu keuntungannya Menggunakan wordpress?

Pun ketika ada komentar teman saat blogwalking yang salah, jika pada blog pengguna BP harus bikin komentar ulang, karena tidak bisa diedit sementara di saya, bisa saya edit sesuai keinginan. Tidak perlu bikin komentar baru. Oke juga nih

Hemmm... Apakah cuma dua hal itu kelebihan dari CMS wordpress? Saya yakin masih banyak. Sebanyak kelebihan pada blogspot juga. Hanya disini saya tidak akan mempermasalahkan kelebihan atau kekurangan keduanya. Toh di awal juga saya udah bilang saat beli domain dan hosting saja saya tidak menanyakan itu, apalagi sekarang.

Saya menuliskan ini hanya sedikit mengenang saja, bagaimana saya memiliki domain tehokti yang kebetulan CMS nya emang wordpress dari awal, sampai sekarang.

Jika ada yang bertanya bagaimana pengalaman saya terkait penggunaan wordpress ini? Mungkin saya akan bilang sesuai kenyataan, jika yang bikin nyaman itu kita bisa disesuaikannya dengan plugin dan tema.

Konon kustomisasi yang mudah adalah salah satu alasan utama mengapa orang-orang menggunakan WordPress. Saya baca platform ini memiliki lebih dari 54.000 plugin di direktori resmi dan 11.000 tema di ThemeForest, belum termasuk developer lain.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar