Tak terbayang sebelumnya mengelola perpustakaan mini untuk anak-anak mengaji di kampung. Awalnya beli buku di Singapura, Hongkong dan Taiwan sebagai teman liburan saja. Ternyata sepulangnya ke kampung halaman, setumpuk buku itu bisa jadi hal yang indah sekaligus bermanfaat.
Gak berani nyebutnya sebagai perpustakaan sih, karena jauh panggang dari api. Disebut taman baca anak juga pengelolaan nya gak mengarah ke sana. Asli, hanya ada tumpukan buku bacaan aja. Awalnya.
Alhamdulillah, lama-lama banyak donatur yang menyumbang buku. Seperti Pak Andre Jayaprana, Bunda Elisa Koraag, Teh Triani Retno beserta jajaran donatur yang enggan disebut nama, Mbak Cici Desri, Mbak Bety Kristianto, Teh Irena Puspawardani, Mpo Tati Suherman, Astri Damayanti, dll.
Jadi sekumpulan buku bacaan yang saya bawa dari luar negeri dan beberapa hadiah dari lomba-lomba itu akhirnya ada temannya. Mulai dari berbagai genre bacaan juga dari buku anak remaja sampai dewasa.
Tidak menyangka keberadaan tumpukan buku ini mendukung semangat belajar anak, terutama anak mengaji di tempat kami.
Setelah kedatangan berkardus-kardus buku dari donatur itu, saya pikir kudu ditata dan dijaga. Akhirnya saya coba mengatur sendiri supaya tumpukan buku itu terlihat menarik untuk dibaca. Walaupun lahan dan tempatnya sempit.
Struktur dan Koleksi
- Memilah buku sesuai kebutuhan anak mengaji
Saya pisahkan mulai dari kitab suci Al-Qur’an, Iqro, buku doa harian, kisah nabi, cerita islami bergambar, serta buku motivasi anak, hingga bacaan umum mulai majalah, buku remaja dan novel kekinian hingga rekomendasi wisata.
- Tambah bacaan umum
Keanekaragaman tumpukan buku makin beragam setelah dikirim buku bacaan anak tentang dongeng nusantara, ensiklopedia bergambar, catatan perjalanan, komik edukatif, dan banyak lagi yang membua anak-anak makin tertarik untuk membacanya dan antusias.
Ruang dan Tata Letak
- Sudut sederhana tapi nyaman:
Suami punya dua rak kosong (walaupun sudah rusak) dan setelah diisi untuk menyimpan buku, lumayan juga. Sebelum datang rak baru, gak apa-apa rak kayu ini masih bisa bertahan. Sisanya masuk kardus yang dirapikan. Kalau anak-anak datang tinggal gelar tikar atau karpet untuk duduk bersama.
- Zona tematik:
Karena anak mengaji di tempat kami beragama usia. Mulai Kober, Paud/TK, anak SD, anak SMP hingga anak SMA, maka saya selalu memisahkan rak “buku agama” dan “buku umum” agar anak mudah memilih.
- Dekorasi inspiratif:
Walaupun tidak banyak dan sudah banyak yang memudar, saya pasang poster doa, kutipan motivasi, atau hasil karya anak yang saya sengaja ditempel di dinding.
Aktivitas dan Program
- Jadwal baca bersama:
Sebenarnya ini berjalan sewaktu anak saya, Fahmi masih ada di rumah. Jadi dulu anak-anak mengaji datang lebih awal lalu membaca buku bacaan itu sebelum memulai mengaji. Kalau hari libur sekolah, Fahmi juga sering ngajak anak-anak lainnya supaya main di rumah dan membaca buku ramai-ramai.
- Storytelling:
Untuk anak yang belum bisa membaca saya atauanak santriwati yang besar sebagai relawan membacakan buku seperti kisah nabi atau dongeng islami.
- Lomba ringan:
Akhir pekan, atau kalau ada yang berulang tahun, diramaikan dengan kuis berisi pertanyaan seputar doa, tajwid, atau menulis kaligrafi, dll.
Dukungan dan Keberlanjutan
- Libatkan masyarakat dan blogger
Sejak pulang ke kampung halaman, saya sering posting tentang Pondok Mengaji dan keberadaan kebutuhan buku bacaan ini. Makanya selain masyarakat, orang tua, juga banyak teman-teman blogger yang menyumbang buku, baik baru maupun bekas. Termasuk donasi uang yang membantu hal lainnya seperti penggayaan rak dan operasional lainnya.
- Catat peminjaman sederhana
Ada beberapa anak yang meminjam buku tentang rekomendasi wisata dan secara sederhana saya gunakan buku tulis untuk mencatat daftar siapa saja yang meminjam.
- Bangun rasa memiliki:
Walaupun hanya setumpuk buku di sudut ruangan tapi secara tegas sejak awal saya memberi tanggung jawab pada semua anak untuk menjaga buku dan merapikan rak.
--
Tidak ada yang tidak mungkin, termasuk keberadaan setumpuk buku ini. Walaupun awalnya skala kecil-kecilan tapi semangat membaca tetap harus diperjuangkan. Jangan menunggu koleksi lengkap. Keburu anaknya tergoda gadget dan lainnya.
Saya usahakan bisa fokus pada suasana hangat dan kebersamaan, bukan sekadar jumlah buku.
Keberadaan perpustakaan mini sebagai bagian dari rutinitas mengaji ini, semoga jadi salah satu kegiatan yang menunjang ibadah, sehingga anak-anak merasa lebih semangat mengaji dan mendapatkan wawasan baru dengan bacaan buku.






Masya Allah...dari beberapa buku hingga jadi perpustakaan yang meski sederhana bisa membawa manfaat bagi sesama khususnya anak-anak yang mengaji di pondok mengaji Teh Okti. Semoga pondok mengaji dan perpustakaannya berkah selalu, makin berkembang dan maju
BalasHapusWow .. hangat hati ini membacanya teh Okti. Apakah hingga sekarang mini library-nyq masih ada? Saya juga mau menyumbang buku buku ensiklopedia anak kalau boleh
BalasHapusMasih Mak Neng. Silakan dengan senang hati anak2 bakalan nambah wawasan. Semoga jadi amalan yg pahalanya terus mengalir. Aamiin...
Hapusaamiin insya Allah aku japri yaaa teh Okti untuk pengiriman buku bukunya
HapusHatur nuhun 🙏🏻
HapusInsyaAllah nanti akan jadi perpustakaan Teh Okti. Btw di mana alamatnya, Teh. Pengen nyumbang buku ke sana.
BalasHapusPondok Mengaji Al Hidayah
HapusOkti Li
Jl. Sindangkerta No 23 RT04/01 Desa/Kec. Pagelaran (Depan Kantor PLN Pagelaran) Kab. Cianjur 43266 Jawa Barat
Yang paling menginspirasi adalah filosofinya: tidak menunggu koleksi lengkap baru mulai. Anak-anak tidak bisa menunggu, minat baca mereka harus dipupuk sekarang, sebelum gadget mengambil alih sepenuhnya. Dan cara Teh Okti membangun rasa memiliki di antara anak-anak, menanamkan tanggung jawab menjaga buku, itu yang akan membuat perpustakaan mini ini insyaAllah akan bertahan jangka panjang. Semoga perpustakaan Al Hidayah terus berkembang dan menjadi salah satu titik cahaya literasi di Cianjur.
BalasHapusAlhamdulilah, pasti anak-anak seneng
BalasHapusSaya inget dulu sekecil mereka,saya kesulitan nemuin buku untuk dibaca
Dengan adanya mini library di tempat Teh Okti semoga anak-anak semakin terbuka wawasannya, sugan we salah satu dari mereka akan jadi menteri di masa depan, amin
MasyaAllah. Inilah gerakan literasi yang sesungguhnya Teh. Menyentuh langsung mereka (anak-anak) yang mau membaca, memperluas ilmu dan pengetahuan. Seneng banget bacanya.
BalasHapusKebetulan Teh, indie publisher saya, ingin berbagi buku dengan beberapa tempat. Bekerja sama, agar buku-buku terbitan Annie Nugraha Mediatama (ANM) bisa menyentuh banyak tempat. Jika berminat, WA saya ya Teh. Kita diskusikan teknisnya dulu.
Alhamdulillah. Siap Ibu. Terimakasih ya
HapusMasyaAllah. Semakin berlimpah berkah untuk para donatur dan juga untuk Teh Okti sekeluarga. InsyaAllah bermanfaat banget perpustakaannya, ya. Membuat anak-anak jadi semangat membaca.
BalasHapusAh senangnya lihat ini teh Okti menjadi agen yang menyebarkan hobi membaca di desa. Soalnya anak sekarang udah males membaca.
BalasHapusSenang sekali pasti anak-anak yang mengaji di sana ya, Teh. Apalagi yang emang pada dasarnya doyan baca.
BalasHapusYang lebih menyenangkan, perpustakaannya jadi lebih bermanfaat untuk perkembangan nak-kanak yang mengaji di sana.
Kadang hal besar memang berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan tulus dan sabar.
BalasHapusDi tengah zaman sekarang, rasanya menenangkan membaca cerita tentang orang yang masih memperjuangkan anak-anak agar dekat dengan buku dan ilmu.
Hangatnya terasa sampai ke pembaca, dan Teh Okti berhasil menyampaikan semuanya dengan sederhana tapi ngena.
Sungguh menginspirasi Teh Okti....
BalasHapusPerpustakaan Mini Al Hidayah membuktikan bahwa langkah sederhana bisa memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar. Berawal dari kumpulan buku pribadi, perlahan berkembang menjadi ruang belajar dan membaca yang hangat berkat dukungan banyak donatur dan semangat berbagi ilmu. Memang ya yang terpenting bukan seberapa besar fasilitas yang dimiliki, melainkan ketulusan, konsistensi, dan kepedulian untuk menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan bermanfaat bagi generasi muda.
Iya nih, kak. Aku jadi makin semangat lagi untuk bikin semacam perpustakaan mini di rumah. Seenggaknya untuk tempatku membaca dengan nyaman dan tenang
HapusSalut mbaaa,,,dari yang awalnya hanya beberapa tumpukan buku sekarang sudah berkembang jadi ratusan dan banyak diminati oleh anak2..jadi bisa kembali menggiatkan kegiatan literasi di sekitar rumah ya mbaa
BalasHapusMasyaAllah tek Okti, Alhamdulillah semoga berkah mini librarynya. Memang benar, sesuatu yang besar juga awalnya dari yang kecil. Semoga terus berkembang pondok mengaji dan mini librarynya, membawa nyala terang ke sekitar
BalasHapusBangga banget dengan semangatnya mbak Okti... Nyala literasi di pondok mengaji.. semoga makin berkah yaaa
BalasHapusRuang sempit bukan halangan buat meluaskan wawasan. Keren banget pemisahan zonanya, bikin anak-anak makin betah mengaji sambil membaca.
BalasHapusSebuah cita cita yang belum terwujud juga .. Kembalikan minat baca anak anak kita dengan bacaan yang bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah, seneng ih dengernya bisa bikin taman bacaan/perpus mini untuk anak-anak belajar. Jenis buku yang ada di sana hanya buku anak atau "buku umum"nya buat dewasa juga? Kebetulan ada banyak banget buku di rumah, mungkin kalau sesuai kategori bisa ikut nyumbang nih..
BalasHapusUmum juga ada Mbak. Sekarang, anak saya tidak di rumah. Yg baca saya dan mengajak anak² remaja mesjid. Kadang murid suami juga dari sekolahnya sengaja datang ke rumah
HapusWah keren banget mba ini. Bisa semua orang pinjam buku, literasi jadi tersampaikan sejak dini
BalasHapusBarokallah, semangat berliterasi ya Mbak? suka banget melihat anak-anak menggemari buku di era ini. Sukses selalu untuk perpustakaan dan rumah baca Mbak.
BalasHapusMasyaAllah luar biasa Teh Okti, semangat membangun literasi dan mencerdaskan anak-anak dengan membangun perpustakaan di era seperti sekarang ini saat anak-anak lebih banyak berkutat dengan gadjet. Barokalloh Teh
BalasHapusSalut Teh, hal yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil kok. Manfaat yang ditimbulkan pun luar biasa. Dengan menghadirkan buku membuat anak penasaran dengan isinya kemudian membuka dan membacanya perlahan anak akan suka dengan buku
BalasHapusMasyaAllah, senang melihat anak-anak antusias membaca, satu hal yang lumayan langka di masa sekarang dimana anak-anak lebih banyak terlihat memegang gadget. Semangat terus ya teh, semoga ini menjadi langkah awal membantu meningkatkan literasi anak-anak yang setiap tahun angkanya makin menurun.
BalasHapusmasyaAllah berawal dari mengumpulkan buku untuk pribadi dan sekarang sudah bisa membuka taman bacaan mini ya, Teh. Seru banget pastinya kalau anak-anak sudah mulai membaca buku yang disediakan yaa apalagi kalau bisa semakin meningkatkan minat baca anak-anak pastinya makin bertambah senangnya
BalasHapusMasya Allah... Luar biasa Teh Okti dalam menumbuhkan literasi pada anak2. Semoga membawa berkah bagi semuanya yaaa Teh. Insya Allah makin besar dan lengkap ntar koleksi bukunya, Teh.
BalasHapusIni bisa menjadi cahaya literasi dari Cianjur!
BalasHapusMantab bangeett, Teh Okti.
Sukaaa dengan semangatnya, bahwa tidak harus menunggu koleksi lengkap baru mulai.
Setuju bangeett kalau minat baca bocah harus dipupuk sejak dini.
Karena gadget sering mendistraksi dan pada gilirannya bakal mengambil alih minat mereka di literasi.
Tidak perlu menunggu banyak dulu yang penting dimulai dulu ya tehh karena kadang jika menunggu malah membuang waktu percuma...
BalasHapusAnak2 pasti senang banget dari yang awalnya hanya pojok buku sekarang bisa dibilang sudah menjadi perpustakaan mini dan semakin banyak pulang ragam koleksi nya ...
Saatnya mengembalikan minat literasi pada anak2 jangan sampai gadget mengambil alih semuanya
Masya Allah, inspirasi banget si teh.
BalasHapusSaya juga kepikiran, pengen bikin cem gini. Nanti ya, kalau saya punya rumah sendiri.. area depan rumahnya pengen saya bikin terbuka, buat jadi perpustakaan gitu biar anak-anak bisa baca.
Seneng banget, liat upaya untuk meningkatkan minat baca disambut baik oleh para generasi muda :D
MashaAllah tabrakallah, keren sekali teteh...saya juga sedang mengikuti jejak teteh nih, kebetulan sedang merintis taman literasi seperti ini, tapi ya masih banyak kendala, terutama koleksi bukunya yang belum banyak, mudah - mudahanya kedepan bisa menambah koleksi buku lebih banyak.
BalasHapusMasyaAllah watabarokallah. Teh Okti, ini bukan kebetulan. Saya juga sedang merintis membuat taman bacaan untuk anak-anak dan mulai mengumpulkan buku yang sesuai. Ini lagi mikir membuat sudut baca dan rak-rak yang prover, eh nemu bacaan Teh Okti jadi tambah semangat buat ngewujudinnya. Hatur nuhun pisan teh untuk tulisan hangat dan menginspirasi ini. InsyaAllah jadi ladang amal kebaikan buat Teh Okti
BalasHapusdi era digital seperti sekarang menurut saya sulit sekali menemukan anak-anak yang suka membaca buku. kayak anak-anak saya itu susahnya saya membiasakan mereka membaca buku padahal di rumah sudah dibelikan banyak buku. adanya perpustakaan mini begini pastinya sangat membantu anak-anak yang suka membaca buku di desanya ya, Teh
BalasHapusMasyaAllah, inspiratif sekali Teh. Beneran the real pencinta dan perawat literasi banget ini mah 🥹 aku salut, takjub, dan pengen sungkem sama Teteh.
BalasHapusBerawal dari hobi baca, beli buku dari beberapa Negara, dan terpikir membuka tempat membaca buat anak-anak yang mengaji, salut pisan. Terima kasih atas segala upayanya, semoga menjadi amal jariyah yang tidak pernah putus. Teh, misal aku mau kirim buku bacaan boleh? Minta alamatnya ya teh. Buat tambah-tambah stok buku di sana.
Keren banget kak, ini membangun karakter literasi yang bagus. membaca sekarang jadi hal yang sangat sulit dikalangan anak anak. Kudu ada yang memulai dan disediakan tempat seperti ini.
BalasHapusSemoga makin banyak koleksinya dan banyak yang makin suka membaca.
Lanjut terus ya kak. semangat terus!
Pertama, Barakallahu buat Teteh yang menjadi blogspot mania juga, soalnya baru kali ini keknya daku mampir ke hunian baru ini hehe.
BalasHapusKedua, berkah dari Allah buat Teteh dan keluarga yang menyediakan wadah naungan ilmu. InsyaAllah jadi amal jariyah dan juga untuk yang menyumbangkan bukunya.
Dengan begitu dukungan literasi bisa terus berkembang kepada anak-anak sekitar, dan minat baca pun makin meningkat. Sehat-sehat selalu ya Teh.
Kalau sudah banyak pasti bisa jadi perpustakaan
BalasHapusUsaha yang keren mbak
Anak anak yang terbuka wawasannya bisa jadi amal jariyah mbak juga kelak
Keren banget kak Okti. Kontribusi luar ke masyarakat itu patut diapresiasi. Jarang bgt anak muda mau fokus di bidang ini. Kesannya sih sepele ya. Tp menumbuhkan minat baca di kalangan anak muda tuh emg susah bgt.
BalasHapusApalagi tren anak muda skrg yg lbh demen main gawai dibanding baca buku. Bikin perpustakaan kini yang bukunya jg didukung para blogger tuh luar biasa kerennya.
Smg koleksi bukunya makin banyak ya kak. Dan anak muda di sekitar situ bs makin bnyk lagi utk mau datang dan baca. Sehingga harapannya bs meningkatkan literasi membaca di kalangan anak muda.
Masyaallah keren teh. Membangkitkan semangat membaca bagi anak-anak di kampung halaman. Semangat literasi memang harus diperjuangkan. Semoga bisa terus lancar dan terjaga ya.
BalasHapusAku juga punya mimpi yang sama. Semoga suatu hari bisa mewujudkan 😊
Keren teh, semoga nanti makin nambah rak dan koleksi buku2nya.
BalasHapusSetuju banget emang sebaiknya fokus ke kelebihan, yang penting anak2 mau datang dan baca, juga didampingi biar makin betah.
Aku tu pengen bikin juga tapi sayang utk rumah yg sekarang belum ada tempatnya haha.
Dulu bercita2 pengen punya kafe buku gitu, yaa tapi lagi2 kendala di modal, tapi ya siapa tahu Allah ijabah nanti kita mah usaha aja yaa.😂
Masya Allah keren banget, saya jadi terharu membaca tulisannya. Karena saat ini indeks literasi kita memang belum sesuai harapan, jadi keberadaan pihak-pihak yang aware dengan dunia literasi memang sangat diperlukan.
BalasHapusAh keren teh Okti
BalasHapusIni jadi langkah nyata untuk peningkatan literasi di kampung
Semoga makin banyak anak di kampung yang suka membaca
Barakallah Teh, keren mah dikau, semoga dengan adanya pojok baca semakin banyak anak yang gemar membaca, karena sejatinya mereka perlu buku fisik dulu agar tertarik membaca, setelah menemukan buku yan asyik lanjut deh mereka akan jatuh cinta pada membaca
BalasHapusTerharu bacanya karena Teteh dan suami bisa mengelola perpustakaan maksimal dan pastinya amat bermanfaat bagi banyak orang supaya menambah wawasan dan juga ilmu semoga terus langgeng dan maju ya
BalasHapusPangling sama rumah barunya teteh..
BalasHapusIni nambah blog-kah teh?
Barakallahu fiikum, teh Okti dan suami..
Langkahnya menghidupkan ilmu in syaa Allah menjadi ladang jariyah untuk semua yang merasakan manfaatnya bisa membaca buku di perpustakaan milik teteh.