Selasa, 17 September 2019

Semangat itu, tidak harus karena niat...

Semangat itu, tidak harus karena niat...

Itu sih menurut pandangan saya. Karena kalau sudah ada niat, semangat sudah dengan sendirinya pasti akan mengikuti.

Semangat akan muncul jika dibarengi hal lain pula. Salah satunya adanya pesaing. Ya, dengan adanya persaingan, meski (awalnya) tidak ada niat, tapi mau tidak mau diri akan dipacu untuk terus berbuat. Semangat pun akan muncul karena dipicu oleh diri yang merasa tertantang untuk berkompetisi. Disadari atau tidak.

Tapi tentu saja kita asumsikan semangat akan muncul karena adanya pesaing ini dalam konotasi yang baik. Dalam hal positif.

[caption id="attachment_8802" align="aligncenter" width="169"] Ciwidey Bandung dan Kafe Kolong Jember[/caption]

Misalnya ketika jaman sekolah, naksir seseorang yang ternyata ditaksir pula oleh kawan sendiri pasti efeknya lain. Secara tidak langsung kompetisi untuk memperebutkan hati si dia gencar dilakukan. Semmagat itu datang dengan tiba-tiba, ya kan? Ya karena adanya pesaing. Kawan sendiri yang naksir juga orang yang ditaksir.

Beda lagi dengan pengalaman berikut: ketika di kelas lama satu kelas dengan teman yang nilai rata-rata di bawah kita, eh pas di kelas baru, ketemu sama kawan yang pada pinter semua! Wah jelas pesaing semua itu. Pesaing dalam memperebutkan rangking. Mau tidak mau adu strategi belajar terjitu pun keluar. Semangat untuk mendapatkan juara terdongkrak karena adanya para pesaing. See, kembali semangat hadir karena adanya persaingan (yang sehat) ya kan?

Jadi menurut saya pesaing itu cukup penting. Kalau memang bisa memacu diri kita untuk terus melakukan yang terbaik dari yang baik.

Tapi kalau bersaing dalam sisi negatif, tentu saja saya akan mengatakan big no. Karena selain merugikan diri juga percuma, tidak akan ada kebaikan yang bisa didapat.

[caption id="attachment_8803" align="aligncenter" width="169"] Lokasi Danau Gunung Tujuh Kerinci, Jambi[/caption]

Dikutip dari buku Harun Al Yahya, dikatakan jika sumber semangat orang-orang beriman berasal dari Iman, Cinta, dan Takwa kepada Sang Pencipta. Mungkin kita terlalu jauh dalam menggapai semua itu. Kadar iman, cinta, dan taqwa kita belum ada seujung kukunya para ulama (bukan berarti menyepelekan ketaqwaan seseorang ya) jadi jika Iman, cinta dan taqwa sekelas mereka tidak sampai, belajarlah menggapai semangat dengan jalan lain, dengan kebaikan yang setara.

Adanya persaingan sehat yang dapat menumbuhkan semangat diri untuk terus berlomba menjadi yang terbaik dari yang baik tentunya ini sangat baik diapresiasi. Karena jika dengan semangat kita bisa menjadi giat, maka penyemangat itu yang harus kita pelihara. Salah satunya persaingan sehat.

Jadi apakah arti pesaing buatmu? Apa arti saingan menurutmu? Pentingkah adanya persaingan itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar