Seperti sapu lidi itu, begitu gambaran saat masih merantau bekerja di negara orang. Seorang buruh migran yang tertindas, suaranya kalah nyaring oleh gelegarnya bentakan agency dan majikan. Namun saat suara buruh migran bergabung menjadi satu kesatuan, terlahir dalam komunitas dan perkumpulan, maka aksi dan gerakan menjadi semakin runcing. Dampaknya mampu menerjang kokohnya barisan majikan sampai kuatnya birokrasi pemerintahan…
Komunitas, menurut wikipedia adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa orang yang saling berbagi lingkungan. Dalam komunitas manusia, orang atau individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Sehingga bisa dikelompokkan sebuah komunitas berdiri berdasarkan apa, seperti kesamaan hobi, kesamaan profesi, kesamaan kegiatan dan sebagainya.
Dengan berkomunitas, terbukti suara-suara buruh migran yang selama ini sering diberitakan selalu teraniaya menjadi sebuah kekuatan yang semakin bertambah. Dengan berkomunitas, apa yang kita tidak tahu akan didapat informasinya dan apa yang belum kita punya bisa berbagi dalam komunitas tersebut.
[caption id="attachment_3372" align="aligncenter" width="619"]
[caption id="attachment_3381" align="aligncenter" width="800"]
[caption id="attachment_3374" align="aligncenter" width="699"]Sebagai ibu rumah tangga yang suka menulis, saat menjamurnya group-group kepenulisan menjadi jembatan tersendiri untuk membawa saya ke dunia yang lebih luas dan lebar. Bahwa ruang lingkup Cianjur saja tidak akan cukup memenuhi kebutuhan informasi. Masih banyak bagian-bagian dunia lainnya yang terus dibutuhkan untuk saling melengkapi dan menambah. Dari mana semua itu didapat? Ya dari komunitas yang saya ikuti.
Teknologi dan gaya hidup semakin berkembang pesat. Ranah kepenulisan bertambah ke dalam dunia blog. Media dan periklanan produk pun beralih menjadikan blog sebagai sarana promosi. Banyak yang menjadikan hobi ngeblog ini menjadi profesi. Sepertinya mudah dan menggiurkan, padahal tentu saja harus disertai ilmu dan wawasan seputar blog dan periklanan.
[caption id="attachment_3378" align="aligncenter" width="800"]
[caption id="attachment_3377" align="aligncenter" width="800"]
[caption id="attachment_3379" align="aligncenter" width="800"]Apalah saya yang hanya seorang ibu rumah tangga dari kampung ini? Bagaimana bisa ikut beriklan dan bersaing dengan blogger sesungguhnya? Perasaan pesimis itu sempat hadir sebelum bergabung dan belajar bersama di komunitas-komunitas blogger yang ahli di bidangnya. Semula ngeblog hanya untuk curhat dan narsis, perlahan mulai membenahi mengikuti arahan, masukan serta ilmu dari para blogger yang selalu ikhlas berbagi di komunitas blogger.
Salah satu komunitas seru terkait dunia ngeblog yang saya ikuti baru-baru ini adalah Komunitas 1 Minggu 1 Cerita. Sesuai namanya, peserta atau anggota komunitas resmi yang sudah tercatat di database para adminPenasaran dengan komunitas ini? Buruan deh kepoin di #1minggu1cerita
Setuju?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar