Minggu, 25 November 2018

5 Fakta Diri Tidak Bisa Disanggah Lover maupun Haters

5 Fakta Diri Tidak Bisa Disanggah Lover maupun Haters

  Jadi berasa diomongin dalam acara infotainment televisi nih pakai bahas fakta-fakta yang ada di diri sendiri segala. Hahaha... Seberapa penting sih sampai orang yang baca blog harus tahu masalah ini? Baiklah namanya juga manusia ya, ada sisi positif sebaliknya ada juga sisi negatif. Terserah orang mau bilang bagaimana karena penilaian manusia memang relatif. Yang pasti berikut ini fakta yang ada di diri saya dan tidak bisa disanggah lagi baik oleh lover maupun hater. Yailah, bahasanya gak kuat deh...

Blogger Kampung

Domisili di Pagelaran, sebuah kecamatan berada di selatan Kab. Cianjur Jawa Barat dengan akses jalan naik turun, listriknya sering mati, internet nya lup lep muncul tenggelam, bikin saya sukses menyandang gelar blogger kampung blogger urang gunung. Ndeso. Tidak dapat dibantah lagi.

Seiring adanya kemajuan signifikan Provinsi Jawa Barat setelah dikepalai oleh Ridwan Kamil, besar harapan saya Cianjur Selatan tempat saya tinggal yang selama ini memiliki sebutan kabupaten tertinggal di Jawa Barat, lambat laun bisa disamakan dengan kota dan kabupaten lainnya, meski kejauhan kalau mau sejajar dengan Meikarta eh planet Bekasi mah...

 

Mantan TKW

Fakta kedua yang tidak bisa dibantah siapapun, adalah seperempat usia selama saya hidup hingga tahun ini, saya habiskan di luar negeri. Bukan jalan-jalan atau menjalankan tugas negara, melainkan saya kuli, alias buburuh as known as kerja. Jadi TKW saya jalani di tiga negara, Singapura, Hong Kong dan Taiwan. Selama di perantauan itu saya mengalami berbagai pengalaman luar biasa, mulai dari korban tindak pidana orang alias human trafficking, mendapat hong pao tidak terduga dari pasien yang dijaga, sampai kerja di salon, dan melamar kerja ke kantor berita hingga jadi jurnalis sampai sekarang. Ini fakta meski tidak akan banyak yang percaya.  

Aktivis Migran

Pengalaman jadi korban trafficking menyisakan berbagai pengalaman luar biasa. Tidak banyak yang bisa bangkit, atau kembali ke kehidupan semula. Kecuali mereka yang tahan banting dan mental baja. Kata orang saya salah satunya. Merasa gimana susahnya kerja tidak sesuai kontrak, saya tidak ingin ada saudara sebangsa dan setanah air yang kembali mengalaminya. Karena itu saya mengadvokasi teman-teman pekerja migran pada umumnya. Safety work, safety recruitmen.

Hari Buruh, menjadi hari besar bagi saya. Hari dimana semua aspirasi dan tuntutan buruh sebebas-bebasnya bisa disuarakan. Tidak sampai disitu, ada pemberdayaan TKI Purna. Dimana sepulangnya dari negeri orang para pekerja migran minimal harus bisa mandiri dan memaksimalkan uang yang dimiliki supaya bisa berkarya di dalam negeri dan tidak kembali lagi ke luar negeri.

Diam ditindas atau bangkit berjuang. Sampai kapanpun kaum buruh akan tetap jadi korban selama perlawanan tidak diperjuangkan.

 

Suka Berpetualang

Tidak harus nunggu kaya untuk bisa piknik, itu slogan saya sejak tahun 2009 lho. Jadi duluan saya dong ya dari pada jargon sebuah iklan situs aplikasi travel yang sangat wara-wiri di tv itu.  

Pembelajar Sejati

Tidak ada manusia yang sempurna. Apalagi saya yang hanya seorang wong ndeso. Sementara kemajuan jaman dan kecanggihan teknologi terus meningkat pesat.

Tahu diri sekembalinya balasan tahun dari rantau semua serba beda dan tertinggal saya tidak ingin lebih jauh tertinggal. Saya harus mengejar berbagai ketinggalan dengan belajar (lagi).

Ilmu tidak berat dibawa, begitu kata pepatah almarhum bapak dan mama yang tinggal sebelah. Karena itu selagi bisa, saya berkorban demi bisa menggali ilmu, pemahaman serta wawasan. Syukur-syukur ilmu yang saya dapat bisa disampaikan kembali kepada orang lain.

Mencari ilmu tidak hanya cukup ilmu dunia atau pembelajaran di sekolah saja, tetapi dibarengi dengan ilmu yang bermanfaat yang mana ketika kita telah terbujur kaku, akan ada amal baik yang wallahu'alam semoga bisa menemani kita di dalam kubur. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar