Tidak sekolah bukan berarti tidak belajar. Meski di rumah kerjaannya hanya bermain, tapi jika peran orang dewasa yang mendampingi nya cukup kreatif maka bisa jadi sarana anak untuk belajar juga.
Selain anak belajar, orang dewasa --dalam hal ini saya sebagai ibunya-- juga dituntut untuk ikut belajar lho. Contohnya pagi ini setelah mengintip "kurikulum" sekolah di rumah Fahmi hari ini pelajarannya kreatifitas, hafalan dan imajinasi.
Karena dari Senin sampai Jumat kemarin didominasi pelajaran menghitung dan budipekerti, Senin ini sama seperti Senin dua minggu yang lalu pelajarannya mencoba kreatifitas dan imajinasi Fahmi dengan gambar.
Sementara karena saya tidak bisa menggambar (selain benang kusut dan pemandangan ala-ala anak jadul tahun 80an) maka saya cari cepat gambar binatang. Nyasarnya di brilio.com lumayan dalam hitungan 5 menit sudah bisa gambar binatang pilihan anak.
Fahmi pilih kelinci, burung, lumba-lumba dan kucing. Hewan itu yang bisa ia sebutkan nama dalam bahasa Inggrisnya. Eh yang lumba-lumba sempat salah, deh... Saat saya tanya lumba-lumba bahasa Inggrisnya apa jawabnya fish.
Salah...
Dan segera dia mengoreksinya dengan Dolpino. Hihi... Fahmi keingetnya teman Otan di Dunia Binatang tuh. Tokoh lumba-lumba teman Otan kan namanya Dolpino. Segera saya jelaskan lumba-lumba bahasa inggrisnya dolphin saja.
Setelah ada 4 gambar binatang yang teramat sederhana itu Fahmi mulai bercerita sambil mewarnai. Konsentrasi dan imajinasinya mulai berjalan. Sambil mewarnai Fahmi cerita seingat dan sepengetahuannya. Menyambungkan dari 4 gambar itu jadi sebuah cerita.
Kucing ini suka tidur di kasur ya, kalau kita makan juga suka ikut makan. Kalau kucing kita ada kucing garong di luar suka ketakutan, ya Bu? Bla...bla...bla... Lumba-lumba mah Ami belum lihat da. IBu ajak atuh Ami main lihat lumba-lumba. Jauh ya Bu? Ibu kudu punya uang nanti Aminya mau jajan kalau jauh mah... Burung ini meni gini. Warnanya kaya ayam aja ada cokelat ya. Bu burung kalau dikasih makan nanti bisa besar siga ayam ya? Kelinci suka makan wortel ya? Sama kaya Ami. Kalau wortel nya abis Ami ambil aja punya ibu buat kelinci ini. Karunya... Lapar kelincinya tuh Bu...Sampai selesai, gambar terus digunting. Meski belum bisa tapi terus belajar. Fahmi sempat merengek katanya gak bisa pegang guntinya. Untungnya cuma sebentar. Setelah diceritakan kalau makannya banyak nanti kuat jadi bakal bisa pegang gunting semangat Fahmi balik lagi.
Ami kan udah makan ya? Jadi bakal kuat. Semua bisa Ami gunting. Dan benar meski masih jauh dari kata rapi tapi setidaknya dia sudah mencoba dan belajar.
Tinggal memberi lem dan menempel tidak masalah karena sudah bisa. Dan selesai lah sekolah di rumah pagi ini.
Kok sebentar? Ya saya sengaja memberikan pelajaran sekolah di rumah tidak harus sampai berjam-jam. Cukup 10-30 menit saja. Selain buat anak tidak bosan, juga kita emaknya punya kesibukan lain kan?
Yang penting kualitasnya. Anak bisa faham, mengerti dan senang dengan apa yang sudah dilakukannya. Supaya tidak lupa hafalannya, sesekali sambil main atau kapan saja coba ditanya dan diingatkan lagi, kucing, burung, kelinci dan lumba bahasa Inggrisnya apa?
Sedikit tapi anak bisa menyerap dan selamanya akan ingat :) tidak hanya dalam pelajaran sekolah umum tapi juga dalam mengaji dan ahlak.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar