Jumat, 27 Maret 2020

Buah Karakter Baik

Buah Karakter Baik

Senang ketika melihat timeline dan beranda sosial media banyak informasi tentang penggalangan dana, aksi pertolongan, sampai kesiapan individu yang bahu membahu untuk kompak dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang sedang merajalela. Tidak ada perbedaan, tidak ada pengecualian semua bekerja sama tolong menolong dalam kebaikan. Indah.

Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti saya perlihatkan semua itu kepada anak. Bahwasanya kita sebagai manusia harus tolong menolong, apalagi dalam kondisi gawat seperti sekarang. Saya harap itu bisa jadi pelajaran karakter baik kepada anak yang dapat menempa rasa sosial dan rasa kepeduliannya.

Saya sangat setuju jika ketika kita menolong orang lain sejatinya kita tengah menolong diri sendiri. Ini yang sering saya alami dan rasakan. Tuhan sangat dekat dengan kita.

When you find yourself in the position to help someone, be happy! Because Allah swt is answering that person’s pray through you. (Nouman Ali Khan)

Ketika kita berada dalam posisi untuk membantu seseorang, berbahagialah karena sesungguhnya Tuhan menjawab doa orang tersebut melalui kita.

Contoh nyata yang saya alami saya ambil dari dunia perbloggeran. Sudah tidak aneh kalau ada job di group yang dibagikan para blogger pasti rebutan daftar. Kejadian saat ada informasi job pada sebuah group saya juga segera bilang daftar. Setelah itu sepi. Tapi tidak lama kemudian admin meminta dibuat list peserta dan yang diambil hanya tiga peserta.

Saya baca kembali pesan yang masuk ternyata saya orang ke empat dalam menjawab daftar. Gak masuk dong, pikir saya. Tidak apa namanya juga rezeki pasti sudah diatur Tuhan. Sambil segera saya bantu buat list tiga orang pertama yang menjawab daftar karena group terlihat sepi.

Beberapa jam kemudian group kembali ramai. Ada mention saya beberapa kali. Ternyata admin menanyakan kok saya yang bikin list tidak masuk namanya? Teman ada yang bantu jawab kalau saya hanya bantu bikin list karena yang dibutuhkan tiga orang. Tiba-tiba admin bilang job tersebut untuk lima orang. Dan jadilah saya yang keempat daftar masuk jadi peserta penerima job.

Tidak hanya itu, job yang dibagikan ternyata juga diperlombakan. Dan tidak saya kira di akhir periode diumumkan ternyata sayalah yang jadi juaranya. Semua itu saya yakin bukan karena kebetulan saja. Melainkan ada bantuan dari tangan Tuhan atas kebaikan yang tidak kita sadari. Maaf bukan saya sombong, naudzubillahhimindzaliik tapi karena itu kenapa kita kalau berbuat baik sebisa mungkin jangan sampai ada yang tahu. Bahkan menurut keterangan jika tangan kanan memberi, jangan sampai tangan kiri mengetahuinya. Saking tidak bolehnya kita mengumbar atas kebaikan yang sudah kita lakukan.

It doesn’t matter that people don’t notice the good that you do, the love or care you give. What matters is that Allah notices it. Never forget that.

Tidak masalah orang tidak memperhatikan kebaikan yang kita lakukan, kasih sayang atau perhatian yang kita berikan. Jangan merasa rugi, jangan merasa sia-sia. Yang terpenting adalah bahwa Tuhan yang tidak pernah lengah memperhatikan semua perlakuan dan niat kita. Ikhlas. Jangan pernah lupakan itu.

Saya contohkan kejadian itu sekali lagi bukan mau pamer. Sebagai bentuk keyakinan saja kalau kita ikhlas berbuat menolong nanti kita yang akan ditolong.

Sebaliknya, jika kita mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain, jangan pernah memperlakukan orang lain itu dengan buruk sebagaimana keburukan yang dilakukannya. Tapi tetap perlakukan mereka dengan baik sebagaimana kita juga ingin diperlakukan. Wallahualam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar