Jadi ingat pengalaman membacakan buku untuk anak. Baik itu sudah punya anak sendiri yaitu Fahmi. Maupun sebelum mempunyai anak sendiri alias saat masih melajang dan bekerja di luar negeri. Termasuk sekarang ketika anak sendiri sudah bisa mengajak teman-temannya untuk bersama-sama mendengarkan cerita dari sebuah buku yang saya bacakan di Pondok Mengaji Al Hidayah.
Bisa membacakan buku kepada anak sejak dini ini memang luar biasa sekali dampaknya. Selain bisa menjadi penguat kedekatan antara orang tua dan anak, dengan membaca buku juga ternyata bisa membantu membentuk karakter baik pada anak, lho!
Saat menerima Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW karya Mbak Astri Damayanti tak tergambarkan bagaimana girangnya Fahmi. Meski belum bisa baca, tetapi dengan melihat tampilan buku serta ilustrasinya dia sudah bisa membayangkan bahkan berimajinasi tinggi.
Beberapa hari membacakan cerita untuknya, diam-diam ternyata Fahmi menerapkan apa yang kami bahas ketika membaca kisah itu kepada teman-teman sepermainannya.
“Jangan jalan-jalan kalau lagi makan. Ayo Dan duduk , Nabi juga kalau makan duduk, kok!”
Begitu celotehnya kepada teman sepermainannya di teras rumah. Saya yang mendengar dari balik jendela teramat bersyukur. Semoga masih banyak manfaat-manfaat lain yang bisa didapat anak. Khususnya dalam membentuk karakter baiknya.
Kisah para nabi memang menceritakan kebaikan dan teladan manusia pada umumnya. Namun bukan berarti krisis moral yang terjadi pada anak karena si anak tidak sempat membaca/mendengar kisah-kisah nabi itu. Banyak faktor yang membuat moral anak-anak mengalami krisis. Bukan hanya karena kisah teladan tidak sampai kepada mereka.
Penyebab krisis moral terbesar yang terjadi pada anak-anak menurut saya adalah justru para orang tuanya sendiri. Diikuti, lingkungan --termasuk sekolah-- yang kesemuanya itu bersumber dari satu titik yaitu: pola asuh.Jangan anggap peran orang tua terhadap anak itu kecil. justru orang tua berperan paling besar. Tidak saat anak sudah bisa bersosialisasi, melainkan sejak anak masih dalam kandungan! Kebiasaan orang tua baik yang buruk maupun yang bagus sangat menentukan bagaimana karakter anak akan terbentuk. Kebiasaan baik dan kebiasaan buruk orang tua menjadi hal pertama yang dilihat, didengar, dipelajari, dan diikuti oleh anak sampai anak dewasa kelak.
Begitu juga dengan lingkungan dan sekolah. Salah pergaulan anak bisa terjerumus meski didikan orang tua sudah ketat dan disiplin. Jangan salahkan anak, karena sifat anak memang mencari tahu dan wajar anak mencari dan mencoba.
Kembali kepada orang tua, bagaimana supaya menjadi orang tua yang bukan hanya menjadi tempat anak meminta uang serta makan, tetapi juga berperan sebagai teman, sahabat, tempat anak mengadu, tempat anak percaya dan merasa terlindungi. Saya rasa itu yang sulit dan tidak semua orang tua mampu memerankannya.
Mendapati krisis moral pada anak tidak perlu memarahi anak, tetapi segeralah intropeksi diri. Selaku orang tua, selaku guru atau apapun peran kita terhadap si anak yang tengah mengalami krisis moral tersebut. Jika anak mengalami gangguan baik dalam karakter maupun moralnya, dipastikan ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar