Ih, amit-amit!
Jika bloger lain mood buster atau penyemangat ngeblognya berupa makanan enak, lagu-lagu favorit, suasana ruang kerja yang nyaman, dan atau ditemani sesuatu/seseorang yang istimewa, buat saya penyemangat ngeblog cukup lilin/senter dan kipas saja. Nah, heran kan? Pantas kalau ada yang nyeletuk, itu mau ngeblog apa mau muja siluman?Secara legenda di negara kita sudah pada tahu kan? Kalau ada istilah ingin kaya secara instan dengan jalan babi ngepet alias muja kepada siluman. Jadi mitosnya kalau ada orang yang mau kaya, tinggal muja ke siluman aja. Setelah "perjanjian" orang yang mau kaya itu kalau mau "usaha" atau mengumpulkan uang dengan cara memakai baju ajaib pemberian dari siluman.
Pesugihan babi ngepet menurut Wikipedia Indonesia cara mengambil uang dengan menggesek tubuh di depan pintu, dinding dan sebagainya. Saat akan "usaha, setelah mengenakan baju ajaib orangnya akan berubah jadi babi. Satu orang lainnya bertugas menjaga lilin agar apinya stabil. Soalnya kalau nyala lilin apinya bergoyang itu tandanya si babi sedang dalam bahaya. Orang yang jaga lilin segera memadamkan api sehingga si babi bisa selamat jadi manusia lagi dan aksinya tidak ketahuan.
[caption id="attachment_3920" align="aligncenter" width="493"]Saat masih ada mama mertua, beliau masih menggunakan lampu cempor (lampu sumbu tradisional dengan bahan bakar minyak tanah, atau minyak goreng) kalau listrik sedang mati. Lampu charger sudah ada tapi biasa dipakai untuk anak-anak santri yang mengaji. Nah saya yang tidak ingin lubang hidung hitam-hitam keesokan paginya, memilih lilin sebagai persiapan penerangan kalau listrik mati. Jadi pas lagi asyik ngetik dan listrik mati, selagi baterai komputer sisa, saya pakai lilin untuk penerang.
Sekarang sih mama mertua sudah tidak ada, saya juga sudah beli lampu charge baru beberapa buah sehingga saat listrik mati yang jadi penerang dan teman ngeblog sampai batrei laptop minim ya lampu charge itu.
Adapun kipas atau hihid ini, adalah untuk mengipasi anak supaya tidurnya lanjut. Fahmi anak saya mudah keringatan. Apalagi suhu di Pagelaran yang dataran rendah ini terbilang panas dibanding tetangga kecamatan seperti Tanggeung, atau Sukanagara. Saat listrik mati, kipas angin mati, saya harus siap kipas tangan untuk menjaga supaya anak tetap nyaman tidurnya tidak terbangun.
Pernah saat hihid di dapur bekas masak lupa gak dibawa ke kamar, dan malamnya listrik mati. Saya tahu anak bakal bangun nih, tapi enggan ke dapur bawa hihid karena gelap. Eh benar anak bangun dari tidurnya karena merasa kegerahan. Rewel deh nangis akut karena takut gelap juga. Akhirnya anak baru diam sampai ketiduran di gendongan. Ujungnya malam itu hanya gendong anak saja sementara ngeblognya gak terlaksana.
Nah sejak itu maka persiapan saya supaya lebih semangat saat mau ngeblog cukup dengan sediakan alat penerang dan kipas saja. Jadi ini saya murni mau ngeblog ya, bukan mau ritual pesugihan, hahaha!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar