Senin, 04 Juni 2018

Anak Hebat Dunia Akhirat

Anak Hebat Dunia Akhirat

Seorang mom blogger yang punya niche parenting kasih komentar di status saya ketika saya bilang, Fahmi putra saya tidak bisa ikut lomba karena anaknya pemalu, gak bisa berprestasi: “Gak harus tentang prestasi dalam artian dapat piala atau berani tampil, kok. Anak yang bisa mandiri makan sendiri juga termasuk prestasi dan bisa ikut lomba. Fahmi bisa naik gunung, kan, prestasi juga.”

Terasa sejuk rasanya dalam hati setelah membaca pemikiran mom blogger sekaligus bunda bijak ini. Disaat orang tua lain pada membanggakan anak yang pandai menari, menyanyi, dan atau penampilan lain, sementara di sisi lain orang tua yang punya anak pemalu dan tak pandai perform merasa tersudut dan terkucil.

Tapi tidak dengan mom blogger yang satu ini. Melalui pendapat nya yang berimbang, bunda dua anak ini bisa jadi penenang dan mendamaikan.

Benar, bagi seorang anak mungkin dibilang berprestasi karena ia pandai menari di atas panggung ditonton banyak orang. Tapi bagi anak lain, sudah bisa makan sendiri saja itu pun bisa dikatakan sebagai prestasi yang membanggakan. Karena kemampuan satu anak dengan anak lain jelas beda.

Sebagai orang tua seharusnya saling mengerti bahwa satu anak dengan anak lainnya jelas berbeda dan punya kelebihan serta kekurangan masing-masing. Tidak perlu mengelompokkan anak berprestasi dan tidak, tidak juga membedakan antara anak pemberani dan anak pemalu. Karena semua anak istimewa.

Saya tahu Fahmi putra saya punya sifat pemalu dan susah beradaptasi jika bertemu orang asing. Menyendiri dan mencari ketenangan menjadi pilihannya daripada main ramai-ramai dan berada diantara kebisingan. Meski lama-lama Fahmi akan terbiasa dan bisa mengikuti permainan yang diadakan teman sebayanya. Tapi tentu saja saya tetap bangga padanya. Tetap memperlakukan bahwa ia anak yang luar biasa, anugerah buat kami yang tidak terhingga nilai nya.

Saya yakin Fahmi bisa seperti anak pada umumnya bila ia sudah terbiasa. Tumbuh kembang anak sangat saya perhatikan. Karenanya sejak dini tidak ada kata lelah untuk terus memberinya stimulasi supaya ia bisa tumbuh dan berkembang sewajarnya. Saya selalu ajak Fahmi untuk ikut serta jika saya menghadiri suatu acara. Tujuan utamanya tetap pendidikan anak supaya ia lebih banyak mengenal lingkungan lain selain lingkungan keluarga di rumah. Saat menemukan hal baru, sebisa mungkin saya terus ajak ia bercerita, supaya ia terbiasa mengeluarkan pendapat, ide dan pemikirannya. Setiap ada kesempatan mengunjungi toko buku atau perpustakaan –tempat dimana ia betah berlama-lama—sedikit demi sedikit saya mengajaknya belajar membaca. Saya juga selalu ia pancing dengan berbagai pertanyaan seputar buku yang dilihatnya, buku yang ingin dibelinya sampai kisah dalam buku itu sendiri. Tidak hanya itu, pendidikan karakter dengan menanamkan karakter baik sejak dini pun jadi prioritas kami. Berada di lingkungan yang kental suasana keagamaannya membuat ia mulai mengerti, memahami dan terbiasa.

Pelan-pelan Fahmi mulai memunculkan kelebihannya. Meski harus didampingi, ia mulai mau bermain bergabung dengan anak-anak sebayanya di kampung. Tidak hanya ikut bermain, tapi juga berinteraksi. Saya perhatikan Fahmi cekatan membantu Angga membetulkan sandalnya ketika Angga yang 2 tahun lebih muda darinya memakai sandal terbalik antara kiri dan kanan.

Fahmi juga meminta izin saya boleh tidak kue dalam kotak makannya dibagikan kepada Salwa, Nonon, dan si kembar Sela Seli, ketika teman seusianya itu bermain di halaman.

Dan masih banyak lagi sikap serta tindakan Fahmi yang membuat saya salut untuk anak seukuran dia. Mengucapkan terimakasih ketika diberi atau dibantu, membantu melakukan pekerjaan yang dilakukan ayah dan ibu, sampai mengasihi binatang peliharaan kami.

Daya ingat dan cepat tanggap dalam proses belajarnya pun saya lihat Fahmi mulai memiliki keunggulan. Meski dalam soal pergaulan Fahmi masih harus butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi. Namun saya tidak menyerah, tetap mengajak Fahmi untuk terus mengenal dunia luar dan suasana baru sambil tetap mengajarinya belajar pola hidup sehat, istirahat cukup dan minum susu teratur.

Saya dan suami yakin anak tumbuh hebat dengan tanggap yang lengkap selain karena didukung stimulasi dari orang tua juga karena didukung oleh nutrisi yang mencukupi dari susu yang disukainya. Saat ini Fahmi suka minum susu Bebelac baru.

Silakan berkunjung ke website Bebelac untuk tahu berbagai tips mengenai Pentingnya Omega 3 & 6 sebagai Nutrisi Otak Anak.

Di sana banyak ilmu dan wawasan yang membukakan pemikiran baru bahwa anak hebat tidak hanya punya prestasi tapi juga disertai tanggap yang lengkap. Orang tua semakin tergerak untuk mengarahkan anak-anaknya menjadi hebat yang tidak hanya berprestasi di dunia tapi juga di akhirat kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar