Gaya Rambut Putra Pertama
Waktu anak kita lahir, saat aqiqah dan cukur rambutnya masih ingat berapa gram berat yang didapat?Rambut Fahmi saat lahir tampak kelimis dan berminyak. Setelah dimandikan dan kering, ternyata rambutnya yang halus itu tetap kelimis basah, seperti lengket. Jadi saat proses cukur rambut, tidak banyak hasil yang didapat. Tidak mencapai satu gram deh.
Setelah lewat masa cukur rambut beberapa bulan, seiring pertumbuhan fisiknya, saya pikir rambut Fahmi akan berubah juga. Tapi ternyata tidak. Rambutnya malah makin kelimis dan nempel. Seperti habis keramas atau keringatan gitu.
Banyak yang bilang kalau sudah dicukur habis nanti rambut bayi akan tumbuh lebih bagus. Saya dan suami pun sepakat mencukur habis rambut Fahmi. Sekaligus membuang rambut kelimis yang dibawanya dari rahim itu. Berharap setelah dicukur habis rambut kelimisnya akan berganti rambut yang kuat.
Suami pikir sekadar mencukur rambut bayi ia sendiri juga bisa. Secara rambut saya dan rambut mama mertua ia yang selalu memotongnya. Meski model rambut pendek saja tapi lumayan rapi. Dari pada ke hair salon mending uangnya buat kebutuhan lain.Tapi ternyata kali ini suami justru gak bisa mencukur rambut anaknya sendiri. Selain masih takut karena masih bayi, juga karena kondisi rambutnya Fahmi yang selalu basah itu. Gunting jadi susah memotong rambutnya. Seakan gunting yang baru saja diasah itu menjadi tumpul.
Akhirnya kami membawa Fahmi ke spesialis cukur rambut. Mungkin dengan alat khusus milik mereka akan memudahkan mencukur rambut kelimis bayi. Tapi di sana juga mereka angkat tangan. Sudah muter sana muter sini sudah gaya sana gaya sini, tetap mereka kesusahan mencukur rambut Fahmi.
Alat cukur tidak bisa “menggigit” karena rambut si ade terlalu lembut, begitu alasan mereka.
Kami pun pulang dengan rasa heran. Tapi kami bersabar. Mungkin setelah besar dikit nanti rambutnya bisa dipotong.
Akhirnya kami memantau benar pertumbuhan rambut Fahmi. Kelimisnya mulai berkurang dan terlihat rambut cokelat nya ikal meringkel. Lucu dan bikin geli.Baru pada usia setahun lebih, setelah rambut nya panjang dan bisa kami pegang suami memutuskan untuk memotong rambut Fahmi. Tanpa memikirkan model potongan rambutnya yang penting rambut ikal yang dibawa sejak lahir itu bisa dibuang dirapihkan.
Saya masih ingat, saat itu Hari Idul Adha. Fahmi tertidur lelap setelah semalam begadang ikut dibawa ayahnya takbir di mesjid. Nah saat tidur itulah sejumput demi sejumput rambutnya berhasil digunting oleh ayahnya. Torombol memang, tapi kami pikir itu lebih baik. Nanti bisa dirapihkan. Sejak itu kepala Fahmi yang berrambut galing kriwil berubah jadi botak. Kami berharap dan seperti orang bilang, saat tumbuh rambut baru nanti ikalnya akan hilang.Tapi setahun setengah kemudian, saat rambut Fahmi mulai panjang lagi, ternyata ikalnya masih ada. Hanya memang berada di ujung. Dengan gaya rambut seperti itu, Fahmi jadi tampak seperti anak perempuan!
Usia 4 tahun tiba-tiba Fahmi dengan kesadaran sendiri mau dicukur ketika melihat ayahnya potong rambut. Kami senang dong, karena dengan berambut pendek demikian akan lebih terlihat tampang cowoknya. Tak akan ada lagi yang memanggil nya Neng atau sebutan anak perempuan lainnya.
Seiring berjalannya waktu, rambut Fahmi kembali memanjang. Anehnya sejak ia minta dicukur sampai sekarang Fahmi tidak mau dicukur lagi. Karena itu kini rambut nya sudah panjang. Lagi-lagi banyak yang mengira Fahmi sebagai anak perempuan karena potongan rambutnya yang ikal jauh dari potongan model rambut pria.
[caption id="attachment_5866" align="aligncenter" width="300"]Fahmi masih berambut gondrong hingga kini, ia bilang mau dicukur kalau ia hendak masuk sekolah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar