Tiga Prioritas Hidup Bikin Hidup Nikmat dan Sehat
Sebagai anak yang besar di lingkungan pedesaan, sejak kecil saya dididik untuk mempertahankan ajaran yang sangat diutamakan. Beberapa ajaran itu adalah bagaimana saya harus memperhatikan tiga perkara hidup. Tiga perkara berupa iman, Islam dan kesehatan.
Jadinya sampai dewasa bahkan setua sekarang ini yang jadi prioritas dalam hidup ya tiga hal itu. Ditambah anak, karena setelah punya anak, prioritas apa-apa pasti ujungnya mikirin buat anak.
IMANIman selalu diagung-agungkan para guru mengaji dan orang tua sebagai “sebuah kekuatan” yang nilainya tiada tara. Sungguh sangat bahagia orang yang beriman.
Iman memang cukup sulit dimengerti apalagi oleh anak-anak atau pemikiran orang awam. Seorang sesepuh pesantren pernah mengatakan, banyak santri yang mengaji sampai bertahun-tahun tapi kadar iman nya masih dangkal. Karena memang iman susah dijabarkan.
Manusia bisa memahami iman dengan mengambil hikmah dari apa yang Allah gambarkan dalam Al-Qur’an, terkait wasiat Nabi Ibrahim kepada anak keturunannya.
“Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. Al-Bqarah [2]: 132).Dengan kata lain, jika ada yang harus dipegang teguh, meski harus nyawa taruhannya, maka itulah iman.
Tanpa iman, apapun kebaikan yang dilakukan, sama sekali tidak akan punya nilai. Itu kenapa iman menjadi dasar dan hal paling penting bagi kehidupan seorang muslim. Itu kenapa muslim sangat dilarang keras mempersekutukan Allah.
Saya kutip dari penulis buku La Tahzan, Aid Al-Qarni, “Manakala kita berlepas diri dari Islam ini, otomatis kita telah berlepas diri dari kemuliaan, keaslian, kejayaan, dan keagungan kita.”
Kehilangan iman adalah kerugian tiada tara. Maka dari itu usahakan prioritas sepanjang hidup adalah mempertahankan iman. Insyaallah.
ISLAMPrioritas kedua dalam hidup adalah islam. Bersyukur untuk yang telah memperoleh hidayah ini. Tidak semua bisa mendapatkan islam dengan mudah, lho!
“Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” QS. Al-An’am [6]: 125).Lihat saja sekitar kita, masih banyak orang yang belum menyadari kenikmatan islam. Termasuk saya sendiri, masih banyak yang dikeluhkan. Tidak punya uang, menggerutu. Kena sakit, mengeluh. Mendapat ujian, galau dan gelisah tidak ketulungan. Padahal kalau sedang diberi kemudahan, lupa deh sama Allah.
Kita mudah sekali sensi alias baper oleh kurangnya nikmat material, tapi sama sekali tidak sadar dengan dahsyatnya nikmat Islam yang telah kita dapat.
Teringat tips dari guru mengaji yang kembali kami sampaikan kepada santri mengaji di rumah, cara supaya kita bisa memelihara keislam-an dalam diri adalah dengan mencontoh Rasulullah dalam kesehariannya.
Ya, itu saja. Shalat tidak terlewat, baca Al-Qur’an setiap hari. Infak, sedekah dan zakat tidak harus diminta. Berpuasa. Menunaikan haji bila mampu.
Itulah prioritas hidup kedua saya setelah iman. Sementara prioritas ketiga adalah sehat. Banyak orang belum paham kalau kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga. Tanpa jiwa dan raga yang sehat, iman tidak maksimal dan ke-Islam-an juga tidak akan optimal.
SEHATMenjaga kesehatan sama pentingnya dengan terus meningkatkan iman dan taqwa. Pola hidup sehat yang pernah diajarkan seorang pemimpin pondok pesantren di dekat tempat tinggal saya adalah sebagai berikut:
Dalam mengonsumsi makanan, makan apa yang diperlukan. Bukan apa yang menyenangkan. Saat ini kita makan hanya apa yang disenangi, sehingga lupa dengan apa yang diperlukan. Tidak semua makanan akan dimakan oleh orang yang punya pola pikir makan apa yang diperlukan. Bukan apa yang menyenangkan.
CukupTerinspirasi dari Kitab Misykat karya Imam Ghazali. Di sana disebutkan bahwa ada sahabat Nabi yang sehari sekali makan. Ada yang tiga hari sekali makan, ada yang sepekan sekali makan bahkan ada yang 40 hari sekali makan.
Wajar kalau Nabi dan para sahabat, rata-rata hidupnya sehat, karena mereka makan secukupnya. Tidak maruk.
HalalSangat penting, jangan makan kecuali yang halal. Jangan hanya karena urusan makanan kita sampai menabrak syariat Allah, hingga tidak peduli lagi halal-haram.
Rizki itu sudah ditetapkan oleh Allah. Jadi tidak mungkin kurang, salah apalagi tertukar.
GerakSetelah makan, orang zaman sekarang banyak yang diam bahkan tidur. Padahal Rasulullah tidak ada itu malas apalagi banyak tidur.
Jaman sekarang gerak bisa diartikan olahraga. Kalau tidak lari ya harus jalan, gerakkan semua anggota badan.
KewajibanBagi seorang muslim, mau sehat lakukanlah shalat. Shalat bukan ibadah semata, melainkan juga gerakan fisik. Kesehatan fisik yang menyatu dengan jiwa itu ada pada sholat. Tapi kalau sekarang banyak orang cidera karena olahraga, sementara shalat kurang diperhatikan, ya.
Kalau jiwa raga sudah sehat, insyaallah kita bisa produktif dalam amal shaleh dan bisa efektif waktu, energi dan hemat biaya.
Setiap orang pasti punya prioritas yang berbeda, jadi apa prioritasnmu saat ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar