Seusianya itu, baru Jumat setelah dua hari dari Lebaran kemarin ia diajak shalat Jumat oleh ayahnya. Tidak tanggung tanggung, di Mesjid Agung Cianjur pula tempatnya, bersama bupati dan jajaran pejabat kabupaten lainnya. Dan alhamdulillah, Fahmi sukses menjalankan shalat Jumat pertamanya itu tanpa nangis karena bosan atau kesal, pun tanpa minta keluar saat khutbah Jumat berlangsung. Ayahnya bilang, Fahmi hanya sempat tertidur sebentar di pangkuannya. Padahal saya sudah siaga satu nunggu di halaman mesjid sekedar antisipasi jika Fahmi rewel saya siap "mengambil" dari ayahnya supaya tidak ganggu jalannya Jumatan.
Wah, tentu saja saya sangat lega, secara Fahmi kan anaknya pemalu. Ia tidak bisa jumpa orang banyak apalagi asing. Jika terjadi, Fahmi pasti mengkerut alias ngumpet. Jalan lainnya nempel dari ayah atau ibu, hingga beberapa lama setelah merasa bisa beradaptasi baru mau lepas. Jadi saat shalat Jumat yang pastinya ketemu wajah-wajah baru dalam jumlah tidak terhingga Fahmi memilih tidur itu sebuah jalan keluar yang cukup baik. Tidak rewel tidak ganggu jalannya ibadah.
Tidak mudah tentu saja mengajak anak salat Jumat untuk pertama kalinya. Sering saya lihat, anak anak justru malah ganggu jalannya ibadah dengan ulahnya. Suara ngobrol, berlarian, atau merengek dan nangis karena tidak biasa dengan kondisi shalat Jumat yang pasti beda dengan shalat lainnya.
Membiasakan anak shalat Jumat sejak dini tentu saja hal yang sangat baik. Karena jika tidak anak akan melakukan apa saja yang tidak pantas dilakukannya ketika ibadah yang seharusnya khusyu dan khidmat berlangsung. Tapi tentu tidak mudah pula mengajari anak supaya langsung bisa diajak kerja sama. Apalagi usia balita, pasti harus ada saja bujuk rayu, celoteh, tanya jawab, dan ulah anak anak balita lain pada umumnya. Disini pengertian orang tua dalam hal ini peran ayah (karena jumatan pastinya dengan ayah, bukan dengan ibu, hehe!) sangat dituntut. Diperlukan banyak tips dan trik supaya anak bisa menjalankan ibadah shalat Jumat.
Tips sukses yang sudah kami terapkan dan cukup berhasil adalah:- 1. Bisa karena biasa.
- 2. Proses.
- 3. Tanamkan pengertian terus menerus.
Maaf, banyak lho orang tua yang ternyata kurang memahami (ilmu) shalat Jumat itu sendiri termasuk syarat syah dan rukun-rukunnya. Sehingga kurang afdol rasanya kalau mengharap anak bisa maksimal sementara kita sebagai orangtuanya tidak memahami betul akan ilmu-ilmunya. Padahal anak akan maksimal kalau orangtuanya sendiri yang langsung membimbing.
Jaman sekarang, banyak orang tua yang menyerahkan tanggung jawabnya itu kepada guru ngaji si anak. Jadi bagaimana baik buruknya shalat (Jumat) anak, itu terserah sedapat dapat ilmunya anak dari guru agama atau guru ngaji. Ini yang keliru, karena waktu dan jangkauan guru ngaji pasti terbatas, sementara waktu anak dengan orang tua khususnya ayah tentu lebih banyak.
Ada baiknya jika mengharap anak soleh dan pintar, orang tuanya tentunya harus bisa memberi contoh yang nyata secara terus menerus sehingga anak bisa meneladani.- 4. Lengkapi Fasilitasnya.
- 5. Beri Apresiasi.
Nah, bagaimana mudah kan mengajak anak shalat Jumat itu kalau kita tahu kuncinya? 😊 Yuk ayah bunda share pengalaman serta tips lainnya disini supaya bisa lebih manfaat dan bisa diikuti tipsnya oleh para orang tua lainnya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar