Gadget Kewarasan Ibu Rumah Tangga
Bruk!
Kalau gak pintu yang dibanting, wajah yang ditekuk sampai cemberut. Uring-uringan marah tidak jelas, sebagai pelampiasan kekesalan hati kerap saya lakukan manakala masalah dalam rumah tangga muncul dan belum ada solusinya.
Bisa dibayangkan awal-awal menikah tinggal serumah dengan mertua itu rasanya ngeri-ngeri sedap. Ada orang terdekat bukannya ikut menenangkan malah sering bikin saya mewek sesunggukan. Ditambah setelah punya anak, kondisi perekonomian tidak juga membaik, bikin otak panas mikirin kebutuhan hidup. Sebagai ibu rumah tangga muda yang juga manusia, diri ini sadar, kadang waras kadang spaneng bahkan sering eror. Mau tidak mau semua itu harus saya terima.Banyak masukan sebagai solusi. Bu Ustadzah bilang sabar saja menghadapi masalah rumah tangga, serahkan semua kepada Tuhan. Helow, iya coba Anda yang jadi saya, Bu. Apa bisa tahan juga?
Pak Ustadz menyarankan banyak berdzikir, insyaallah masalah segera diangkat. Tapi hati gimana mau ikhlas ya Pak, kalau setiap saat bawaannya mumeeet dan jengkel. Ada waktu pun bukan buat dipakai “pasrah” ibadah, melainkan kerja keras biar hutang bekas beli susu anak segera terbayar.
Teman yang seorang psikolog menerangkan, masalah itu berat atau tidak tergantung bagaimana kita menyikapinya. Hemm... Karena itu mungkin saya sering marah tidak jelas, karena satu sisi saya menerima kenyataan, disisi lain saya butuh solusi namun tidak juga menemukan. Saya perlu pelarian untuk membebaskan semua tekanan.
Lain lagi kalau saran dari teman-teman warganet, mereka bilang masalah mau ada dan tiada manjakan saja diri dengan perbanyak me time. Nah! Mungkin itu. Saya selama ini lupa kalau saya juga manusia butuh waktu untuk memanjakan diri sendiri. Me time.Me time demi Kewarasan
Me time pun akhirnya kerap jadi pelarian saya. Itu lebih baik dari pada bentak-bentak anak gak karuan. Me time yang menggembirakan jiwa raga jadi pilihan saya daripada stress lama-lama memendam pikiran. Saya urutkan hal apa saja yang bisa bikin saya santai, tenang, nyaman dan bikin sejenak lupa masalah saat mengerjakannya. Ternyata ada dua hal sodara-sodara. Satu makan mie rebus campur telur dan cabe rawit, kedua ngutrek main game di ponsel.Meski rasa lega itu hanya sesaat (setelah midongek habis, mumet di kepala ya muncul lagi) tapi paling tidak saya sempat merasakan senang dan lupa dengan beban dan hutang.
Alhamdulillah seiring usaha suami yang mulai mapan, masalah rumah tangga mulai berkurang. Kini me time menyantap midongek sesekali saja saya lakukan. Kalau pun buat, cabe rawitnya tidak sebanyak dulu saat masih suka uring-uringan. Me time kedua saya yaitu main game. Jangan bayangkan game online sekelas League Legend, atau Arena of Value ya, hahaha... Saat itu belum ada dan yang bisa saya instal di ponsel jadul sejuta umat hanya game Candy Crush Saga. Game cemen yang tidak butuh keahlian khusus.Lumayan, meski kadang lagi seru-serunya main eh ponsel mendadak mati karena baterai tidak cukup lagi, saya bisa naik level dikit-dikit. Kadang kalau perlu kecepatan tinggi karena diburu waktu, saya bisanya pasrah saja. Sadar diri kalau ponsel yang dipakai, ponsel jadul dengan RAM dibawah 1 Gb. Masih untung bisa ngejar ketinggalan speknya juga.
Rezeki datang ketika saya diterima kerja menjadi tim media dan sosial media aktivis sebuah lembaga perburuhan di tanah air akhir tahun 2016. Gaji pertama langsung saya belikan ponsel terbaru saat itu, Asus Zenfone Max 3.
Sejak itu, saya tidak lagi kurus. Hadeuh. Maksudnya gak terlihat kaya orang susah, banyak pikiran. Soalnya saya (juga merasa) sedikit lebih riang. Sebesar apapun masalah rumah tangga saya tetap masih bisa jadi content writer dan sosial media aktivis. Meski masih sering cek cok dengan keluarga saya masih bisa happy. Berat badan saya mulai nambah. Meski sering begadang menemani anak bayi yang bangun malam-malam tapi kehadiran midongek dan game di hp bikin saya bisa menjalani semuanya disertai senyum dan bahagia.Resolusi Ganti Ponsel
Saat orang ramai bikin tagar #2019gantipresiden #eh saya mah melenceng #2019gantiHP saja. Tidak disangka, pertengahan Desember 2018 Asus Zenfone Max 3 tiba-tiba berenang karena air minum anak tumpah dan merendamnya. Waduh, terpaksa selama seminggu lebih saya berhenti dari banyak kegiatan dan pekerjaan. Bahkan kehilangan job yang sudah disepakati gara-gara saya tidak bisa dihubungi di sosial media.Saat itu saya merasa kehadiran ponsel benar-benar dibutuhkan dalam hidup saya. Mungkin job dan pekerjaan itu memang bukan rezeki. Salah saya juga kenapa tidak segera mendapatkan ponsel penggantinya?
Merasa ponsel saat ini sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan maka saya pun mencari informasi terkini terkait ponsel terbaru. Kebetulan, akhir tahun 2018 blogger ibukota ramai-ramah menghadiri acara launching ponsel terbaru dari Asus. Saya memantaunya dengan harapan dapat bocoran ponsel yang cocok dan bisa menggantikan si Zenfone Max 3 yang saat ini pengoperasiannya sudah tidak maksimal.
Dan masuklah informasi terkait ponsel Asus Zenfone Max M2 yang banyak sekali kelebihannya. Saya tertarik untuk memilikinya selain karena spesifikasi yang dimilikinya sudah kekinian, juga harganya sangat terjangkau.Asus Zenfone Max M2
Ibu rumah tangga desa kek saya ini bukan tidak mau beli ponsel mahal tapi masalah utama kan ada di keuangannya. Jadi pilihan jatuh kepada ponsel yang spesifikasinya menunjang tetapi harganya juga terjangkau. Tanpa banyak pikir, karena saya sudah merasa nyaman dan percaya kepada kualitas produk Asus, saya pun jadi #2019gantiHP membeli Asus Zenfone Max M2 secara online dari e-commerce langganan saya, Lazada. Tiga hari kemudian ponsel gahar ini pun sampai di tangan saya. [caption id="attachment_7552" align="aligncenter" width="212"]1. Longlife
Mau buat artikel yang harus disetor ke kantor, mau ngeblog, mau buka-buka semua akun media sosial kini tidak lagi takut lowbat. Tidak ada lagi drama menyedihkan pas seru main game tiba-tiba baterai ngedrop. Soalnya Asus Zenfone Max M2 ini punya kekuatan baterai longlife 4000 mAh. Seperti biasa saya mengerjakan pekerjaan, ngeblog dan silaturahmi dengan teman dan saudara, ditambah main game, tapi kekuatan ponsel Asus Zenfone Max M2 ini masih kuat dari pagi hingga malam. Saya nge-charge cukup sekali malam saja saat saya tidur. Fast charger pula.2. Wide Screen
Semua pekerjaan termasuk ngeblog dan me time semua saya lakukan melalui ponsel. Orang yang belum tahu mungkin tidak percaya. Tapi itu sebenarnya. Saya tidak tertarik membuka laptop meski suami sedang tidak menggunakan nya. Mungkin karena sudah terbiasa menggunakan ponsel saja. Alhamdulillah meski lebih banyak melototi layar ponsel, mata saya tidak kelilipan. Layar Asus Zenfone Max M2 sebesar 6.3 inchi cukup lebar. Saya cukup nyaman dengan ukuran layar 19:9 dengan resolusi HD+. Ditambah dengan system operasi pure Android Oreo 8.0 yang kekinian, bikin tampilan layar ponsel sangat bening tampak di mata.Oya, ada lagi nih. Dengan system operasi pure Android Oreo 8.0 bikin main game apapun terasa lebih kenceng. Mungkin faktor itu juga yang membuat saya bisa melesat jauh mengejar level hingga kini level saya berada di posisi pertama antar sesama gamers Candy Crush Saga. Luar biasa bukan? Ini semua karena Asus Zenfone Max M2 yang sangat ringan untuk bermain game.
Syariat pakai ponsel game Asus Zenfone Max M2 ini level seorang ibu rumah tangga seperti saya di Candy Crush Saga bisa meningkat sangat pesat. Bisa dibilang saya lah gamer ndeso dari Indonesia dengan level tertinggi. Ini buktinya: [caption id="attachment_7557" align="aligncenter" width="173"]
3. Prosesor ngibrit tapi tiis
Ngibrit (basa Sunda artinya lari kencang) dan tiis (basa Sunda artinya dingin, kalem) saya rasa dan temui pada ponsel Asus Zenfone Max M2 ini waktu pengalaman bermain game Candy Crush Saga beberapa jam sekaligus. Saat itu saya dapat bonus perpanjangan waktu nonstop selama 6 jam. Selama itu pula saya gunakan untuk bermain sepuasnya. Alhamdulillah, ponsel tetap tiis dan performa nya juga tetap ngibrit. Pencapaian ngegame Candy bikin tangan ini gatal mau juga mainin FreeFire, game bawaan dari ponsel Asus Zenfone Max M2. Saya pun mulai melirik game FreeFire. Main game dengan ukuran cukup besar ini tidak bikin lola alias loading lama loh. Itu semua karena Asus Zenfone Max M2 ini dibekali prosesor terbaru yang kencang tapi hemat energi yakni Qualcomm Snapdragon 632. Karena itu meski game sekelas FreeFire pun ponsel tak pernah ngelag.4. Kamera canggih
Meski Asus Zenfone Mak M2 ini termasuk ponsel gaming, tapi jangan salah dia juga punya kualitas dalam kamera. ASUS ZenFone Max M2 hadir dengan kamera ganda 13 megapiksel dan 2 megapiksel disertail lampu flash. Sedangkan kamera depan memiliki sensor 8 megapiksel ditambah softlight LED.5. Display nyaman
Layar keseluruhan screen sebesar 6.3 inci bikin kita nyaman melihat lebih banyak dan memberikan pengalaman menonton ke level lebih tinggi. Dengan screen to body ratio yang besar dan layar HD+, streaming video ataupun bermain game, benar-benar puas. Sungguh saya jadi dapat menikmati kecanggihan ponsel ini dengan sempurna.6. Body Premium
Design Asus Zenfone Max M2 terbuat dari premium metal yang sangat ramping. Jadi meski punya layar 6.3 inchi namun ponsel ini sedikitpun tidak terlihat besar. Ada 3 pilihan warna, hitam, biru dan perak dengan ketebalan body 7.7mm saja.7. Original Accessories
Setiap pembelian Asus Zenfone Max M2 sudah termasuk softcase original buatan pabrik yang diperuntukan oleh Asus. Juga disertakan alat pembuka simcard yang unik. Keren kan?Nah... Dari 7 kelebihan itu saja, (dan sebenarnya masih banyak kelebihan lainnya) Asus Zenfone Max M2 jelas sudah memiliki keunggulan meski harga resmi yang ditawarkan cukup terjangkau.
Harga resmi ZenFone Max M2 adalah Rp. 2.299.000 (untuk kapasitas memori 3GB/32GB) dan Rp 2.699.000 (kapasitas Ram 4GB/64GB memori). Jadi kalau ibu rumah tangga ndeso macam saya saja mampu beli, kalian rang orang kota yang penghasilan di atas 5 juta pasti lebih mampu lagi lah..._______
Okedeh. Banyak juga ya ternyata saya bagi pengalaman ini. Saya tidak maksa mengajak ibu rumah tangga untuk bermain game biar pada waras, ya. Tapi jika ibu-ibu keukeuh mau main games, dengan alasan buat me time supaya hidup dan kehidupan terasa lebih indah, seperti saya, ya tidak ada salahnya juga. Secara main game itu ada manfaatnya juga kok.Manfaat games:
Bisa meningkatkan kinerja otak, termasuk IQ dan EQ kita; bisa menghilangkan stress; melatih kemampuan bahasa; memupuk semangat dan optimisme; terus menggali kreativitas, kemampuan, dan pemecahan permasalahan. Dan masih banyak lagi, termasuk sebagai ajang latihan. Ya, latihan bermain game. Siapa tahu kedepannya jadi atlet e-sports (game online gitu) secara di Asian Games 2018 saja e-sports sudah masuk jadi salah satu cabang yang diperlombakan. Yuk bersiap ikut cabang olahraga elektronik di Asian Games 2022.
Di akhir curhatan ini, izinkansaya kasih beberapa tips ngegame ya:Tips bermain game untuk ibu rumah tangga
1. Pastikan lebih dulu menyelesaikan kewajiban.Seperti masak, beberes rumah, urus anak dan kewajiban lainnya. Jangan sampai keasyikan main game sampai lupa waktu dan keluarga terbengkalai. Bisa-bisa nanti dipecat jadi istri gara-gara jadi gamer, gawat kan.
2. Pilih game yang cocok.Tidak semua game kita sukai. Tidak semua game bisa kita mainkan. Pilih (instal) game yang benar-benar kita suka dan kuasai. Ini selain menjadikan kita selaku gamer (ibu rumah tangga) lebih bisa belajar konsisten, juga mengurangi pemborosan penggunaan memori di gadget kita.
3. Pilih gadget mumpuni.Semua ponsel mungkin bisa dipakai main game. Tapi tentu saja semakin canggih teknologi semakin banyak spesifikasi ponsel yang dikhususkan untuk aplikasi tertentu. Ponsel gaming seperti Asus Zenfone Max M2 ini pastinya sangat cocok jika dipakai untuk bermain game. Penunjang seperti daya tahan baterai, mesin yang tidak cepat panas, kecepatan yang stabil semua itu sangat menunjang dalam bermain game. Dan semua itu belum tentu dimiliki semua ponsel, bukan?
4. Tips terakhir. Ada yang bisa menambahkan? Silakan share biar semakin banyak ibu-ibu rumah tangga yang semakin
Semua foto: pribadi dan dari www.asus.com/id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar