![]()
Pocer ini kayaknya hanya cocok untuk digunakan di kobes. Di kampungku ya raiso hix. (Abdul Cholik)
Terinspirasi oleh status Blogger Jombang Jawa Timur di atas, saya yang memiliki pengalaman hampir sama --bahkan lebih pahit terkait nasib voucher-- kembali ingin berbagi kisah serupa.
Voucher adalah jenis alat transaksi penukaran yang bernilai tertentu dengan jangka waktu tertentu. Biasanya voucher didapat sebagai reward dari lomba, kuiz, penghargaan atas suatu pencapaian, hadiah dan lain-lain sejenisnya. Biasanya voucher berlaku untuk digunakan di tempat-tempat tertentu yang telah ditunjuk atau mempunyai kerja sama. Dan seperti kita tahu kebanyakan tempat-tempat itu semuanya berada di kota besar.
Ini masalah saya sejak dulu sebenarnya. Tinggal di pedalaman Kabupaten Cianjur dengan segala keterbatasannya membuat saya mempunyai jarak tak terhingga dengan sejenis dokumen berharga yang namanya voucher ini. Makanya kalau ikut acara suka gathering, lomba atau apa saja suka malas kalau hadiahnya berupa voucher.
Bukan sombong berani menolak rezeki, tapi sudah ilang feeling lebih dahulu sama sekali manakala sudah tahu kalau voucher itu bisa berguna hanya untuk orang kota dengan segala fasilitas seperti Bogor, Bandung, Jakarta dan kota lainnya. Buat saya warga Cianjur (apalagi bagaian selatannya) perlu perjuangan extra kalau mau "menukarkan" voucher tersebut.
Bagaimana tidak malas kalau voucher yang dimiliki hanya selembar dua lembar dengan nominal 50.000 atau 100 ribu saja, tapi harus mengeluarkan ongkos 100.000 untuk perjalanan ke kota dimana si voucher bisa ditukarkan, plus waktu minimal seharian untuk melakukan perjalanan dari kampung ke kota tujuan terdekat, baik itu Bogor, Bandung atau DKI. Jaraknya dari kampung saya sama saja.
Sejujurnya, setiap kali berkesempatan mendapatkan voucher, saya tidak pernah memakainya. Apa pasal? Karena di Kabupaten Cianjur, apalagi di bagian selatan alias pedalamannya, tidak terdapat merchant atau outlet yang bisa menerima voucher. Tentu saja, mana ada outlet sekelas Sogo, Seibu, dan lain sebagainya yang berkelas besar serta elite seperti itu di pelosok sini. Jangankan di kota kecamatan, di kota kabupaten saja tidak ada. Sampai tulisan ini dibuat, baru Hypermart yang bisa menerima voucher itupun versi sendiri. MAP mah tetap ga bisa terima...
[caption id="attachment_3696" align="aligncenter" width="526"]Tapi sejarah berkata lain, Tuhan mengirimkan seorang malaikat yang tidak bersedia saya sebut nama. Ketika mengikuti sebuah acara blogger pada bulan puasa tahun 2015, saya bertemu beliau dan kami berbincang banyak hal terkait dunia blogging sampai nyerempet kepada permasalahan saya dan voucher. Beliau merasa kasihan terhadap saya dan karena itu kedepannya mau membantu saya untuk menukar voucher yang saya miliki dengan uang cash!
Dunia seakan terbuka. Sejak itu saya tidak galau lagi kalau mendapat rezeki berupa voucher. Atas pertolongan beliau yang selanjutnya saya sebut sebagai "Pahlawan Voucher" saya bisa "menikmati" rezeki voucher tanpa harus merugi ongkos, merugi waktu apalagi nilai nominal voucher itu sendiri karena sang pahlawan voucher menukar uang cashnya sama percis dengan nominal yang tertera pada voucher yang saya miliki. Sedikitpun tidak menguranginya.
Untuk ini saya berkali-kali sujud syukur. Berterimakasih tidak terhingga kepada sang pahlawan voucher yang buat saya beliau adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk membantu saya dengan segala keterbatasan ini.
Saya baru bisa (belajar) menukarkan voucher ketika ikut acara JNE di Prambanan Yogyakarta dan dapat voucher Sodexo yang bisa ditukar di Alfamart. Ini lebih baik tentunya daripada dapa voucher MAP, atau Carefour tapi dihibahkan. Tanah kali... [caption id="attachment_3694" align="aligncenter" width="300"]
Beruntung bagi saya yang saat kebetulan mendapat voucher "kota besar" jika Pahlawan Voucher bisa membantu maka voucher itu bisa dibelinya sehingga saya punya gantinya berupa uang cash. Tapi bagaimana dengan teman-teman yang mendapat rezeki berupa voucher sementara tinggal di pelosok seperti saya?
Jika bingung voucher itu mau diapakan --selain dikasih ke orang lain atau dibiarkan hingga hangus-- mengintip obrolan beberapa teman di obrolan, voucher itu mungkin bisa lebih bermanfaat bagi si empunya dengan cara buat akun di Shopee, lalu bertransaksi. Kirimnya bebas ongkos kirim kok. Atau vouchernya bisa dijual lagi. Coba search group "jual beli barter hadiah kuis/kontes", voucher MAP yang tidak "dipakai" si empunya bisa dijual dan selama ini cukup cepat lakunya.
Semoga bisa membantu dan bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar