Rabu, 20 April 2016

Kiamat itu Saat Blog Lenyap

Pernah Merasa Kiamat Saat Blog Lenyap?

Ibarat senjata bagi seorang tentara, blog sudah pasti jadi sebuah alat tempur utama bagi seorang blogger. Pernahkah merasa kiamat saat blog yang jadi andalan kita tiba-tiba lenyap dan butuh perjuangan yang berdarah-darah untuk memunculkannya kembali? Saya pernah. Saya merasa kiamat dan menangis sepanjang ingat...

Sepertinya berlebihan bahkan terkesan lebay ya? Tapi itu benar adanya, lho! Bagaimana tidak? Saat sebelumnya selesai mengikuti challenge one day one post, dalam artian setiap hari saya ngusahain buat blogpost, terus keberuntungan datang lagi manakala ada sebuah agency yang kirim email menawarkan kerjasama semacam review produk dan perusahaan. Tiba-tiba blog andalan tetehokti.com lenyap alias hangus! Bagaimana tidak hancur berkeping-keping hatiku? *mulai dech nangis guling-guling.

Kok bisa blog hilang atau hangus? Nah, ini pelajaran sekaligus masalahnya. Jadi ceritanya saya mau memperbaiki blog. Setelah mempertimbangkan dan memikir selama kurang lebih satu tahun, maka keputusan untuk pindah tangan saya ambil. Maklumlah saya yang gaptek ini, meminta bantuan kepada blogger senior jadi jalan pintas untuk "mempercantik" blog.

Tanggal lima belas April saya bilang ke perantara kalau saya mau stop langganan hosting dan domain. Saya mau transfer dan blog dipercantik oleh "sesama perempuan". Pikir saya seperti tahun lalu, saya bayar satu tahun itu berlaku sampai akhir April, berarti masih ada waktu dua mingguan lagi kan?

Nah, ternyata itu perkiraan saya yang salah wahai sodarah-sodarah...

Karena pada kenyataannya, hari itu saya bilang mau stop, hari itu juga perantara memberhentikan langganan sewa hosting dan domain saya. Otomatis blog saya tetehokti.com itu tidak bisa hidup lagi, alias mati total! Ambruk! Hancur! *nangis guling-guling lagi saya mengetahui kabar itu. Bagaimana perjuangan selama 3 tahun membangun blog ini harus lenyap begitu saja dalam waktu hitungan hari?

Perjuangan dan negosiasi terus diupayakan. Tapi kiamat buat saya tidak bisa dicancel. Blog yang hilang tidak mungkin kembali, kecuali nunggu satu setengah tahun lagi baru bisa dipakai lagi domainnya. Beu! Boro-boro tahunan, butuhnya aja hari ini, duh Gusti... hati saya menjerit tengah malam itu.

Perjuangan blogger senior di Blogger Perempuan terus mengupayakan apa yang bisa didapat semaksimal mungkin. Kemungkinannya adalah tetap, saya harus ganti domain. Kalau tulisan di blog dulu masih bisa diselamatkan. Yah, meski berat hati, mau gimana lagi, saya terima saja semua konsekwensi ini. Lenyapnya angka yang cukup langsing di Alexa, PA, PR, DA dan sebagainya harus kembali ke angka NOL.

Oke, saya ngeblog memang untuk mengisi waktu saja. Fun Blogging. Tapi kalau memang ada rezeki dari dari sana, saya juga gak mungkin tidak terima. Saat ini, sebuah agency dan saya sudah sepakat untuk membuat kerjasama menulis beberapa review di blog tetehokti.com. Tapi apa mau dikata jika PR, PA, DA semua itu jadi persyaratan yang harus dispdprkan? Malu dan malu menjadi modal saya saat ini. Terpaksa job tersebut batal... Saya berganti rumah peninggalan mama mertua di dunia nyata, minggu ini pula saya ganti domain blog di dunia maya. Lepas job pula, hikz! *nangis bombay saya, sist! Meratap bukan jalan keluar, toh sudah jelas domain tidak bisa kembali kecuali nunggu tahunan lagi. Jalan keluar saya dan blogger senior sepakati kalau tehokti.com menjadi domain baru bagi rumah maya saya ini. Saya sengaja pilih nama itu, selain lebih dekat, juga sama dengan akun Instagram dan Path saya, tehokti. Gak ngeh kan ya kalau tetehokti.com sudah tiada dan kini yang terlahir baru adalah tehokti.com? Hehe... sepintas memang sama, mirip, hanya minus "te" nya saja.

Domain boleh kiamat, namun ngeblog jalan terus.

Semangat itu jadi pemacu untuk saya lebih maksimal dan serius lagi dalam merawat dan membesarkan blog. Diam-diam banyak hikmah dan pelajaran (keuntungan?) kalau saya bilang sejak pindah domain ke rumah baru ini. Yang pasti tentu saja berkat bantuan tangan dingin blogger senior di Blog Perempuan, salah satunya. Hikmah dan keuntungan ganti domain, meski awalnya saya merasa hampir stress dibuatnya akan saya ulas di blogpost selanjutnya. Dengan harapan semoga bisa jadi pembelajaran juga bagi blogger lainnya. Ya, paling tidak ada manfaat serta contoh yang bisa jadi pelajaran kedepannya.

Amin, semoga ya. Kini kiamat itu sudah berganti dengan semangat ngeblog, happy blogging dan fun blogging. Mari...

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar