Minggu, 10 April 2022

Bagaimana Cara Menangkal Cyberbullying?

Siapapun pengguna internet, khususnya para generasi muda perlu waspada dan berhati-hati terhadap aktivitas di dunia maya. Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi di dunia maya ini ialah perilaku perundungan siber atau cyberbullying.

Menjamurnya informasi yang disertai konten negatif dan hoaks jadi tantangan lain dalam dunia digital. Perlu literasi digital yang kuat dalam menangkal konten negatif dan informasi hoaks yang masih beredar.

Sebagai ibu rumah tangga tentu saja saya tidak ingin jika perilaku perundungan Siber ini terjadi kepada anak dan saudara atau kota sekalian. Jika ada waktu saya selalu antusias ikut webinar Sadar Hukum dan HAM yang selalu digelar pemerintah, dalam hal ini seperti Kementerian Informasi dan Informatika.

Bahasan Perundungan Siber dan Etika Siber sangat menarik saya dan ingin memiliki pengetahuan itu sehingga bisa menerapkannya pada diri sendiri, di keluarga maupun lingkungan terdekat dan semua netizen, sehingga ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan syukur-syukur bisa kembali diterapkan anak, keluarga, dan lingkungan terdekat.

Kebebasan berpendapat, berekspresi dan menyampaikan pikiran di muka umum bagian dari praktek demokrasi diatur dalam Konstitusi. Namun semua itu termasuk melalui platform digital memiliki konsekuensi perlunya mengikuti norma dan etika.

Pembatasan kebebasan berpendapat diatur berdasarkan hukum ini diperlukan dalam masyarakat demokratis untuk melindungi ketertiban, kesehatan publik, melindungi moral publik, keamanan nasional dan melindungi hak dan kebebasan orang lain.

Etika Dunia Siber setidaknya harus memiliki:

Responsibility

Berpikir dan bertanggung jawab terhadap konten yang diunggah.

Empathy

Berpikir dan berempati akan akibat konten yang diunggah terhadap perasaan orang lain.

Authenticity

Tetap otentik dan siap berjaga terhadap semua konten yang diunggah. Kritis mengevaluasi informasi atau konten

Discernment

Kearifan online yang diperoleh sebelum mengambil tindakan terhadapnya.

Integrity

Integritas melakukan hal yang benar, berani menyuarakan kebenaran, dan melawan perilaku negatif di dunia online. Yuk, bisa yuk kita sama-sama berbenah di sosial media. Kebersamaan dalam menjaga hubungan lebih dipentingkan. Sehingga tercipta masyarakat yang ramah, bersahabat, dan gemar gotong royong, saling jaga perasaan, toleransi yang tinggi, sopan santun dan penghargaan terhadap orang yang lebih tua ketika beradu pendapat.

Cara menghindari cyberbullying pada anak:

  • Adanya kontrol orang tua terhadap pemakaian internet anak
  • Memberitahukan apa yang boleh dan tidak dilakukan anak saat menggunakan media sosial
  • Batasi penggunaan gadget dan internet anak
  • Segera lapor jika ada kegiatan tidak biasa pada akun anak
  • Ganti password secara berkala
 

Pencegahan & Sikap Terhadap Cyberbullying:

  • Tanamkan sikap menghormati kepada orang lain
  • Saring sebelum sharing
  • Kirim hanya pesan-pesan baik dan mendidik
  • Edukasi anak etika di medsos sejak dini
  • Tidak merespon pesan dari pelaku
  • Jika aksi cyberbullying terus berlangsung segera lapor
 

Dalam menghadapi ulah netizen yang mengarah kepada perilaku perundungan siber banyak publik figur yang memilih cara  dengan menutup akses komunikasi dengan yang bersangkutan. Misalkan ada hater, memberi komentar tidak pantas, langsung ambil tindakan blokir akunnya saja. Selain kita tidak mendapatkan gangguannya lagi, komentarnya tidak akan memicu perpecahan bagi netizen lainnya.

Lalu jika sikap dan perbuatan hater sudah melewati batas baru ambil tindakan akhir dengan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Semoga informasi ini bermanfaat dan kita terhindar dari aksi perundungan dunia siber. Semakin kita sadar hukum dan HAM, semoga semakin bisa mengurangi aksi perundungan siber. Stop perundungan siber dengan melakukan hal etika siber terlebih dahulu.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar