Meski baru 3 tahun tapi gaya Fahmi putra kami sudah seperti anak besar saja. Setiap ba'da maghrib ayahnya mengajar menulis huruf Hijaiyah kepada santri, Fahmi suka ikut-ikutan. Tapi ujungnya malah mengganggu suasana belajar dan tidak jarang malah bikin suasana kacau. Di usianya itu, Fahmi memang sangat ingin tahu akan segala hal. Setiap yang dilihat ingin dicobanya, termasuk menulis yang dikerjakan anak-anak santri di rumah.
Saya pikir Fahmi perlu bimbingan supaya pencarian dan rasa penasarannya bisa terarah dengan baik. Kebetulan mendapat informasi tentang aplikasi edukasi Petualangan Boci. Saya pun segera mencari informasi dan biar lebih akurat saya menginstal aplikasinya secara langsung. [caption id="attachment_2745" align="aligncenter" width="591"]Boci, adalah sebuah karakter dari seekor bunglon cilik. Karakternya ini bersifat ingin tahu dan penasaran dengan hal baru yang pertama dilihatnya. Sama persis seperti Fahmi, dan usia anak-anak pada umumnya antara 2-6 tahun. Dimana pada usia ini anak lumrahnya sangat ingin tahu akan segala sesuatu dan selalu ingin mencobanya.
Tokoh Boci bersama ayah dan ibunya juga ditemani oleh kawan-kawan lainnya seperti Kato si burung kakaktua, Kucing si misterius, serta Pak Belalang dan Pak Walang Sangit tetangga keluarga Boci di desa.
Aplikasi Petualangan Boci, yang tersedia dalam dua bahasa Indonesia dan Inggris pada awalnya bernama "Botchi Petualangan" ini adalah sejenis aplikasi edukasi untuk anak usia 2-6 tahun yang dikembangkan oleh Rolling Glory (rolingglory.com).
Cukup mudah ternyata menginstal aplikasi ini karena sudah bisa kita instal dari Android maupun IOS secara gratis. Bisa juga mendownload di petualanganboci.com/apps dan website-nya Boci di www.petualanganboci.com
[caption id="attachment_2746" align="aligncenter" width="642"]Cukup banyak aplikasi edukasi dari Petualangan Boci yang tersedia, diantaranya Belajar Menulis bersama Boci; Boci Play: Alfabet, Berhitung, Bermain Titik, Petak Umpet, Tebak Warna, Warna Ajaib; Petualangan Boci: Warna; dan Taman Bermain Boci: Pasar Malam.
Dari sekian banyak aplikasi itu, aplikasi Tebak Warna dan Petualangan Boci: Warna, yang bisa dibilang sudah dikuasai Fahmi. Karena merasa sudah hafal warna dan bisa menebaknya Fahmi bisa dengan cepat mengerjakan semua permainan edukatif ini tanpa bantuan saya sebagai orang tua yang mendampinginya. Saya hanya mengajarkannya satu dua kali, selanjutnya Fahmi bisa memilih bentuk pembelajaran dan bermain sendiri. Tahu-tahu sudah teriak-teriak sambil berjingkrak-jingkrak di atas kasur, tandanya ia berhasil menyelesaikan permainan.
"Horeee...! Ibu, Ami berhasil...!"
[caption id="attachment_2747" align="aligncenter" width="344"]"Bu, ini belajar nulis seperti Aa Ilham di PAUD ya?" tanyanya ketika saya jelaskan akan abjad yang muncul.
"Asyik, Ami bisa sekolah seperti Aa Ilham ya Bu? Sekolah Ami mah di rumah saja sama Ibu..." lanjutnya senang. Mungkin sambil membayangkan jika ia bisa belajar menulis dan membuat huruf seperti Ilham, teman bermainnya yang sudah masuk PAUD. Sekian lama saya mendampinginya, ia sedikitpun tidak nampak bosan. Trace Alphabeth memang didesain untuk mengajarkan anak menulis alphabeth dengan baik dan benar. Yang membuat anak senang dan tertarik adalah media yang dipakai dalam aplikasi itu berupa mainan kesukaan anak. Bagaimana Fahmi tidak betah dan senang jika mainan yang bisa dipilih dalam pelajaran itu adalah mainan kesukaannya seperti pesawat, kapal, dan kereta api. [caption id="attachment_2756" align="aligncenter" width="891"]Yang unik dan jadi "pelajaran tambahan" adalah adanya "ketentuan" kalau mainan (media) yang akan dipakai anak, itu boleh digunakan jika si anak terlebih dahulu meminta izin kepada Bapak Penjaga Stasiun.
Selain mengasah kemampuan dan kecerdasan, Petualangan Boci juga mengajarkan pendidikan karakter baik. Orang tua dan anak tidak hanya diajak untuk memahami cerita atau permainan, tetapi juga sekaligus mengajarkan pesan-pesan moral yang baik untuk anak. Ini menjadi nilai lebih dari aplikasi edukasi ini menurut saya selaku ibu (dan juga pastinya ibu-ibu manapun lainnya) yang ingin buah hatinya menjadi pribadi yang santun dan berahlak.
Aplikasi lain yang kami coba instal adalah Bermain Titik. Pada aplikasi ini Fahmi benar-benar dikuras kesabarannya untuk sabar dan telaten menempelkan jarinya supaya garis tidak terputus. Karena jika gagal menyambungkan garis, maka permainan gagal dan itu artinya Fahmi tidak akan bisa melihat karakter yang ingin dilihatnya dibalik layar. [caption id="attachment_2748" align="aligncenter" width="840"]Namanya anak, saat satu kali dua kali gagal langsung deh keluar ngambeknya. Tapi setelah saya bujuk dan jelaskan, kalau permainan ini adalah ajang untuk melatih kesabaran dan dengan itu ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan (melihat karakter yang dipilihnya di balik layar) Fahmi mulai mengerti dan ia semangat kembali untuk bermain.
Saat Fahmi kembali mengulang mencoba melatih kesabarannya untuk menyambungkan garis, saya sendiri berpikir kalau aplikasi ini berhasil membuat adanya interaksi antara orang tua (pendamping) dengan anak sehingga dengan penjelasan dari orang tua anak bisa lebih memahami nilai yang terkandung dari aplikasi permainan ini. Jadi bukan terfokus pada game-nya saja.Masih banyak aplikasi lain yang belum kami coba. Namun kami yakin semuanya pasti menarik dan mendidik. Fahmi sangat menyukai semua permainan dan pembelajarannya.
[caption id="attachment_2750" align="aligncenter" width="977"]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar