My Natural and Vintage Bos
Secara kebetulan saya dan majikan sama-sama suka kegiatan alam. Sejak saya bekerja di rumahnya, loteng yang asalnya berdebu dan dikunjungi kalau mau barbeque saja itu saya sulap jadi taman mini yang hijau royo-royo. Meski ga ada bunga hits macam janda bolong, alokasia, aglonema atau apalah bunga kekinian seperti jaman now, tapi saya mengusahakan merawat dan menyiram bunga apa adanya itu secara rutin.
[caption id="" align="aligncenter" width="300"]
Majikan dan keluarganya sangat suka. Mereka pun membeli kolam renang mini, memesan kursi taman yang minimalis dan menambahkan dekorasi sehingga atap yang tadinya gersang jadi indah dipandang. Instagramable kali ya kalau jaman sekarang mah. Iya saat itu kan belum ada Instagram. Hehehe. Anak-anak pun suka punya tempat bermain yang baru. Selain suka akan hal yang bersifat natural gitu, majikan juga suka dengan handcrafting yang berbau etnik dan vintage. Jadi jangan heran meski tahun 2000-2011 itu di Taiwan sudah sangat modern namun majikan masih konsisten mengerjakan hal-hal jadul seperti menjahit pakaian untuk dua anaknya yang saya jaga, merajut topi dan syal untuk musim dingin, bikin hiasan dari daun atau bunga kering yang diambil di kebun dan hutan jelang musim panas, dan senang berkunjung ke rumah adat tradisional di berbagai negara termasuk suku asli di Taiwan hanya demi bisa lebih jauh mengenal kehidupan yang masih mempertahankan kelestarian alam.Kedua anaknya sejak kecil sudah diajarkan menyulam, bikin kerajinan, hiasan bunga kering dan sebagainya. Saya yang menjaga anak-anaknya ya mau tidak mau akhirnya jadi ikutan belajar juga. Meski sekarang setelah menikah dan punya anak apa yang dipelajari itu udah pada banyak yang lupa juga.
[caption id="" align="aligncenter" width="300"]
Hobi majikan saya itu ditunjang dengan pekerjaannya sebagai flight attendant yang bisa berkesempatan mengelilingi dunia, mengunjungi berbagai tempat yang unik dan memiliki ciri khas.Majikan saya yang seorang pramugari memang tidak begitu menyukai dunia tulis menulis seperti saya. Tapi ia suka memotret. Saya banyak belajar darinya dan kita sering diskusi soal itu.
Yang bikin saya gak habis pikir, ia setiap berangkat membawa laptop. Tapi tidak pernah mencatat apapun di sana, melainkan dalam buku journaling yang dibuatnya secara khusus.
Buku catatan yang kertasnya tampak buram karena dibuat dari kertas daur ulang. Jilidnya bukan sampul bergambar artis atau plastik yang lucu menarik seperti buku diary, melainkan kertas kardus yang dibungkus oleh kain tenun atau anyaman dari ilalang kering buatannya sendiri. Dalam lembaran kertas tanpa garisan itu ia selalu mencatat menuangkan hal penting atau sesuatu yang dianggapnya spesial.
[caption id="attachment_10975" align="aligncenter" width="300"]
Laptop hanya ia pakai untuk komunikasi dengan saya (saat itu video call masih pakai Skype) sehingga Ariel dan Emma, dua putrinya yang sudah saya anggap seperti anak sendiri --meskipun saat itu saya belum berkeluarga-- bisa tatap muka langsung dengan ibunya. Maklum kalau dapat long flight, bisa seminggu lebih ia di luar negeri.Sekian lama tinggal bekerja serumah dengannya banyak kesamaan dan gaya hidup majikan yang ikut mempengaruhi pola pikir dan sikap saya. Seperti disiplin dalam menghemat berbagai sumber energi, menghargai flora-fauna sebagaimana menghargai kehidupan dan nyawa sendiri, hingga kesahajaan dan kesederhanaannya.
Jujur, kalau saja tidak disuruh nikah oleh si mamah, enggan banget buat pulang kampung karena betah rasanya mengabdi kepada keluarga majikan ini.
Tidak terasa kini sudah sepuluh tahun lebih saya berpisah dengan keluarga majikan. Meski saat ini kecanggihan teknologi informasi komunikasi sudah modern namun ada banyak hal kebiasaan majikan yang masih saya lakukan juga. Diantaranya journaling.Journaling
Journaling alias bikin jurnal pada prinsipnya sama kaya kita menulis di buku diary, yaitu menuliskan apapun dengan sebebas-bebasnya di buku catatan. Buat saya yang dulu suka bikin cerita fiksi kadang ide datang tiba-tiba tidak pilih waktu maupun tempat. Maka ketika ide itu muncul, segera saya catat, karena kalau tidak ide itu bisa segera hilang karena lupa. Pun sampai sekarang saya memiliki kegiatan di rumah sebagai content writer, maupun ngeblog dan sosial media aktivis, bikin jurnal alias bikin catatan tidak pernah saya tinggalkan. Meskipun kerumitan tulisan tangan saya melebihi bekas ceker ayam di halaman, bahkan orang ga bisa baca karena hurufnya ga mudah dimengerti seperti tulisan resep obat gitu, mungkin karena basicnya menulis dari sana, maka sedikitpun saya tidak bisa untuk tidak melakukannya. Jaman modern masih nulis di buku jurnal? Why not?Semua orang bisa kok bikin jurnal. Termasuk kamu. Meski ada beberapa teknik bikin jurnal, tapi pada dasarnya tinggal "rajin" menulis, itu saja sudah jadi kegiatan menjurnalmu. Tidak susah bukan?
Saya sarankan mulailah bikin jurnal. Karena selain asyik, bikin jurnal itu banyak manfaatnya.
Kenapa Manual Journaling Dianjurkan?
Majikan saya sering menceramahi anaknya, plus saya pastinya, meski sudah modern, kita jangan sampai meninggalkan kebiasaan yang banyak memberikan kita kebaikan. Termasuk kebiasaan menulis menggunakan tangan. Jangan malas untuk melakukan itu karena menulis tulisan tangan lebih dianjurkan, daripada mengetik di gadget.Orang yang menulis menggunakan tangan membutuhkan kelebihan lain yang diperlukan sebagai keterampilan. Mulai dari bisa merasakan nyamannya memegang pena dan kertas, menggerakkan alat tulis, fokus supaya gerakan dengan pikiran arahnya sejalan, dan lainnya.
Nulis dengan tangan bikin kita lebih bebas berekspresi. Dicorat-coret, dilipet, digunting, atau dirobek-robek, dan di tempel, pokoknyaSedangkan mengetik di gadget, lebih banyak melibatkan proses kognitif yang lebih sederhana. Toh kita tinggal pencet-pencet tombol di keyboard saja kan?
Tahu gak kalau kita nulis menggunakan tangan, ada unsur gaya dan irama yang dilibatkan? Jangan heran kalau ada ilmu yang mempelajari tulisan (Graphology) dapat mengetahui kepribadian si penulis hanya dengan mempelajari tulisan tangannya.
Kenapa Graphology dapat mengetahui kepribadian seseorang? Karena pada saat menulis otak memerintahkan apa yang akan di tulis untuk menggerakkan tangan dan itu dipengaruhi oleh keadaan psikologi sehingga tulisan akan memiliki emosi. Oleh karena itu, menulis tangan atau journaling lebih dianjurkan dilakukan di kertas.
Manfaat Journaling
Dulu saya gak ngerti kalau majikan pernah bilang menulis dengan tangan alias journaling itu sangat bermanfaat bagi kesehatan mental. Tapi saya mulai paham manfaat journaling salah satunya bisa meningkatkan kesehatan mental, setelah denger langsung dari seorang psikolog dan ahli terkemuka di bidang expressive writing, Dr. James Pennebaker, yang menyatakan kalau journaling dapat menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kualitas hubungan sosial manusia. Jadi dengan menulis tangan alias journaling sel imun T-lymphocytes dalam tubuh jadi semakin kuat. Belum lagi bisa menurunkan tekanan darah yang tinggi dan meningkatkan kualitas tidur.Psikoterapis dan ahli journaling Maud Purcell, juga mengatakan journaling itu melibatkan kedua belah otak sekaligus. Saat menulis menggunakan tangan, otak kiri yang cenderung rasional akan sibuk berpikir. Sementara di waktu yang sama, otak kanan yang cenderung kreatif tetap aktif menjalankan perintah otak untuk mengerjakan tulisan. Keseimbangan otak dalam hal itulah yang dapat membantu menghilangkan hambatan mental pada diri seseorang.
Manfaat lain dari journaling dapat melatih kreativitas, melatih kepekaan diri, mengidentifikasi seluruh emosi yang kita rasa, membantu pikiran jadi lebih damai, tentram, dan lebih mudah untuk bersyukur. Pokoknya asyik deh.
Buku journal milik saya buatan majikan yang saya bawa dari Taiwan memang sudah habis, tapi saya sekarang dengan mudah bisa mendapatkan buku jurnal yang baru dari handmade journal Hibrkraft.Handmade Hibrkraft Journal
Hibrkraft adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang bergerak terutama di bidang pembuatan jurnal atau agenda berbahan dari kulit dan paket branding (merchandise) yang telah lahir sejak tahun 2011 namun mereka mematenkan usaha mulai tahun 2013.Karena kepuasan konsumen adalah tujuannya maka untuk memenuhi kebutuhan branding customer, Hibrkraft terus berimprovisasi dan berkreasi dalam pembuatan berbagai jenis produk lain permintaan customer seperti ganci, pouch, totebag, dan lainnya.
Dari kantor yang beralamat di Bojonggede, Bogor, Jawa Barat Hibrkraft terus membuat pesanan dan mengirimkannya ke seluruh penjuru Indonesia dan bahkan pelbagai negara lainnya seperti Belanda, Jerman, Kanada, Uni Emirat Arab dan Australia.
Saya merasa cocok dengan karya dari Hibrkraft karena mereka tuh tidak asal buat. Seperti ucapan majikan kepada saya, dalam mengerjakan apapun kita tidak boleh setengah hati. Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita petik.
Dalam mengerjakan sesuatu, majikan selalu teliti dalam mengumpulkan bahan, mengukur panjang kali lebar, semuanya melalui quality check yang maksimal. Tidak peduli hasilnya hanya akan dipakai sendiri atau orang lain, mutu produk yang dibuat majikan selalu ditingkatkan. Begitu pula yang dilakukan pihak Hibrkraft, mereka dalam berkarya tidak sekadar bikin lalu jual. Tapi benar-benar diperhatikan apakah produk yang dibuat itu bagus tampilannya saja, atau juga nyaman dipakai.Hampir semua proses pembuatan aneka kraf di Hibrkraft dilakukan dengan tangan. Untuk saya yang sudah belasan tahun ditempa oleh majikan untuk bisa menghargai hasil karya orang lain, tentu saja lebih memilih karya yang ramah lingkungan dan punya nilai seni tinggi. Hal itu tentu saja sebagai bentuk apresiasi mengagumi kerja keras yang telah dilakukan team Hibrkraft.
[caption id="attachment_10979" align="aligncenter" width="300"]Sebagaimana kita tahu kalau Hibrkraft mengklaim jika mereka bekerja bukan sekadar mencari manfaat bagi customer, tapi juga berusahabat dengan alam dan lingkungan. Patut kita apresiasi keinginan Ibrahim Anwar selaku pendiri sekaligus pemilik Hibrkraft yang ingin semaksimal mungkin memberdayakan masyarakat sekitar. Karena semakin banyak pesanan maka semakin besar peluang Hibrkraft meningkatkan kemampuan dan keahlian masyarakat Bojonggede.
Hibrkraft bisa dihuhubgi melalui sosial media: Instagram | Facebook | Youtube Sejarah Hibrkraft yang awalnya bernama hibcraft bisa dilihat di hibrkraft.wordpress.com
Hibrkraft tidak hanya menjalankan bisnis, tapi juga memanjakannya diri dengan passion dan ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengembalikan kecintaan masyarakat kepada journaling alias menulis tangan. Sehingga dengan menghadirkan produk jurnal kulit dan agenda kulit terbaik, Hibrkraft ikut mewujudkan visi mengembalikan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap dunia literasi tulis menulis.
Buat teman-teman yang tertarik dengan dunia handcrafting Hibrkraft tidak hanya melayani pembuatan agenda dan jurnal kulit, tapi juga buka layanan branding service, konsultasi, pembuatan merchandise dan suvenir hingga reparasi atau repurpose buku.
ReferensiFoto dokumentasi pribadi dan akun sosial media majikan
Hibrkraft https://hibrkraft.com
Grothaus, M. ‘Why Journaling Is Good For Your Health (And 8 Tips To Get Better)’, Fast Company https://www.fastcompany.com/3041487/8-tips-to-more-effective-journaling-for-health
Watson, L. R., dkk. ‘Journaling for Mental Health’, Rochester https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentID=4552&ContentTypeID=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar