Entah karena kami orang desa yang jadi tidak biasa, entah karena lidah kami beda dengan lidah orang pada umumnya, yang pasti setiap lebaran, sejak menikah sepuluh tahun terakhir ini, saya tidak pernah bikin kue kering khas lebaran favorit yang kata sebagian orang wajib ada seperti kue nastar, coklat cornflakes, lidah kucing, sagu keju, putri salju, kastengel, dll.
Alasan utamanya sih karena suami tidak suka dengan kue yang menurutnya giung gitu (istilah untuk eneg) apalagi setelah berpuasa katanya justru menurutnya cocoknya makanan yang segar seperti asinan, atau camilan lain yang garing asin atau gurih. Ditambah di rumah memang tidak memiliki peralatannya jadilah sepuluh tahun terakhir ini absen dari perkuehan icon lebaran.Berawal dari ketidaksukaan suami itu akhirnya tidak membuat, peralatan peninggalan mertua untuk membuat kue yang lengkap itu pun lama-lama karatan, hancur dan rusak. Sampai sekarang tak ada keinginan untuk memiliki peralatan bikin kue sendiri. Saya pikir kalau sesekali mau mencicipi kue khas lebaran itu, kan bisa beli dari teman atau tetangga saja, sekaligus membantu memajukan usaha bisnis kuliner mereka.
Karena suami bilang sukanya yang asin dan gak bikin eneg, iseng buat kue garpu bawang yang suka ditemui sebagai jajanan rentengan di penjual bakso, atau di warung kecil perkampungan. Kue bawang yang ukurannya mini segede bawang ini banyak istilahnya, ada yang menyebut kue garpu (karena dicetak di atas garpu) kue kewuk, kareket, durukduk, dan sebagainya.
Bahannya pun tidak susah, begitu pula peralatan yang diperlukan saya rasa setiap rumah memilikinya. Jadi bikin kue garpu bawang ini memang mudah dan murah. Tapi rasanya, nah itu tergantung kepada yang membuat. Hehe...
Begitupun lebaran kali ini, meski harga minyak sedang melambung tinggi, saya menyisihkan satu kg khusus untuk menggoreng kue garpu bawang. Ya karena kue garpu bawang ini matangnya bukan dioven melainkan digoreng ya ...
Biar ga penasaran, yuk kita praktikan resepnya sekalian kue bawang garpu bawang renyah tanpa santan ini. Dijamin kue bawang garpu ini jadi camilan gurih tahan lama. Meski di keluarga saya gak bisa tahan lama karena satu toples bisa sekali habis oleh kami bertiga. Hihi...Resep kue garpu bawang
Bahan:
- 1 kg tepung terigu protein
- 100 gram tepung tapioka
- 1 butir telur
- 200 gram margarin
- Secukupnya air
- Kaldu bubuk non MSG
- Garam
- Batang daun bawang iris halus, jika suka.
Bumbu halus:
- 6 siung bawang putih
- 6 butir bawang merah
Cara membuat kue garpu bawang:
- Ayak tepung terigu dan tepung tapioka. Campurkan dengan telur, margarin, kaldu bubuk, garam, daun bawang iris, ulekkan bumbu halus dan air. Aduk rata hingga adonan kalis elastis.
- Gilas, potong, dan bentuk menggunakan garpu atau sekarang cetakan khusus untuk kue bawang ini juga sudah banyak dijual ya.
- Siapkan minyak goreng panas, goreng adonan hingga matang kekuningan. Angkat, tiriskan, dan dinginkan sebelum dimasukkan ke dalam stoples
Waktu pembuatan tergantung berapa banyak yang mengerjakan sehingga mencetaknya bisa lebih cepat. Adonan 1 kg biasanya dikerjakan oleh saya, suami dan Fahmi menghabiskan waktu sekitar 30-45 menit.
Kini toples camilan di rumah tidak kosong lagi karen diisi dengan kue garpu bawang ini. Jadi siapa saja bisa membuatnya ya karena bahannya cukup mudah dan alat-alat tidak susah.
Kue lebaran favorit keluarga saya dan resepnya ini dulu dikutip dari buku “120 Resep Kue Cantik Hits di Instagram” (2018) oleh Veronica Dhani terbitan PT Gramedia Pustaka Utama. Sekarang sih gak usah melihat resepnya cukup dikira-kira saja bahkan bikin resep kreasi sendiri juga bisa.
Selamat menyambut lebaran ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar