Kamis, 14 April 2022

Blog: Dari Gaya-gayaan, Sarana Belajar Hingga Sumber Usaha

TKW punya blog? Istilahnya aja masih asing. Secara ketemu internet itu belum pernah (dikira internet itu manusia, kali) haha! Maklum, saat itu yang punya ponsel saja masih bisa dihitung jari.

Adalah si bekam (sekarang sudah berkeluarga dan tunggal di Tasikmalaya) yang saat itu sedang kerja di Hong Kong memperkenalkan rumah mayanya di platform Multiply. Lupa sih apa nama alamat blognya. Ada senja-senjanya gitu deh, namanya.

Ish! Saya pikir gaya kali. Saya langsung kunjungi blognya itu. Hem... Tulisannya kebanyakan fiksi. Semacam puisi. Kalau mau komentar, kudu punya akun dulu. Lah, saya akhirnya buat dong. Sempat mikir apa ya namanya, jadilah hidupuntukberkarya.multiply.com saat itu namanya. Hahaha ... bagaimana kesannya? Lucu? Atau terlalu kaku? Untung aja bukan pakai nama yang alay ya.

Saya pun mulai mengisi blog saya itu dengan tulisan ringan. Kegiatan di Taiwan, dan lainnya.

Saat itu para TKW emang sedang mabuk dunia internet, tapi kebanyakan dibuat untuk chating (mayoritas pacaran) dengan TKI yang ada di Korea dan Jepang. Sebagian dengan cowok asing seperti bule atau para lelaki dari Pakistan, India dll. Saya dan sebagian pekerja yang gabung di FLP yang lebih ke menggunakan internet untuk ngeblog selain chat dan kenalan.

Makin lama mengenal dunia Multiply (dan Friendster) makin banyak hal yang ingin saya pelajari. Tidak lupa gabung di group, sehingga bisa berkenalan (berguru dan belajar pada mereka) seperti Pak Amril Taufik Gobel, Mbak Katerina, Mbak Intan Suri, Teh Dewi (entah masih di Jerman apa udah di Indonesia) Mbak Ida Raihan, dan masih banyak lagi yang saya lupa... Tapi kalau masuk ke group Multiply di Facebook, mungkin bakalan nambah yang ingat ...

Awalnya tujuan punya blog ya cuma buat gaya-gayaan, tapi akhirnya jadi sarana belajar. Saya yang saat itu baru punya laptop masih banyak tidak tahu cara mengoperasikannya. Masih ingat saja belajar kepada Keluarga Dive, salah satu putrinya mengajarkan saya bagaimana cara mengcopy dan mempastekan sesuatu. Klik kanan, copy, tempatkan kursor di area yang diinginkan, lalu tekan dan pilih paste. Oalah... Sampai berembun ini mata saking senangnya bisa belajar. Padahal bagi mereka mungkin hal itu seperti sepele. Tapi bagi saya jangan ditanya manfaatnya, pokoknya jadi sebuah ilmu besar...

Hingga Multiply hangus dan semua blog ikut kena gusur, saya tidak punya blog lagi. Kebetulan saat itu muncul Kompasiana saya pun mulai menulis di sana. Kenalan dan teman semakin banyak. Berkat tulisan Indomie yang bikin heboh di Indonesia, saya bisa dikenal orang redaksi Kompas dan admin Kompasiana. Dapat hadiah notebook saat itu. Tulisan semakin giat dibuat karena selalu banyak lomba dan Alhamdulillah beberapa kali berkesempatan memenangkan ponsel, dan hadiah lainnya yang saat itu jelas bikin bangga.

Pulang kampung, saya bisa ketemuan langsung dengan para Kompasianer. Asik silaturahmi terus terjalin dan rezeki dari ngeblog semakin mengalir.

Akhirnya ditawari membuat blog sendiri dengan top level domain oleh teman blogger juga, saya terima. Awal domain menggunakan nama tetehokti.com lalu migrasi jadi tehokti.com hingga sekarang. Saat itu masih buat belajar dan tulisan curhat saja. Lagian emang belum jamannya serba digitalisasi seperti sekarang.

Semakin berkembang dunia digital, blog akhirnya dianggap sebagai media untuk iklan dan promosi. Alhasil dari kesempatan itu saya bisa mendapatkan fee. Jadilah ngeblog tidak hanya murni karena hobi atau pengisi waktu. Melainkan merambah jadi sumber penghasilan.

Terlebih setelah saya tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara pekerjaan rumah tangga juga tidak begitu menghabiskan waktu, maka menjadikan blog sebagai salah satu mata pencaharian mulai saya seriusi.

Memang hasilnya tidak sepasti gajian seorang karyawan. Tapi saat uang yang jadi prioritas maka perlakuan saya terhadap blog pun mulai berubah. Saya tidak asal-asalan lagi dalam membuat artikel. Saya ikuti dengan maksimal semua ketentuan supaya hasil bisa sesuai harapan. Intinya saya harus lebih serius kalau ingin hasilnya bagus.

Tercapai? Alhamdulillah iya. Tidak akan saya pungkiri, saya berhasil menambah biaya ibu saya berangkat umroh, berkat ngeblog. Saya bisa nyicil beli lahan di kampung, juga dari hasil ngeblog. Termasuk biaya kehidupan kami sehari-hari, di samping dari nafkah pemberian suami, saya bisa sedikit demi sedikit mendapatkan tambahan dari dunia blog.

Memang usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jika kita bekerja keras, insyaallah pengorbanan akan terbayar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar