Sabtu, 10 Oktober 2020

Tips Wujudkan Cita-cita Anak Tinggi Tangguh Tanggap

Tidak ada yang tidak melongo ketika Fahmi, putra saya sebagai peserta termuda pendaki Gunung Kerinci pada upacara HUT RI ke 74 ditanya apa cita-citanya oleh Opung, peserta tertua pada acara yang sama, setelah kami melakukan upacara bendera Merah Putih dan pembacaan proklamasi kemerdekaan RI di Puncak Gunung Kerinci. Jawaban Fahmi: “Cita-cita Ami mah mau tinggi kaya ayah...”

Wkwkwk!

“Oh, bukan jadi pilot atau dokter ya?” Lanjut Opung sambil tetap menggendong Fahmi. Tuh anak menggeleng. Para pendaki semua tertawa.

“Mudah kali itu Mi, gak perlu sekolah tinggi pun jadi kau...” Kami semakin tergelak tertawa mendengar Opung bicara dalam dialeknya. “Gendong terus lah kau di atas pundak ayah, kau kan selalu lebih tinggi darinya...”

[caption id="attachment_10304" align="aligncenter" width="473"]Tinggi, tangguh, tanggap Fahmi bersama Opung[/caption] [caption id="attachment_9174" align="aligncenter" width="1024"]Cita-citap tinggi tangguh tanggap Cita-cita Fahmi tinggi seperti ayahnya. Supaya lebih tinggi ia senang kalau digendong di pundak[/caption]

Fahmi putra kami, memang banyak memiliki perbedaan dibandingkan anak seusianya pada umumnya. Fahmi tidak suka keramaian, sehingga ia lebih memilih suasana hening, dan menghindar banyak kerumunan. Itu kenapa banyak yang menyebutnya anak pemalu.

Fahmi memilih mau sekolah asal langsung masuk SD, tidak mau lebih dahulu duduk di bangku PAUD/TK dan kami memasukkannya ke sekolah dasar pada usia lima tahun, sebagai anak bawang. Siapa kira ia bisa masuk rangking tiga, bersaing dengan teman sekelasnya yang usianya hampir delapan tahun bahkan ada yang sudah sembilan tahun di semester ke dua di kelas satu SD. Dan perbedaan lainnya ketika ditanya mengenai cita-cita itu tadi, dengan polosnya ia bilang keukeuh cita-citanya mau tinggi seperti ayah. Baca juga: New Normal Versi Pendaki 

Ibu mana yang tidak menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Meski ocehan anak bisa diartikan tidak serius, tapi bila berdampak baik, tidak salahnya kita aminkan. Sebagai orang tua, saya dan suami mendukung apa yang diinginkan Fahmi.

Saya mulai mengarahkannya sejak dini, bagaimana supaya ia bisa tumbuh tinggi. Secara genetik dari ayahnya, yang memiliki tinggi badan 175 cm, mungkin termasuk cukup. Tapi bagaimana kalau anak dapat gen tumbuh tinggi mengikuti saya, yang tak lebih dari semeter setengah ini, oh jangan sampai dong ya. Anak lelaki sebaiknya tumbuh tinggi seperti ayahnya.

Meski ada informasi tinggi tumbuh kembang anak tidak seratus persen mengikuti gen orang tua, saya tidak ingin jika Fahmi pendek seperti saya. Karena itu saya lakukan berbagai upaya supaya tinggi anak bisa maksimal. Berikut tipsnya...

Tips tiga hal yang saya lakukan supaya anak bisa tumbuh tinggi seoptimal mungkin:

 

1. Ciptakan pola tidur anak yang baik dan berkualitas

Saat anak tidur lelap dan cukup waktu, hormon pertumbuhan anak akan bekerja secara maksimal. Karena itu sejak masih bayi sampai sekarang saya selalu memaksimalkan waktu tidurnya. Mempersiapkan segala sesuatunya sehingga saat ikut pendakian pun, tidurnya di tenda dengan segala keterbatasan tetap berkualitas. Indomilk susu bubuk kesukaan anak [caption id="attachment_10307" align="aligncenter" width="432"]Indomilk susu bubuk untuk anak tangguh Mengupayakan tidur yang optimal meski kondisinya kurang memungkinkan[/caption]

2. Tanamkan kebiasaan berolah raga

Saat anak beraktivitas fisik, produksi hormon pertumbuhannya dapat terus bekerja secara maksimal. Stretching, lari dan lompat dipercaya para ahli dapat memperpanjang tulang belakang. Kegiatan yang banyak melakukan peregangan sendi-sendi seluruh otot ini dapat merangsang pertumbuhan tulang. Karena Fahmi termasuk anak pemalu, untuk berolahraga saja harus pilih-pilih. Fahmi agak susah kalau harus berolahraga bergabung dengan teman sebayanya. Perlu adaptasi cukup lama. Akhirnya saya menemukan kegiatan outdoor yang cukup bikin Fahmi nyaman, yaitu mendaki gunung. Cukup jarang memang ada anak kecil ikut melakukan pendakian. Kalaupun ada, belum tentu bareng dan jumpa dengannya. Cerita seru: Pahlawan Gunung Pecinta Alam 

Fahmi saya ajak mendaki memang sudah sejak dalam kandungan. Usia tiga bulan kehamilan, saya ngidam naik Gunung Rinjani. Dan menginjak usia kehamilan enam bulan, saya ngidam pula menjejakkan kaki di Gunung Semeru. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan ngidam saya terpenuhi.

Anak tinggi tangguh tanggap dengan susu Indomilk Fahmi sendiri pertama kali ikut pendakian beneran pada usia 3,5 tahun. Ia berhasil mengalahkan tante dan oomnya untuk lebih dulu sampai di Gunung Slamet. Senang banget ia ketika digendong ayah di atas pundak.

Sejak itu Fahmi sering meminta untuk digendong ayahnya di pundak, kenapa? Alasannya ia ingin lebih tinggi daripada ayah. Dan jadilah lebih tinggi dari ayah itu sebagai cita-citanya. Seperti jawabannya saat ditanya Opung, pendaki usia senior yang merasa takjub ketika bersama Fahmi berhasil menaklukkan gunung api tertinggi di Indonesia Agustus tahun lalu.

Lanjutan dari: Rahasia Keseruan Mendaki Gunung

3. Memberikan anak nutrisi yang tepat

Nutrisi sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Tidak hanya melalui makanan pada menu sehari-hari yang bisa merangsang pertumbuhan tinggi anak yang saya berikan di rumah, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sumber protein lain, tapi juga nutrisi dari susu. Manfaat susu bubuk

Karena itu saya mengupayakan membawa bekal yang memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekalipun sedang dalam pendakian. Kami memilih repot membawa logistik cukup untuk anak, daripada dicap anak pendaki makanannya pasti mi instan. Hehehe pendakian yang identik dengan bekal minimalis dan praktis, hal itu jadi pengecualian buat kami.

Susu bubuk untuk anak yang baik  

Indomilk Susu Bubuk untuk anak tumbuh tinggi, tangguh, tanggap

Perkenalan saya dengan Indomilk Susu Bubuk dimulai ketika mendapat informasi dari teman yang menceritakan pengalamannya terkait pertumbuhan tinggi anaknya yang maksimal setelah mengonsumsi susu tersebut.

Saya yang sejak dulu mendukung cita-cita anak supaya bisa tinggi seperti ayahnya, tentu saja senang mendapat kabar baik ini. Kebetulan Fahmi juga suka minum Indomilk Susu Bubuk terutama yang rasa cokelat.

Indomilk Susu Bubuk Dimasa pertumbuhannya, Fahmi memang membutuhkan nutrisi yang baik agar ia tumbuh tinggi, tangguh, tanggap. Dan semua itu terpenuhi dalam susu Indomilk yang memiliki kandungan optinutri berupa kalsium, protein, serta Omega3.

Optinutri Indomilk Susu Bubuk

Indomilk Susu Bubuk dilengkapi dengan optinutri yang bisa membantu anak tumbuh tinggi, tangguh, tanggap. Dibuat dari susu segar yang mengandung kalsium tinggi, dengan tambahan kandungan Protein dan Omega3 yang mengandung DHA dan EPA, Vitamin dan Mineral untuk mendukung pertumbuhan anak.

Kandungan kalsiumnya yang tinggi sangat berguna untuk bantu pertumbuhan tulang dan perkembangan tinggi anak. Sedangkan proteinnya membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan tangguh anak dan Omega3 dapat membantu perkembangan otak anak sehingga anak menjadi tanggap saat belajar.

Indomilk Susu Bubuk varian cokelat 800 gram

Rasa Indomilk Susu Bubuk

Indomilk Susu Bubuk ini tersedia dalam 3 varian rasa yaitu instant cokelat, instant plain (bebas gula) dan full cream (bebas gula).

Indomilk Susu Bubuk untuk usia berapa?

Jika ditanya Indomilk Susu Bubuk untuk usia berapa, jawabannya adalah untuk anak usia prasekolah hingga usia praremaja (5-12 tahun). Manfaat susu bubuk pada usia ini sangat tepat dikonsumsi karena bisa membantu tumbuh kembang dalam diri anak, baik dari segi fisik, motorik, bahasa serta emosional yang memang pada usia ini sedang masa-masanya tumbuh dan berkembang.

Ada banyak susu untuk anak di luaran sana, namun belum tentu semuanya memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan anak. Untuk itu sebagai orang tua kita perlu memahami benar Indomilk Susu Bubuk untuk usia berapa supaya bisa maksimal dalam memberikan komponen nutrisi yang variatif dan seimbang sebagai asupan tambahan harian.

Susu Indomilk cokelat untuk anak tinggi tangguh tanggap

Cara penyajian Indomilk Susu Bubuk Cokelat

Untuk membuat satu gelas, cukup tambahkan empat sendok makan penuh (kurang lebih 40gram) dalam satu gelas air masak hangat (kurang lebih 180ml). Aduk hingga larut, Indomilk susu bubuk cokelat pun siap diminum.

Untuk mendapatkan manfaat susu bubuk secara maksimal dalam menyajikan susu bubuk untuk anak disarankan air dimasukkan terlebih dahulu, baru susu bubuk nya.

Saat membuat minuman susu bubuk untuk anak sebaiknya dilarutkan menggunakan air hangat. Penggunaan air panas dikhawatirkan dapat merusak kandungan vitamin dan mineral. Secara kita ketahui susu rentan terhadap suhu tinggi. Supaya manfaat susu bubuk terhadap tinggi, tangguh, tanggap anak semakin maksimal, disarankan konsumsi minum susu ini dua kali sehari.

Manfaat susu bubuk Indomilk cokelat

 

Begitulah...

Orang tua pendek itu bawaan tapi apakah anak juga akan pendek, itu adalah pilihan. Dengan kecanggihan teknologi, serta ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini memiliki orang tua pendek, belum tentu akan memiliki anak yang pendek juga. Karena sekarang banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membuat anak tinggi.

Salah satunya cukupi nutrisi yang diperlukan anak dalam masa pertumbuhannya dengan memberikan Indomilk Susu Bubuk yang tinggi kalsium dengan tambahan kandungan Protein dan Omega3 yang mengandung DHA dan EPA, Vitamin dan Mineral untuk mendukung anak tinggi, tangguh, tanggap.

Indomilk Susu Bubuk bikin anak hebat

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar