Cita dan Doa Content Creator Desa: VivoBook Pro F570 ASUS AMD NVIDIA dalam Satu Laptop
Bada ashar, beberapa hari lalu Abah Uyuk salah satu sesepuh di kampung kami terburu-buru mencegat di depan mesjid.
“Tolong buat tulisan tema Isra Mi’raj buat di panggung, ya. Saat ini kita masih belum bisa beli banner dananya masih belum cukup.”
Saya menyanggupi meski dalam hati sedikit bertanya. Kenapa tidak sejak jauh hari sebelumnya tulisan berisi tema peringatan Isra Mi’raj ini diminta? Bukan saya malas, tapi masalah ada pada waktu dan perangkat yang terbilang kedodoran kalau harus diforsir kerja semalam suntuk ala ala Roro Jonggrang. Belum lagi mengurusi perform anak didik pondok ngaji masih banyak yang belum lancar hafalan yang akan ditampilkan saat malam puncak peringatan Isra Mi’raj nanti. Itu juga kan butuh waktu.
Sampai di rumah baru teringat kalau soal untuk latihan anak yang terpilih jadi wakil dari sekolah untuk mengikuti acara O2SN (Olimpiade/Olahraga Sekolah Nasional) tingkat se-Kabupaten Cianjur pun belum dicetak. Malah beberapa soal belum selesai dibuat. Rencana besok sore sepulang sekolah murid-murid yang ikut O2SN akan menginap di rumah. Sekaligus belajar memperdalam soal-soal karena sebagai guru bidang studi matematika (salah satu mata pelajaran yang diolimpiadekan) di SMPN1 Pasirkuda mau tidak mau keberhasilan murid perwakilan sudah jadi tanggung jawab guru bidang studinya.
Belum lagi tugas-tugas kuliah yang harus segera diselesaikan. Malu juga sudah beberapa Minggu beberapa tugas belum disetor karena kendala ini dan itu. Maklum kelas karyawan, sistem jarak jauh, di saat usia memasuki kepala 4 pula. Semangat tidak berkurang tapi kegesitan dalam belajar dan bagi waktu kalah jauh dibandingkan masa mengejar gelar sarjana dulu.Pusing juga rasanya menghadapi beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu hampir bersamaan sementara alat pendukung pekerjaannya memiliki kemampuan yang sangat terbatas. Belum lagi terganggu kondisi listrik dan sinyal yang sering mati.
Ya, sebagai seorang sekretaris di DKM Masjid di kampung, merangkap jadi blogger, relawan TIK yang juga sedang berusaha melanjutkan kuliah, sekaligus guru mengaji di Pondok Mengaji Al Hidayah, ditambah berprofesi sebagai tenaga pendidik di sebuah SMP yang lokasinya berada di perbatasan Ciwidey Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Cianjur yang jarak tempuh dengan kendaraan bikin mabuk di jalan karena kondisi jalan yang hancur kurang-kurangnya banyak piknik atau me time bikin diri ini bisa stress tingkat tinggi. Tapi mau gimana lagi, sejak awal konsekuensi dari masalah seperti ini sudah sering juga dialami.Sudah coba mengundurkan diri jadi sekretaris DKM, tetapi Pak Haji keberatan karena di kampung memang belum ada orang yang bisa menggantikan. Ada sih beberapa warga yang berprofesi sebagai guru juga, namun mereka justru tidak memiliki komputer jadi tidak heran kalau di antaranya malah ada yang sama sekali tidak bisa mengoperasikannya.
Di tempat saya setiap sekolah memang memiliki operator, jadi setiap ada laporan atau tugas guru yang kaitannya dengan sistem digital atau online, para guru terbiasa tinggal terima hasilnya. Semua yang mengerjakan ya sang operator itu.
JadiBeberapa Minggu lalu sudah saya usulkan kalau untuk hiasan panggung tinggal pesan banner saja ke percetakan di kota. Selain hiasan manual yang dibuat dari guntingan kertas berwarna warni sudah tidak jaman, juga dengan memakai layar banner panggung akan lebih bagus dan rapih terlihatnya. Tapi rupanya karena terbentur masalah dana, Abah Uyuk akhirnya kembali meminta saya buat hiasan jadul ala ala seperti tulisan yang sudah dibuat pada Peringatan Hari Besar Islam sebelumnya.
Saya sendiri bukan tidak ingin membuat hiasan untuk banner seperti banner yang kekinian, tapi kendala lagi-lagi ada pada sarana dan prasarananya. Si Dukun, nama yang saya berikan kepada laptop jadul Asus X8IS Series yang sudah 10 tahun lebih berjasa terhadap perjalanan hidup saya tentu saja kekuatannya sudah tertinggal jauh. Masih beruntung laptop sepuh ini masih bisa digunakan juga. Meski masih ber-OS Window Vista tapi untuk mengetik dan buat dokumen sederhana mah masih bisa dan ini sangat membantu saya, seorang warga kampung yang belajar jadi seorang yang multitasking.https://www.instagram.com/p/BbyeSRdng_J/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=jmnpmcuomjk3
Memang ya meski tinggal di desa, di jaman serba digital ini kemampuan dan ilmu dalam bidang informasi dan teknologi sangat dibutuhkan. Apalagi buat saya yang ngakunya blogger dengan segala atribut profesi dan kegiatan dibelakangnya itu. Hampir semua pekerjaan dan tugas dikerjakan mengandalkan perangkat laptop untuk menghasilkan konten yang maksimal. Contohnya beberapa hari ini mulai dari membuat tema dekorasi untuk acara Rajaban, soal latihan anak O2SN, nge-print hafalan anak santri untuk tampil lesengan, menyelesaikan tugas kuliah, sampai memastikan apakah artikel untuk blog sudah maksimal. Termasuk di dalamnya ada edit foto dan video. Dan itu baru sebagian karena masih ada banyak lagi hal lain yang pengerjaannya tergantung kepada si jadul laptop Asus X8IS Series di rumah.Padahal seperti kita tahu jamannya serba digital orang akan lebih tertarik dengan konten-konten kreatif yang menarik. Sudah tahu kan kalau orang Indonesia terkenal malas baca. Jadi foto, video, infografis dan sejenisnya lebih besar daya tariknya daripada artikelnya itu sendiri. Itu artinya untuk menghasilkan suatu konten yang kreatif, harus didukung oleh laptop yang mahir.
Bukan tidak ingin mengganti laptop lama dengan laptop kekinian yang sudah serba canggih dalam fitur-fiturnya. Tapi kendala selalu saja ada khususnya dalam soal finansialnya. Sampai awal tahun 2019 ASUS mengeluarkan laptop unik dan super mainstream VivoBook Pro F570, jujur dalam hati tentu saja ingin memilikinya. [caption id="attachment_7871" align="aligncenter" width="300"]Terbayang kalau dapat rezeki lebih dan bisa mendapatkan ASUS VivoBook Pro F570 ini beberapa kesukaran saya seperti yang saya sebut di atas akan dengan mudah diatasi.
1. Amazing Performance
Bekal yang disematkan ASUS kepada VivoBook Pro F570, prosesor andalan AMD Ryzen Mobile 5 atau Ryzen Mobile 7 yang dipadukan dengan kartu grafis milik Nvidia bernama GeForce GTX 1050, menjadikan laptop ASUS VivoBook Pro F570 digadang-gadangkan sebagai laptop pertama dengan prosesor perkawinan antara AMD dan kartu grafis dari NVIDIA.Tentu saja dengan dobel kekuatan dan teknologi, keduanya dipercaya dapat membuat kinerja VivoBook Pro F570 semakin mantul dan mengagumkan. Urusan design, ngetik, ngeprint, bikin data termasuk grafis dan lainnya bisa dijalankan sekaligus tanpa ngelag. Dengan kinerja CPU sekelas desktop pada laptop tipis dan ringan, bikin VivoBook Pro F570 dipercaya jadi laptop yang paling sesuai untuk gaming, bisnis, dan kreasi konten.
Besar harapan ini dengan menggunakan Asus VivoBook Pro F570 pada peringatan hari besar keagamaan di kampung nanti hiasan panggungnya sudah bisa diganti dengan banner design sendiri. Bukan sekadar diprint digunting dan ditempel lalu selesai acara dibuang gitu saja bagaikan foto sang mantan. Kan kasihan...
2. Audio Sonic Master ASUS X Series Didukung oleh Prosesor
Sonic Master adalah hasil kerja sama yang sangat spesial antara perangkat keras dan perangkat lunak pintar yang memang dibuat untuk memberi kontrol audio penuh untuk suara yang benar-benar luar biasa seperti terdapat pada film, musik, atau game.Guru ngaji juga manusia. Hahaha! Wajar kan suka mendengarkan musik atau sesekali bermain game? Apalagi kalau sedang kalut, musik memang bisa menenangkan saya. Setidaknya bisa bikin saya terlena lalu tidur lelap lebih cepat. Sementara bermain games sesekali saya lakukan untuk melatih otak dan motorik supaya tetap bisa berlatih, bergerak, berpikir, dan terus update informasi.
Kecanggihan ASUS VivoBook Pro F570 yang punya audio sangat jernih karena dibarengi teknologi Sonic Master di dalamnya bikin suara terdengar semakin jernih, jelas dan bersih. Nyaman saat mendengarkan nasyid, fokus pada saat menyelesaikan tantangan dalam permainan online.
Tidak hanya itu, presentasi ala ala di tempat kuliah, di kelas matematika atau di pondok mengaji pun sedikit banyak pastinya bikin saya jadi lebih pede. Tidak gogorokgokan mirip suara radio saluran AM saat musim hujan. Saat di rumah, bersama keluarga atau saat me time, kualitas waktu jadi lebih produktif kalau suara game atau suara nasyid yang ditangkap sangat jernih. Termasuk saat sendiri mempelajari bedahan kitab kuning atau sambil baca diktat perkuliahan.3. Eye Catching Look
Warna ASUS VivoBook Pro F570 memiliki keunikan. Warna stunning finish with lightning blue edges jelas membedakan kualitas dan kelasnya. Pada bagian logo dan sisinya terdapat warna biru yang tampak bling bling alias mengkilat. Menyatu dengan brush finish pada seluruh badan Asus VivoBook Pro F570 membuat terlihat penampakannya lebih gaya dan bangga.Meski termasuk mahasiswa tua usia, tapi gak salah dong kalau soal laptop tetap punya jiwa seperti anak muda? Ciee...
Dengan menenteng ASUS VivoBook Pro F570 sungguh siapapun akan semakin merasa percaya diri. Bikin pede dibawa ke kampus. Jujur saja selama ini di antara teman dan rekan kerja, Si Jadul ASUS X8IS Series milik saya yang paling tebal. Tebal di besaran maupun tebal di muka. Tebal muka ga tahu malu maksudnya. Hehehe! Yaa habis mau gimana lagi, biar tebal Si Dukun tidak dilupa karena sudah banyak jasa. Meski harus tebalin muka pemiliknya juga.4. Laptop Televisi?
Dilengkapi dengan Asus Tru2Life Video menjadikan laptop ini memiliki kemampuan meningkatkan tampilan warna dalam menayangkan gambar. Hal itu sejenis dengan yang dimiliki perangkat televisi. Menampilkan tayangan Full HD dengan rasio 16:9 dengan resolusi 1920x1080 pixel meski memiliki dimensi 21,9 mm dengan lebar layar 15 inci laptop seberat 1,9 kg ini memiliki tingkat kecerahan layar 200 nits dengan panel anti glare yang membuat penglihatan kita nyaman meskipun berada di berbagai kondisi pencahayaan. Meski berada dalam kondisi gelap sekalipun, laptop ini memiliki backlit keyboard chicklet full size. Jadi bekerja atau5. Fingerprint Sensor
Pada ASUS VivoBook Pro F570 sudah preinstall Windows asli. Sebelah kanan bagian atas kotak geser laptop ASUS VivoBook ini sudah dilengkapi fingerprint supported Windows Hello. Keunggulan dimana kecepatan pemilik laptop saat log-in akan lebih aman dan tidak diragukan lagi keakuratannya. [caption id="attachment_7879" align="aligncenter" width="300"]ooOoo
Dengan lima kelebihan itu saja (dan sebenarnya masih ada banyak kelebihan lainnya) kerepotan saya saat banyak pekerjaan dan tugas sudah terbayang akan segera teratasi.Saatnya ganti posisi, saatnya me-resign-kan Si Dukun, laptop jadul Asus X8IS Series yang sudah 10 tahun lebih berjasa terhadap perjalanan hidup saya ini...
Jadi beneran mau ganti Si Dukun dengan laptop canggih kekinian? Ya. Tapi sekali lagi tepatnya melengkapi Si Dukun, supaya bisa makin produktif dalam belajar menjadi content creator sekaligus menjadi pengasuh anak-anak didik dunia akhirat. Amin.
Just info: ASUS VivoBook Pro F570 Ryzen 7 dijual eksklusif di JD.ID, melalui mobile site disini atau desktop site disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar