LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. (Wikipedia)
Saya sendiri lupa kapan tepatnya mendaftar di jaringan sosial ini, yang pasti saat saya masih bekerja di Taiwan. Ketika itu teman menginformasikan jika mauBelakangan saya mulai dapat informasi jika Linkedin tidak hanya dijadikan jalan oleh usernya untuk mencari pekerjaan tetapi digunakan juga oleh perusahaan besar untuk mencari dan merekrut pegawai yang akan ditempatkan di perusahaannya. Belakangan pula saya mulai ngeh jika Linkedin bukan khusus untuk profesional dan perusahaan saja, saya yang notabene seorang ibu rumah tangga kampung atau siapapun kita ternyata bisa menjadikan Linkedin sebagai jalan usaha.
Linkedin bisa jadi jalan untuk mempromosikan usaha kita (sekecil apapun itu) supaya usaha kita bisa terus berkembang, dikenal, dan semakin banyak relasi bisnisnya. Tentu saja jika sudah mengetahui bagaimana cara
Apapun pekerjaan kita, di Linkedin kita bisa menjelaskan apa keahlian yang kita miliki. Dengan bergabung di group serupa akan menambah informasi, tambah ilmu dan tambah relasi bersama orang-orang satu profesi. Di sana kita bisa berdiskusi, mencari solusi, bahkan jumpa pakar dengan pekerjaan serupa.
Saat kitaDOBocoran dari profesional muda yang sudah lima kali ganti tempat kerja dalam waktu 7 tahun (kesemuanya didapat dari Linkedin) supaya profil Linkedin kita dilirik oleh para pencari kerja atau oleh perusahaan yang sedang mencari calon pekerja yang cocok di perusahaannya adalah:
- Pastikan isi profil dengan benar dan jelas. Termasuk biodata, pengalaman, dan foto kita.
- Masukan rekam jejak pekerjaan yang runut dan baik. Supaya terlihat profesional.
- Isi semua kolom yang ada di Linkedin sehingga segala sesuatu tentang kita sudah bisa diketahui orang. Ini maksudnya memudahkan pihak perusahaan tak harus detail lagi mewawancara.
- Layaknya blogger yang blogwalking dan meninggalkan komentar, maka di Linkedin juga disarankan untuk membiasakan meninggalkan testimoni pada koneksi kita supaya kita mendapat balasan testimoni dari pihak lain. Jika selesai melakukan kerjasama maka tidak ada ruginya kita memberikan testimoni lebih dulu. Dengan harapan yang bersangkutan akan membalas memberikn testimoni bahwasanya pernah bekerjasama yang baik di profil Linkedin kita. Satu hal yang perlu diperhatikan, jika tulisan blogger biasanya dikomentari oleh teman-teman satu komunitas blogger lagi, maka di Linkedin usahakan yang memberi testimoni di profil kita adalah bukan teman-teman satu kantor.
- Jika kita belum memiliki pengalaman kerja (belum profesional) kita bisa mengisikan proyek apa saja yang pernah kita ikuti, sertifikat pelatihan apa yang sudah kita dapat, atau pengalaman magang dimana sebelumnya, sampai kegiatan positif saat sekolah/kuliah.
DONT
Selain cara-cara yang sebaiknya dilakukan di Linkedin di atas, ada juga beberapa hal lain yang sebaiknya dihindari dilakukan saat menggunakan situs jejaring sosial ini. Hal apa sajakah itu?
Saat kitaDengan mengirimkan undangan otomatis begitu, bisa jadi kita juga mengundang teman-teman kerja di perusahaan lama. Misalkan kita dipecat atau punya kisah kelam di perusahaan lama, rasanya gimana gitu kan bila kita menghubungi mereka lagi. Meski niat kita baik untuk silaturahmi, belum tentu mereka teman kerja di perusahaan dulu bisa menerima niat baik kita. Mungkin kita harus bersiap sakit hati saat teman-teman kita itu akhirnya tidak merespon ajakan pertemanan yang kita kirim.
Linkedin bukan situs pencarian jodoh, jadi hindari mengirimkan ajakan selain dari urusan kerja, pengembangan karier, atau bisnis. Jika kita khilaf menyalahgunakannya, bisa-bisa kita justru akan tampak tidak profesional.
Meski Linkedin adalah situs jejaring yang berorientasi bisnis, tempat mencari pekerjaan dan merekrut pekerja, namun jangan sampai kita memanfaatkan situasi dengan jalan tidak pantas alias KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme). Meski persaingan kerja sangat tinggi usahakan kita tetap mendapatkan kerja dengan cara berusaha, belajar dan giat bekerja.Akhir kata saat ini saya mengaktifkan lagi akun Linkedin yang sudah beberapa tahun berhibernasi. Bukan untuk mencari kerja meski memang saya butuh pekerjaan. Saya menggunakan Linkedin untuk share tulisan-tulisan saya saja. Alhamdulillah karena memang beberapa teman blogger juga mempunyai akun Linkedin sehingga tulisan yang saya share bisa mereka lihat dan terkadang ada beberapa teman yang ikut membagikannya kembali. Ini jadi manfaat tersendiri Linkedin bagi saya. Bagaimana dengan Anda? Btw, sudah punya akun Linkedin juga kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar