Minggu, 14 Februari 2021

Peluang Kerja Green Jobs untuk Anak Muda dan Ibu Rumah Tangga

Usia saya sudah empat puluh lewat. Bukan anak muda lagi. Tapi bukan berarti saya tidak bisa melakukan hal baik seperti generasi muda dalam kegiatan mereka yang green jobs banget untuk Indonesia lebih bersih. Karena meski hanya seorang ibu rumah tangga di pedesaan, saya bisa kok berbuat semaksimal mungkin untuk ikut berkontribusi dan mendukung pembangunan berkelanjutan dan bumi ini jadi lestari.

Susah juga sih sebenarnya mensosialisasikan green jobs apalagi di perkampungan yang masyarakatnya masih awam dengan gerakan ini. Jujur, saya sendiri baru tahu lebih jelas terkait green jobs setelah mengikuti webinar Selasa Sharing kolaborasi antara Komunitas ISB dengan Coaction Indonesia.

https://www.instagram.com/p/CLULXZVrWX3/?igshid=13416v68gzc2t

Memahami Green Jobs

Jadi melalui Coaction Indonesia siapa saja bisa berkolaborasi, mengadvokasi dan mengkampanyekan kegiatan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan green jobs.

Jadi apa sih green jobs itu? Secara garis besar bisa disimpulkan kalau green jobs adalah pekerjaan layak yang ramah lingkungan. Mau apa saja profesinya, selama itu tidak merusak lingkungan, dan menghemat sumber energi dengan berbagai upaya baik langsung maupun tidak, sudah bisa bisa dikategorikan sebagai green jobs.

Kenapa kita disarankan untuk mengutamakan pekerjaan yang green jobs? Karena selain layak, pekerjaan yang dimaksud juga menguntungkan secara ekonomi dan punya nilai plus terhadap kelestarian lingkungan.

Kita sudah tahu kalau kebutuhan akan energi adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi dalam kehidupan ini. Sementara energi itu ada yang bisa diperbaharui dan ada yang tidak. Bagaimana nasib anak cucu kita jika pada jamannya nanti, energi yang tidak bisa diperbaharui itu sudah habis?

Karena itu digalakan pekerjaan yang tidak bertentangan dengan konsep green jobs yang mana bila dilakukan terus menerus, berkesinambungan akan membuat pembangunan berkelanjutan jadi makin lestari.

Coaction (Koaksi) Indonesia mendorong adanya transisi energi untuk percepatan pengembangan energi terbarukan agar Indonesia berhasil mencapai target bauran energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Kita harus mendukung penggunaan energi terbarukan mulai dari sekarang karena isu energi terbarukan menjadi bagian dalam penanggulangan perubahan iklim yang menjadi ancaman terbesar dunia.

Ancaman dampak buruk pemanasan global sudah banyak terjadi. Hal itu dapat dilihat dari terjadinya perubahan iklim dan munculnya banyak bencana di berbagai daerah. Kita tidak mau hidup dalam ketakutan dengan kondisi seperti itu, bukan?

Untuk menahan dampak kerusakannya di bumi, kita harus segera mengubah kebiasaan kurang tepat yang selama ini dibiasakan dan mempertimbangkan semua pilihan tindakan, memilih sumber energi serta memperbaiki gaya hidup kita sehari-hari.

https://www.instagram.com/p/CD5prvxiZTs/?igshid=16go7xx16abi

Memang melakukannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi paling tidak, dengan gencar mensosialisasikannya, memulai tindakan kecil yang bisa kita lakukan, lalu menularkannya kepada keluarga, lingkungan kecil, dan lingkungan yang lebih besar lagi, diharapkan pembangunan yang berkelanjutan dan lestari yang sesungguhnya itu bisa kita raih.

Peluang Pekerjaan Green Jobs di Indonesia

Pernah dengar program pemerintah di salah satu provinsi di negara kita yang menyasar usia produktif 19-39 tahun untuk jadi petani milenial? Jadi melalui program ini kedepannya kemajuan pertanian masa depan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital berada di tangan generasi muda.

Profesi petani ini bisa jadi peluang kerja yang menerapkan pola green jobs banget, lho. Anak muda bisa jadi penggerak pertanian modern yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia, siapa tidak tergoda?

Petani sebagai green jobs disini tentu saja petani yang benar-benar memperhatikan kelestarian lingkungan, penggunaan pupuk organik yang tidak merusak habitat, penanaman, pemanenan dan pemasaran hasil tani yang tidak melanggar kaidah green jobs itu sendiri.

Sayang banget meski saya tinggal di desa, tidak bisa mengikuti peluang kerja green jobs jadi petani milenial ini karena terbentur persyaratan yang sudah tidak bisa dipenuhi, yaitu usia. Tapi meski demikian, saya tidak kecil hati. Toh seperti definisi green jobs itu sendiri, profesi apapun, selama layak dan memenuhi kriteria ramah lingkungannya, itu sudah masuk pekerjaan green jobs.

Lalu upaya apa yang bisa dilakukan sebagai ibu rumah tangga dalam peran sertanya di green jobs ini? Ada banyak. Contoh nyata yang bisa kita lakukan di rumah adalah menghemat penggunaan air, menghemat penggunaan listrik, menghemat penggunaan bahan bakar dan masih banyak lagi.

Karena memang ada banyak sampai tidak terhingga upaya yang bisa dilakukan oleh apapun profesinya demi menciptakan pekerjaan yang layak sekaligus ramah lingkungan di sektor green jobs ini.

Kamu yang bekerja berjualan online, bisa kok mendukung campaign green jobs ini. Contoh mudahnya mulai gunakan bahan untuk mengemas barang dari bahan yang bisa dipakai ulang. Barang yang sudah dipakai bisa digunakan lagi seperti mengganti bubble wrap dengan guntingan kertas yang sudah tidak dipakai.

Kamu yang jadi fotografer, jangan dikira tidak bisa bekerja secara ramah lingkungan. Coba deh manfaatkan penerangan saat ambil foto dengan sinar matahari. Dengan menyesuaikan jam pemotretan berdasar waktu dan cuaca, kamu juga sudah banyak menghemat listrik, bukan? Di situ peluang fotografer secara green jobs ditemukan.

Yang jadi travel blogger, ketika melakukan perjalanan dalam kendaraan roda empat ke berbagai daerah, dimana pepohonan hijau masih banyak ditemukan, coba matikan air conditioner, sebagai pengganti penyejuk udara buka saja jendela selebar-lebarnya. Tarik nafas, keluarkan... Rasakan kesegaran memenuhi paru dan saluran pernapasan...

Buat calon pengantin, kalian juga bisa ambil peluang dalam mempraktikkan pola hidup green jobs ini. Caranya? Daripada bikin baju terus tidak dipakai lagi karena gak mungkin baju resepsi dipakai sering-sering, lebih baik sewa baju untuk acara sakral seperti itu. Jadi hemat biaya, hemat tempat dan hemat bahan pula.

Dan masih banyak lagi pola hidup hemat (energi) lainnya yang selalu bisa kita lakukan dan terapkan dalam pekerjaan.

Bahkan untuk setingkat karyawan pabrik pun, mulai sekarang kita bisa lho melihat dan memilih, mana pabrik atau perusahaan yang dalam menjalankan roda bisnisnya ramah lingkungan, ke sanalah sebaiknya kita coba peruntungan.

Apapun profesi pekerjaannya, mau tinggal di desa atau di kota, diyakini bisa sambil melakukan diet plastik, kan? Diet plastik ini upaya untuk mengurangi sampah atau limbah yang sulit terurai sekaligus mendukung peluang kerja dan pola hidup di sektor green jobs juga.

Jadi memang benar kan, profesi apapun baik yang dilakukan oleh orang tua maupun yang muda bisa menjadi layak dan tetap peduli akan kelestarian lingkungan jika setiap individunya memperhatikan apa yang sebaiknya kita lakukan, dan mana yang seharusnya kita hindarkan.

Action!

Wahai anak muda, jangan takut tidak akan menemukan pekerjaan yang cocok hanya dengan menyisipkan kebiasaan baik energi muda sesuai dengan pola hidup green jobs, dalam berbagai profesi yang dijalani.

Semua teori tidak akan memperoleh hasil jika tidak disertai dengan praktik. Jadi jangan ditunda lagi, yuk segeralah mulai melakukannya. Kita mulai dari dan oleh diri kita sendiri. Mulai hemat pemakaian energi dan peduli kebersihan lingkungan demi terciptanya kehidupan Indonesia yang bersih di bumi yang lestari.

Pupuk kebiasaan baik yang mulai kita lakukan ini dengan siraman informasi terkait green jobs dan energi terbarukan dari sumbernya melalui:

Facebook Coaction Indonesia

Instagram Coaction Indonesia Twitter Coaction Indonesia YouTube Coaction Indonesia

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar