Tips Atasi Kesulitan Wirausaha Kuliner
Menjadi peserta Wirausaha Baru (WUB) Jabar 2018 sedikit banyak telah memberikan saya banyak ilmu dan masukan terkait berwirausaha dan segala macam perintilannya. Digodok selama 5 hari 4 malam di Bandung, beserta ratusan peserta dari 4 angkatan yang berasal dari berbagai kota kabupaten di Jawa Barat memberi saya banyak inspirasi bagaimana sebaiknya menjadi wirausaha baru yang handal khususunya dalam bidang kuliner baik makanan maupun minuman.
Karena ternyata untuk menjadi wirausaha itu tidak mudah. Kesulitan akan timbul baik di awal memulai bisnis maupun saat bisnis sedang berjalan. Tidak hanya karena kita punya produk yang bisa kita jual lantas bisa jadi pengusaha. Tetapi memang ada liku-liku serta gelombang yang harus dilalui sebelum akhirnya bisa mematenkan diri dengan sebutan wirausahawan.
Ngobrol dan tukar pikiran dengan sesama pelaku usaha dari berbagai daerah telah memberikan banyak suntikan motivasi khususunya kepada saya yang masih bisa dibilang baru masuk ke dunia wirausaha ini. Sekiranya tips dan pengalaman mereka tidak hanya berguna bagi saya sendiri, tetapi semoga bermanfaat bagi yang lain, khususunya yang berminat mau buka usaha kuliner seperti saya.
Jadi sebelum mereka terjun ke dunia bisnis wirausaha bidang kuliner, ada beberapa hal yang harus dipikirkan sehingga saat berjalan nanti usaha tidak mengalami kendala. Menurut hasil obrolan yang bisa saya rangkum beberapa tips yang perlu dicermati ketika akan terjun ke dunia wirausaha kuliner adalah:
Tips Atasi Kesulitan Wirausaha Baru Kuliner
Niat Minat dan Kesungguhan
Miliki tiga hal tersebut di awal. Jangan sampai terjun ke dunia wirausaha atas bujukan atau dorongan pihak lain. Seharusnya menjadi pengusaha wirausaha sudah jadi niat minat dan kesungguhan pribadi. Lebih bagus kalau sudah punya passion atau hobi dalam meracik atau mengolah makanan khas yang akan kita jual.Modal
Modal tidak hanya berupa kucuran dana melainkan juga termasuk modal mental. Sikap pantang menyerah dan ulet akan menempa calon wirausaha menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting.Modal finansial bisa diusahakan dengan pihak ketiga atau modal pribadi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Akan tetapi modal mental tidak bisa diwakilkan kepada siapapun. Hanya usahawan itu sendiri yang bisa menentukan.
Jenis Usaha
Sebaiknya disesuaikan dengan keahlian, minat dan kebutuhan pasar. Jika mahir dalam membuat kulit ikan krispi maka perdalam jenis usaha kuliner tersebut sehingga terus menjadi pengolah kulit ikan krispi yang memiliki cita rasa yang khas.Lihat apakah pasar menyukai dengan produk olahan yang kita buat? Jika ya, kita bisa lanjut memikirkan bagaimana proses produksi selanjutnya. Namun jika pasar kurang minat dengan produk yang kita hasilkan sebaiknya pikirkan lagi apakah kita akan ganti produk (meski resikonya besar) atau coba cari lokasi lain yang sekiranya bisa menerima produk yang kita buat.
Atau meski tidak berpindah tempat, coba melirik pasar online. Sehingga jangkauan pasar lebih luas dan distribusi saat ini sudah semakin baik.
Tiga point itu yang oleh para peserta WUB Jabar 2018 dijadikan patokan jika kita ingin merambah dunia wirausaha kuliner bagi pemula. Adapun masalah lain seperti promosi, packaging, dan atau branding bisa dilakukan sambil jalan. Jika produk yang kita buat diterima masyarakat dengan sendirinya promosi maupun branding akan mengikuti.Aplikasi Kasir SPOTS
Mengikuti perkembangan teknologi yang kian hari kian pesat para wirausaha muda juga jangan sampai menutup mata. Semakin berkembang usaha yang digeluti dengan sendirinya akan muncul permasalahan seputar bisnis jual beli seperti bingung cara membuat catatan keuangan, stress memanagement pengelolaan pesanan, belum bisa memisahkan transaksi perdagangan sampai soal resi, kwitansi dan rekap transaksi harian.
Tenang, untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu wirausaha muda kuliner tidak perlu bingung karena sekarang sudah ada mesin kasir SPOTS.
Apa sih SPOTS?
SPOTS adalah perangkat multifungsi dari GOJEK untuk memenuhi sebuah kebutuhan pelaku UMKM di Indonesia. Mulai dari terima pesanan GO-FOOD, pembayaran dengan sistem GO-PAY, hingga laporan harian dari aneka ragam tipe pembayaran, dan cetak resi secara instan mudah dan cepat. Saat ini, SPOTS sudah digunakan oleh 15.000 outlet di seluruh Indonesia lho.
Dari usaha yang masih pakai gerobak, sampai yang punya booth, usaha di kantin, café, sampai restoran gede pun semua bisa menggunakan perangkat SPOTS. Karena memang SPOTS si aplikasi kasir online (sistem Point of Sale) ini ditujukan untuk mengelola pesanan penjual makanan mikro.
Dengan bantuan aplikasi kasir SPOTS, seorang wirausaha kuliner pemula dapat belajar berbisnis secara profesional sekaligus mengikuti perkembangan jaman serta teknologi. Dengan aplikasi SPOTS wirausahawan baru dapat lebih menghemat waktu untuk mengotomatisasi banyak tugas penjualan sehari-hari.
SPOTS dipasarkan dengan harga yang terjangkau, biaya aktivasi sebesar Rp. 290,000.00 dan biaya pemeliharaan Rp. 2,900 per hari.
Artikel ini didukung oleh SPOTS
Berikut video tentang SPOTS
https://youtu.be/yUK0LD8DOKk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar