Selasa, 18 Agustus 2020

Nasib Blog Ketika Pemilik Tiada

Nasib Blog Ketika Pemilik Tiada

Obrolan antara murid dengan guru ngeblognya, bikin saya harus menahan derasnya air mata yang tidak terasa bercucuran. Kalau saja saya tiba-tiba dipanggil Tuhan, pulang ke dunia lain, maka lepaslah semua yang ada di sekitar saya sebelumnya. Termasuk hutang, anak dan blog...

Sang guru menyarankan untuk menjalankan sendiri, karena meski ia gurunya, tidak mungkin mengakses mengingat harus membuka menggunakan email.

“Itu pakai akun google pribadi soalnya, jadi aku ngga bisa akses. Nanti kebaca semua isi emailnya, hehehe...” kata sang guru.

“Ga apa email boleh guru akses kok. Sungguh. Saya mah ga ada email rahasia rahasiaan hehehe..” jawab si murid.

Si murid lalu bercerita kalau ia tidak bisa mengotak-atik blog. Karena itu diserahkan semuanya kepada gurunya. Termasuk kalau si muridnya meninggal, katanya terserah gurunya, mau diapakan blognya itu.

Saya jadi keinget masalah yang saya alami saat ini. Sudah beberapa bulan ini, saya pun kebetulan kepikiran terus kalau saya meninggal, nanti blognya gimana...

Ini bukan tanpa alasan. Hanya melihat kondisi dan fakta. Udah beberapa bulan, saya udah ada delapan kali sakit di dada, sakit banget. Ke dokter sebelum pandemi sih ga ada bilang apa apa selain mungkin asam lambung. Harus dirontgen kali ya biar ketahuan kenapa. Tapi saya justru ga berani periksa, apalagi saat pandemi begini protokol berobat jadi ribet buat saya ...

Selain itu saya sering sakit kepala. Sakit ga sembuh meski udah minum obat. Lama baru hilang kalau saya udah pasrah. Sering saya ga bisa tidur. Baru tidur malah setelah siang hari kalau udah terasa pusing.

Nah karena itu, saya jadi kepikiran. Pikiran jauhnya kalau saya mati, yang saya pikir gimana dengan utang, anak dan blog saya? Serius. Itu yang jadi pikiran saya .... Mirip dengan kisah di awal yang saya ceritakan mengenai obrolan antara si murid dengan guru ngeblognya.

Namun betapa bijak gurunya menjawab, “Mau blog, mau utang, mau apapun pasti memang harus ditinggalin, kalau sudah saatnya. Walo pake blogspot juga ngga jamin blog selamanya ada...”

Si murid semakin tertunduk. Merasa berat, seandainya blog yang ia rawat dan update sekian lama harus terlantar, pada akhirnya.

“Yang penting nulisnya bermanfaat untuk orang...” lanjut guru ngeblognya.

Ya benar. Saya merasa tersentil dan mengakui kebenaran atas perkataan sang guru. Sejak kecil saya sudah diajarkan oleh orang tua dan guru mengaji. Kalau kita mati, kita tidak bisa membawa apapun. Kecuali tiga perkara.

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).

Saya, mungkin akan mati tanpa tanda. Entah besok atau lusa. Tapi tulisan dalam blog mungkin ada jejaknya. Bisa dilihat atau dibaca. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan adalah ketika tulisannya bermanfaat, dan menjadi bagian dari tiga perkara yang disebutkan Rasulullah tadi.

Saya harus bisa melupakan blog. Kecuali tulisannya bermanfaat. Blog saya akan hangus karena tidak ada yang memperpanjang domainnya. Tapi siapapun yang pernah baca tulisannya, yang merasa mendapatkan manfaat darinya, akan jadi teman baik dalam kehidupan baru kelak di alam sana.

Sekarang saya sudah lega. Ketika usia saya habis, saya tidak akan memberatkan apapun. Karena mulai sekarang, saya berusaha untuk memperbaiki tiga hal yang saya khawatirkan di awal.

Hutang, saya usahakan segera melunasinya. Termasuk hutang uang, hutang blogwalking, dan hutang sosial media walking. Selagi ada waktunya segera mungkin saya melunasi. Tidak lagi menundanya.

Anak, setelah sekian tahun bersama dan mengenal jiwa serta karakter nya saya harap anak akan bisa menjadi pribadi yang bisa menebar manfaat pula untuk yang lain. Insyaallah aamiin.

Blog, sudahlah. Ada hal lain yang lebih penting daripada blog dalam hidup saya. Hanya memang dalam blog dan sosial media, saya selalu menuliskan semua kisah perjalanan hidup. Suka duka, sedih, bahagia, masalah hidup, semua saya tuliskan. Mungkin hanya saya sendiri dan orang tertentu yang baca karena tulisan pribadi selalu saya private. Tidak apa, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang saya berusaha supaya tulisan bisa bermanfaat dan jadi ladang pahala untuk pemiliknya, kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar