Mengidolakan Pelakor?
Tahun 1995-an, ketika masih kinyis-kinyis pakai seragam putih biru lagu “Rasa Cintaku” yang sering terdengar dari radio sangat saya hafal lirik dan lagunya. Saya sangat mengidolakan penyanyi nya. Tidak mengira sama sekali jika sekarang, mungkin orang bilang kok mau-maunya mengidolakan seorang (maaf) pelakor
Rasa Cintaku Cintaku semakin dalam padamu sejak kutahu cintamu Kasihku t'lah kaubawa dan tunjukkan arti sebuah kesetiaan Sungguh terlalu rasa cintaku padamu Tak ingin lagi yang lain Jangan ada kata-kata berpisah Jangan, jangan, aku takut mendengar Kuingin selalu selamanya denganmu Hatiku diselimuti cintamu menghangatkan jiwaku, oh... Sungguh terlalu rasa cintaku padamu Tak ingin lagi yang lain Jangan ada kata-kata berpisah Jangan, jangan, aku takut mendengar Kuingin selalu selamanya denganmu, oh... Hanya engkau saja satu-satunya Tempatku bersandar di dalam dunia Hanya kepadamu kuserahkan cintaku, oh... Jangan ada kata-kata berpisah Jangan, jangan, aku takut mendengar Kuingin selalu selamanya denganmuDi kota tempat saya tinggal sampai sekarang ini, penyanyi itu kembali mengeluarkan album yang isinya lagi-lagi sesuai kata hati. Penyanyi idola saya ini seolah bisa merasakan apa yang saya rasakan.
Lagu berjudul “Beri Kesempatan” seolah menjadi ucapan saya untuk seseorang yang saya tinggalkan tadi...
Beri Kesempatan Katakan saja, tak perlu lagi kausembunyikan Semua prasangka yang ada dalam hatimu Sudah terlanjur 'ku terperangkap gejolak asmara Dan tak pernah ada rasa cinta di hati Memang kuakui semua ini kesalahan padaku Tetapi mengapa tiada kata-kata maaf darimu Tak sanggup lagi aku menangis, kering sudah air mata Berilah kasih 'ku kesempatan merubah s'gala sifatku Ataukah aku harus pergi
Semua rasa itu mengalir begitu saja, tanpa saya sadar kalau diantara kami sebenarnya ada rasa takut kehilangan. Pun demikian dia, yang tidak berani mengucap dan mengalah. Namun yang menjadi masalahSaya benar-benar menangis. Kenapa semua ini harus terbuka pada saat yang salah?
Setahun kemudian muncul “Harus Malam Ini". Tepat ketika saya memasuki tahun mengenakan seragam putih abubabu. Tahun berikutnya terlahir lagi rangkaian kata berjudul “Tiada Lagi” dari penyanyi sang idola ini. Bersamaan dengan masa-masa saya kembali merasakan jatuh cinta dengan teman sekelas. Ah, masa indah sekaligus masa yang bikin saya pustasi. Saya patah hati.
Bagaimana tidak, kami jadian dan jadi sepasang bulan-bulanan kawan di kelas. Pulang sekolah bareng, ikut acara di luar jam pelajaran bareng, sampai apel ke rumah kost diantar kawan beramai-ramai. Masa indah yang mirip Ada Apa Dengan Cinta kali ya...
Tapi siapa kira juga, jika bersamaan dengan tahun kelulusan kami, dia memutuskan saya dengan alasan dia ingin sendiri saja. What? Alasan apa pula itu?
Sebagai perempuan ya saya tidak bisa bagaimana... saya mencoba bijak (ceile... Sakit hati saja pakai gaya pula) saya mencoba menerima keputusannya. Kami (berusaha) pisah secara baik-baik, meski kenyataannya tidak begitu. Bagaimana tidak, kami sekelas!
Setiap sampai di tempat kost, lagu penyanyi idola “Kusalah Menilai” jadi teman saya pagi siang dan malam. Nonstop kasetnya (masih jaman kaset loh ya) saya putar di radio tape recorder warisan almarhum bapak.Sedih, kecewa, dunia berasa runtuh itu mungkin seperti itu rasanya. Teganya...
Ku Salah Menilai Sekian lama sudah kita t'lah bersama namun kau banyak berubah kini tiada lagi rindu di hatimu yang dulu hanya untuk diriku harus kusadari kita Semakin t'lah berbeda Rasanya Tak mungkin bersama lagi Biar kusimpan rasa kecewa Biarlah aku yang mengalah Takkan ku menghalangi keinginanmu Biar kucari jalan sendiri Biarlah asal kau bahagia Mungkin ini semua kesalahanku menilai dirimuSelama belasan tahun selanjutnya, 1999-2012 tepatnya, lagu itu selalu saya nyanyikan dalam diam. Semua lagu yang dibawakan suara emas milik penyanyi idola saya itu saya hafal, terasa jadi teman, pelampiasan kekecewaan sekaligus pelipur kesedihan. Hingga saya bertemu jodoh sepulangnya dari Taiwan, baru perlahan semua itu saya tinggalkan.
Belasan tahun hidup di rantau dengan akses komunikasi lebih banyak tersendat bikin saya kurang apdet dengan berita terbaru dan terpanas. Termasuk kisah perjalanan hidup sang penyanyi idola saya ini.
Kalau kalian tahu lagu yang menjadi kata hati saya sejak saya ABG sampai sekarang itu, pastilah kalian tahu, siapa gerangan penyanyi sang idola saya. Teman teman satu angkatan dengan saya pasti tahu berita heboh tentang dia. Dan buat yang sama sekali tidak tahu jalan ceritanya, bisa searching di mesin pencarian. Saya yakin semua dengan mudah akan terkuak mengingat sang idola dan masalahnya adalah masalah yang sangat buming apalagi saat ini. Pelakor.Wallahualam dengan semua itu. Tapi saya tetap menyukai semua lagu dan lirik sang penyanyi. Orang boleh mencaci maki dia, tapi karya dan seninya tetap ada melegenda dalam hati saya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar