Kamis, 31 Juli 2025

Suka Duka Nishfus Sanah di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor

Jelang masa nishfus sanah Fahmi dari Gontor sebenarnya di keluarga kami ada pro dan kontra. Baik dari segi waktu, biaya dan dampaknya saat balpon (balik pondok) kelak.

Nishfus sanah adalah istilah di pondok untuk waktu liburan santri pada pertengahan tahun alias liburan akhir semester pertama.

Tidak terasa memang Fahmi sudah hampir enam bulan saja belajar di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang tahun ini usianya genap seratus tahun. Akhir Agustus nanti sampai minggu kedua September memasuki masa libur nishfus sanah. Rencananya Fahmi minta pulang.

“Lho, kok waktu liburan nya beda ya?” tanya Si Abang, salah satu pemilik warung nasi Padang di dekat rumah.

Iya nih, gara-gara Fahmi mondok di Gontor Kampus 9 yang lokasinya berada di Kabupaten Solok Sumatra Barat saya dan suami jadi lebih akrab sama Si Abang yang aslinya dari Bukittinggi. Juga beberapa pemilik toko pakaian di pasar Pagelaran yang berasal dari Padang.

Pokoknya setiap ada orang yang berkaitan dengan Sumatra Barat, langsung saya sapa dan pepet, gitu deh! Hehehe...

Awalnya ya karena untuk tanya-tanya mengenai seputaran Solok, Padang dan sekitarnya. Secara anak mukim di sana tentu saja saya harus tahu banyak informasi itu kan ya. Siapa tahu ada kesempatan kami bisa mudif menemui sholgan semata wayang di Nagari Sulitair X Koto Diatas itu.

Nah balik ke laptop, soal liburan di Gontor yang beda sama sekolah pada umumnya di Indonesia seperti pertanyaan Si Abang Nasi Padang yang bilang kok beda ya waktu libur di Gontor dengan sekolah lain?

Perbedaan Kurikulum dan Tahun di PMDG

Apa sebab liburan di Gontor beda dengan sekolah lainnya? Ya jelas beda dong, karena selain Gontor mah memiliki kurikulum sendiri Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang tidak sama dengan Depdikbud maupun Depag (madrasah) di Gontor juga dalam menjalankan seluruh kegiatan menggunakan penanggalan kalender Tahun Hijriyah. Bukan Masehi.

Tahun ajaran di Gontor dimulai pada pertengahan bulan Syawal. Yang tahun 2025 ini 1 Syawal (hari lebaran) bertepatan dengan tgl 31 Maret.

Pembelajaran semester pertama di Gontor berjalan dari akhir Syawal, Dzulqodah, Dzulhijjah, Muharram, Shafar dan Rabiul Awal.

Nah pada bulan Rabiul Awal ini nanti (sekitar minggu kedua dan ketiga) masa nishfus sanah tiba. Seluruh santri diberikan kesempatan mau pulang kampung atau tetap tinggal di Gontor.

Walaupun tinggal di Gontor saat masa nishfus sanah bersama ustadz, semua santri KMI tetap diberikan kesempatan untuk rekreasi mengunjungi lokasi wisata di sekitar Kampus Gontor 9 beserta kegiatan lain yang tetap mendidik dan bermanfaat.

Sementara semester ke dua dimulai dari Pertengahan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Ula, Jumadil Tsani, Rajab, sampai pertengahan Syaban.

Minggu ketiga Syaban hingga Ramadan sampai pertengahan bulan Syawal adalah masa libur akhir semester atau libur akhir tahun di Gontor.

Jika liburan akhir tahun ajaran sekaligus libur lebaran sekitar 50 harian, maka libur nishfus sanah hanya sekitar 10 harian.

Itulah yang sempat menjadi pertimbangan saya, suami dan Fahmi sendiri ketika minta pulang pada libur nishfus sanah ini. Karena kami berpikir waktunya cukup pendek sementara jarak cukup jauh.

Dengan kata lain walaupun transportasi sudah canggih tapi tetap harus diimbangi dengan biaya yang bagi kami cukup tinggi.

Untuk transportasi Fahmi saja pulang pergi sekitar 3 juta rupiah. Belum penjemputan di Bandara dan pengantaran kelak saat balpon. Sementara di rumah palingan hanya enam harian saja. Secara kasarnya biaya gede tapi melepas kangen nya cuma sebentar.

Belum nanti saat balpon, kami pasti sedih dan nangis-nangis lagi karena merasa berat lagi untuk berpisah melepas anak satu-satunya merantau mondok keluar pulau.

Tapi kalau tidak pulang, ya kasihan juga anaknya. Walaupun setiap istirahat bisa nelepon atau video call tapi jelas beda rasanya jika bertemu anak langsung.

Apalagi mikirnya anak mungkin perlu istirahat dan waktu untuk kumpul dengan keluarga besar.

Saya yakin di Gontor Fahmi sudah berusaha dan berpikir keras demi mencapai target sesuai kemampuannya. Pasti enam bulan pertama ini banyak penyesuaian gaya hidup yang bikin ia shock. Biasanya Sabtu Minggu libur eh di Gontor Sabtu Minggu justru hari padat ibarat Senin.

Di Gontor tidak ada libur tanggal merah. Mau Sabtu Minggu atau tanggal merah libur nasional kegiatan belajar mengajar dan ibadah di Gontor tetap berjalan.

Libur kegiatan belajar mengajar sekolah hanya hari Jumat saja. Itu pun tetap fokus diisi dengan kegiatan ibadah, menghafal dan ekstrakurikuler lain seperti olahraga dan kegiatan rohani.

Waktu tidur santri dari jam 22.00 wib dan waktu bangun jam 03.30 wib. Otomatis tidak ada waktu untuk tidur siang.

Walaupun tidak pulang untuk liburan, di Gontor tetap bisa rekreasi, tapi pasti untuk Fahmi yang baru pertama kali hidup jauh dari orang tua secara jauh dan dalam waktu cukup lama pasti merindukan suasana rumah.

Belum lagi neneknya yang tinggal satu-satunya (ibu saya) saat ini sering sakit-sakitan. Setidaknya enam bulan tidak bertemu jika menyempatkan ambil nishfus sanah walau sebentar bisa silaturahmi terlebih dahulu.

Pulang Kampung Nishfus Sanah

Setelah beberapa kali berdiskusi bersama akhirnya kami sepakat Fahmi memilih pulang saat liburan nishfus sanah akhir Agustus sampai awal September tahun ini. Semoga dilancarkan dan dimudahkan.

Konsulat (perwakilan pengurus) perpulangan santri Gontor Kampus 9 dibagi menjadi beberapa daerah sesuai provinsi dan kedekatan. Fahmi masuk ke perpulangan luar Sumatra konsulat DKI Jabar Banten.

Liburan nishfus sanah konsulat DKI Jabar Banten tahun ini ada sekitar 25 orang. Lebih sedikit dibanding liburan nishfus sanah tahun lalu. Kemungkinan karena waktu liburan nishfus sanah tahun ini bertepatan dengan Jambore Pramuka Muslim Dunia yang diadakan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor sebagai salah satu acara dari berbagai kegiatan dalam peringatan seratus tahun kelahiran pondok pesantren modern ini.

Santri di Gontor Kampus 9 asal Cianjur ada sekitar 5 orang. Masa nishfus sanah tahun ini yang pulang hanya Fahmi. Dua orang Al Akh (santri Gontor putra) kelas 3 tidak pulang ke Cianjur melainkan ikut mewakili Gontor Kampus 9 ikut Jambore Pramuka Muslim Dunia di Bumi Perkemahan Cibubur. Sementara dua Al Akh lain memilih mukim di Gontor Kampus 9.

“Sayang uang ya biaya besar di kampungnya cuma sebentar.” Kata Si Abang Nasi Padang mengomentari kabar kepulangan Fahmi ini.

Jika melihat masalah biaya, tentu saja sejujurnya kami pun harus mengeluarkan tabungan yang jumlahnya tidak seberapa. Apalagi di jaman krisis ekonomi dimana semua harga begitu mahal sementara pendapatan segitu aja gak ada naik-naik nya, buat kami hal ini seolah menghadapi kejadian luar biasa.

Tapi dipikirkan lagi yang penting kan kenyamanan anak. Kerja keras banting tulang untuk apa kalau anak tidak terpenuhi kebutuhannya?

Yang penting sebagai ibu rumah tangga saya harus lebih ketat lagi mengatur keuangan keluarga. Lebih bijak dalam mengelola nafkah yang diberikan suami supaya cukup dan berkah.

Tips Ngatur Keuangan Saat Krisis Εkonomi

Setidaknya selama tujuh tahun kedepan, saya harus bisa memanage uang (syukur-syukur bisa sekaligus menghasilkan juga) demi bisa memenuhi kebutuhan dan pengeluaran tidak terduga seperti perpulangan anak dari pondok.

Tips yang saya jalankan dalam menghadapi Krisis Εkonomi saat ini:

1- Berdoa pada Allah SWT. Minta diselamatkan dari kondisi ini. Diberkahi dalam setiap usaha dan kegiatan.

2- Berusaha untuk tidak berhutang. Menghindari keras sistem pembayaran pay later apalagi pinjaman online.

3- Berusaha menghindari kredit barang. Buat saya jatuhnya tetap utang dan harus menyediakan anggaran untuk membayarnya. Jika tidak penting-penting amat jangan tergoda ambil barang dengan sistem bayar kredit.

4- Jangan lakukan ekspansi usaha, fokus dulu aja pada usaha yang ada. Gak berani coba-coba buka usaha baru apalagi kalau harus mengeluarkan modal. Kalaupun sudah ada usaha walaupun kecil-kecilan fokus pada usaha itu aja dulu. Syukur-syukur bisa berkembang dan terus menghasilkan keuntungan.

5- Jangan resign atau keluar dari pekerjaan. Saya bukan keturunan Sultan yang kehidupan tujuh turunan sudah dijamin oleh kekayaannya. Walaupun hanya buruh pabrik, atau freelance yang penghasilannya tidak tentu, tetap fokus dan jalani aja dulu dengan penuh rasa syukur. Jaman sekarang cari kerja susah, yang sudah bekerja saja bukannya banyak yang dipehaka?

6-Jangan boros dalam pengeluaran. Bukan berarti pelit atau ngirit banget. Tapi lebih ke memikirkan mana kebutuhan mana keinginan. Cukup penuhi kebutuhan dan belajar membatasi keinginan karena uangnya bisa disimpan atau dipergunakan untuk hal lain yang lebih penting.

7- Jangan gabung dalam investasi sejenis MLM. Mau krisis atau enggak sih sejak punya uang sendiri saja saya tidak pernah tertarik untuk gabung dalam usaha sejenis MLM atau investasi-investasi sejenis itu. Pikir saya mau punya uang ya harus bekerja berusaha dan nabung. Kalaupun MLM dan investasi ada yang beruntung itu tidak berlaku untuk setiap orang. Bagaimana kalau saya termasuk yang tidak beruntung itu? Jadi saya pikir lagi cari cara yang realistis aja.

Pahala Orang Tua Sabar Memasukkan Anak ke Pondok Pesantren

Yang terpenting sih tetap ikhtiar, berusaha dan bersyukur. Besar kecil penghasilan yang kita dapat akan lebih terasa maknanya kalau berkah.

Kabar gembira dari Allah Ta’ala, untuk orang tua yang memondokkan anaknya: QS. Ar-Ro’d ayat 24.

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ

"Dan keselamatanlah untuk Kalian sekeluarga (Surga Adn) atas kesabaran kalian waktu di dunia.”

Ayat yang cocok sebagai apresiasi dan juga penyemangat bagi orang tua manapun yang memperjuangkan anaknya masuk ke pondok.

Sebab salah satu modalnya adalah sabar. Sabar ketika semua harta habis berpuluh juta bahkan beratus juta untuk membiayai kehidupan dan pendidikan anak di pesantren, yang padahal dengan harta itu orang tua tersebut dapat membeli apa saja, dan investasi apa saja perihal dunia. Wallahualam.

Read more ...

Selasa, 22 Juli 2025

Keunggulan Gym Indonesia FIT HUB Layak Jadi Pilihan untuk Latihan Harian

Demi bisa ikut jalan santai ngabring sama gank ibu sosialita daerah tiap hari Minggu, ada yang sampai mengabaikan menyiapkan sarapan anak, dan menitipkan anak balitanya kalau sudah bangun tidur nanti ke neneknya.

Lah, itu ibunya emang kemana? Ibunya olahraga santai sambil jajan kuliner dan foto-foto bersama komunitas yang selama acara itu upload berbagai gaya dan hal-hal lainnya sehingga netizen jadi tahu.

Suaminya walau tau istrinya tidak murni olahraga gak bisa melarang, alasannya kan demi kesehatan dan kewarasan seorang ibu...

Melihat fenomena itu, memang saya lihat jika dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh para tetangga pun semakin meningkat.

Khususnya setelah car free day di tingkat kecamatan tempat saya tinggal digelar. Banyak orang mulai meluangkan waktu untuk olahraga (walau kenyataan lebih banyak jajannya) secara rutin, setiap Minggu, bahkan ada yang serius keluar rumah menuju lapangan desa di pagi, siang, maupun malam hari, seperti gym saja.

Gym Indonesia
Olahraga saat car free day didominasi jajan dan cuci mata

Olahraga Gym Indonesia

Gym memang cocok jadi pilihan bagi mereka yang ingin berolahraga. Tahu gak, kini, gym Indonesia bahkan mulai menjadi pilihan utama bagi pecinta kebugaran, karena menghadirkan kemudahan dan kenyamanan yang dibutuhkan untuk latihan harian.

Jadi yang ngaku pecinta olahraga tidak perlu khawatir lagi soal keterbatasan waktu atau peralatan yang kurang lengkap. Dengan fasilitas dan layanan yang semakin modern, gym Indonesia seperti FIT HUB memberikan solusi yang praktis bagi siapa saja yang ingin menjalani gaya hidup sehat secara konsisten.

Aplikasi digital juga bisa membantu kita merencanakan latihan dengan jadwal yang lebih rapi dan teratur.

Fasilitas Lengkap untuk Segala Jenis Latihan

Salah satu alasan utama kenapa gym banyak dipilih adalah kelengkapan alat dan fasilitas yang disediakan. Mulai dari alat beban, treadmill, sepeda statis, hingga area untuk latihan fungsional, semua tersedia dan bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Jadi, siapapun bisa berolahraga dengan fokus, tanpa harus berganti-ganti tempat.

FIT HUB menghadirkan semua itu dalam satu lokasi. Kita bisa memilih jenis latihan sesuai dengan tujuan, apakah ingin membentuk otot, membakar kalori, atau meningkatkan daya tahan tubuh.

Semua fasilitas terawat dan aman digunakan, bahkan bagi pemula yang baru mulai rutin berolahraga.

Di Gym Indonesia bagi yang lebih suka latihan berkelompok, tersedia juga ruang untuk kelas seperti yoga, body combat, atau latihan kekuatan.

Memang ya kalau suasana latihan mendukung akan membuat kita semakin semangat untuk datang dan menyelesaikan sesi latihan.

Gym Indonesia FIT HUB

Jadwal Fleksibel dan Mudah Disesuaikan

Salah satu kendala yang sering muncul ketika ingin mulai olahraga rutin adalah keterbatasan waktu. Namun, kini kita tidak perlu cemas soal itu. Gym Indonesia memberikan fleksibilitas bagi penggunanya untuk menyesuaikan jadwal latihan dengan aktivitas harian.

Hal itu menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang lebih memilih datang ke gym dibandingkan melakukan latihan di rumah.

FIT HUB menyediakan sistem booking kelas dan waktu latihan yang bisa diakses via aplikasi. Jadwal latihan bisa kita atur dari awal, pilih sesuai waktu yang diinginkan, bahkan ubah kalau perlu. Semua dilakukan lewat ponsel, tanpa perlu antri atau menunggu lama di lokasi.

Kebebasan dalam memilih waktu seperti ini sangat berguna, terutama untuk manteman yang memiliki jadwal kerja tidak tetap atau sering berpindah-pindah lokasi.

Dengan sistem yang fleksibel, latihan harian pun bisa tetap berjalan tanpa hambatan.

Dukungan Pelatih Profesional yang Siap Membimbing

Bagi sebagian orang, memulai latihan tanpa pendamping bisa terasa membingungkan. Tapi di di sini tidak perlu khawatir, karena gym Indonesia sekarang banyak yang menyediakan layanan pelatih pribadi.

Dengan pendampingan langsung dari pelatih yang berpengalaman, kita bisa mendapatkan panduan latihan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan tubuh.

FIT HUB menyediakan fasilitas konsultasi bersama pelatih agar kita bisa dapat program latihan yang sesuai dengan kebutuhan. Baik untuk menurunkan berat, membentuk tubuh, maupun sekadar aktif bergerak, program latihannya bisa disesuaikan.

Pendekatan yang lebih personal seperti ini membuat latihan terasa lebih efektif dan hasilnya bisa kita lihat dalam waktu yang lebih singkat.

Selain itu, pelatih juga akan membantumu memperbaiki teknik gerakan agar tidak salah posisi dan terhindar dari cedera. Dengan panduan yang tepat, siapapun akan lebih percaya diri dalam setiap sesi latihan.

Teknologi Digital yang Mendukung Konsistensi

Penggunaan teknologi dalam dunia kebugaran kini semakin umum. Gym Indonesia telah banyak mengadopsi sistem digital, baik untuk memudahkan pendaftaran, pengaturan jadwal, hingga pemantauan progres latihan.

Hal itu tentu saja membuat seluruh proses berolahraga terasa lebih rapi dan terkontrol.

FIT HUB adalah salah satu contoh gym yang menghadirkan layanan digital secara maksimal. Manteman bisa memantau jumlah kalori yang terbakar, melihat perkembangan dari waktu ke waktu, bahkan mendapatkan rekomendasi latihan yang sesuai dengan tujuan pribadimu.

Keren banget deh, lewat aplikasi yang user-friendly, semua fitur tersebut bisa diakses dengan cepat dan mudah.

Gym Indonesia

Jadi Bergabung dengan Gym Indonesia FIT HUB?

Dengan kombinasi fasilitas lengkap, pelatih profesional, dan dukungan teknologi, gym Indonesia memang layak menjadi pilihan utama untuk latihan harian.

Dengan adanya FIT HUB, kita jadi lebih gampang menjaga kebugaran secara teratur di tengah kesibukan.

Kini, menjaga tubuh tetap bugar bisa dilakukan lebih menyenangkan, tanpa merasa terbebani.

Read more ...

Jumat, 18 Juli 2025

Resep Ayam Goreng Praktis Anti Ribet Bumbu Haji Parto

Sejak anak semata wayang pergi mondok, di rumah tinggal saya dan paksu berdua. Pengantin lagi dong...

Karena hanya berdua, setiap hari saya masak yang praktis anti ribet saja supaya hemat waktu dan biaya. Ialah kalau berdua aja masak banyak atau ribet malah kadang tidak habis. Kan malah sayang jadinya.

Setiap hari masak, lauknya pilih yang simpel seperti ayam goreng. Tambah lalap dan sambal, maknyus urang Sunda pisan gitu loh...

Resep Praktis Ayam Goreng Haji Parto

Cara membuat ayam goreng tanpa ribet tapi hasilnya enak dan bumbu meresap bisa dengan menggunakan bumbu goreng ayam dari Haji Parto.

Begini cara masak ayam goreng yang super praktis anti ribet tapi rasanya enak dan bumbunya meresap ala Haji Parto:

🔵 Didihkan air secukupnya aja tergantung seberapa banyak mau bikin ayam goregnya ya

🔵 Masukkan bumbu ayam goreng Haji Parto

🔵 Masukkan daging ayam yang sudah dicuci bersih.

🔵 Tutup dan biarkan masak selama 20 menit

🔵Dinginkan ayam yang sudah diungkep tadi, lalu siap digoreng, deh! Praktis banget kan?

Bumbu instan Haji Parto

Dengan adanya bumbu goreng ayam Haji Parto waktu memasak saya makin cepat karena tinggal cemplang cemplung. Gak harus ngupas bumbu, gak harus ngulek ini itu. Semuanya jadi tidak lama, ayam degan bumbu yang pas pun sudah siap digoreng.

Bumbu goreng ayam Haji Parto mengandung rempah asli, tanpa pengawet, tanpa pewarna buatan, tanpa MSG. Jadi aman dong!

Bumbu Haji Parto tersedia di Tiktok @bumbuhajipartoofficial dan Instagram @bumbuhajiparto ada juga di Shopee dan medsos lainnya.

Bumbu ayam goreng Haji Parto

Produk Haji Parto

Bumbu apa saja yang bisa kita dapat dari Haji Parto?

Ada bumbu rawon, sop daging, tengkleng, gulai, bumbu nasi goreng, dan bumbu ayam goreng.

Tidak hanya itu, Haji Parto juga menyediakan aneka sambal. Ada sambal cumi, sambal cakalang, sambal teri dan ambal ayam suwir.

Rasanya? Mantap. Saya beli banyak sekaligus untuk dikirim ke Fahmi yang sedang mondok. Praktis anak tinggal buka sachet kemasan dan tabur di atas nasi hangat yang disediakan dormitory kitchen. Katanya bikin nafsu makan main nambah.

Produk sambal Haji Parto
Produk sambal Haji Parto

Sejarah Brand Kuliner Haji Parto

Semua bumbu yang kini dijual bebas itu berawal dari Restoran Sate Kambing Muda Haji Parto, lho...

Ya, produk bumbu Haji Parto, lahir setelah Sate Kambing Muda Haji Parto selaku brand kuliner lokal yang menyajikan hidangan khas Indonesia, khususnya sate kambing muda yang terkenal empuk, gurih, dan bebas bau prengus berdiri sejak tahun 2023.

Sejak saat itu Sate Kambing Muda Haji Parto jadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi keluarga, wisatawan, dan pecinta makanan tradisional di area jabodetabek.

Percaya ga sih kalau makanan bukan hanya soal rasa, tapi juga soal kenangan, kebersamaan, dan pelayanan sepenuh hati? Itulah yang dijadikan landasan Sate Kambing Muda Haji Parto.

Tidak heran kalau rasanya bikin ketagihan karena pada tiap tusuk Sate Kambing Muda Haji Parto dibuat dari daging kambing muda pilihan dan dibakar dengan teknik tradisional yang terjaga sejak generasi pertama.

Visi Sate Kambing Muda Haji Parto

Hal itu juga yang menyebabkan Sate Kambing Muda Haji Parto membawa misi menjadi ikon kuliner sate kambing muda terbaik di Indonesia yang dikenal karena kualitas, kelezatan, dan pelayanan hangat kepada pelanggan.

Misi Sate Kambing Muda Haji Parto

Adapun misi dari Sate Kambing Muda Haji Parto ialah:

🛑 Bisa menyajikan sate kambing muda berkualitas tinggi dengan rasa autentik khas Nusantara.

🛑 Bisa memberikan pengalaman makan yang nyaman, bersih, dan bersahabat untuk semua kalangan.

🛑 Bisa membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui layanan yang konsisten dan inovatif.

Keunggulan Sate Kambing Muda Haji Parto

Sejak saat itu Sate Kambing Muda Haji Parto dikenal memiliki keunggulan: daging kambingnya muda asli, empuk dan tidak bau prengus; menggunakan bumbu rahasia keluarga; diwariskan lintas generasi; disajikan fresh, dibakar langsung di tempat; harga terjangkau dengan porsi memuaskan; pelayanan ramah dan suasana warung bersih.

Lokasi Sate Kambing Muda Haji Parto

Penasaran dimana kita bisa mencicipi Sate Kambing Muda Haji Parto?

Lokasi Resto Sate Kambing Muda Haji Parto berada di Outlet Plaza Kalibata, Jakarta Selatan; Outlet Tanah Tinggi, Kota Tangerang; Outlet Bogor Junction, Kota Bogor; Outlet Pawon Djowo, Marga Mulya, Kota Bekasi; dan Outlet Dragon Point PIK 2 di Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Semua outlet buka setiap hari, 11.00 – 22.00, kecuali yang di Pantai Indah Kapuk itu buka 15.00 – 22.00 dan libur tiap hari Rabu.

Info lebih banyak bisa kepoin akun sosmednya:

Instagram: @satekambinghajiparto

Facebook: Sate Kambing Haji Parto

Kalau lagi malas keluar, bisa beli melalui GoFood, GrabFood, dan Shopeefood.

Produk Haji Parto

Jadi awal munculnya bumbu Haji Parto itu berasal dari restoran yang dikelolanya. Karena banyak permintaan pelanggan yang ingin masak sendiri maka dibuatlah aneka bumbu Haji Parto mulai bumbu olahan daging sampai berbagai jenis sambal.

Alhamdulillah setelah ada aneka bumbu dan sambal dari H Parto hidup kami ini berasa jadi makin simple. Kegiatan masak-memasak jadi main cepat, jadi punya banyak waktu buat quality time.

Read more ...

Minggu, 13 Juli 2025

Ketika Lele Lebih Diperhatikan daripada Emak Bapak

Sudah dua hari Jumat Fahmi tidak ada menelepon. Tentu saja saya sangat khawatir. Biasanya seminggu dua sampai tiga kali solgan-ku itu menghubungi saya atau ayahnya. Apakah dia sakit?

Ternyata melihat sosial media resmi Gontor Kampus 9 tempat Fahmi mondok, semua santri sedang melaksanakan kemah Pramuka. Lanjut persiapan peresmian gedung auditorium baru yang diresmikan oleh Gubernur Sumatra Barat.

Saking sibuknya itu mungkin tidak ada waktu untuk menelepon. Atau bisa jadi telepon yang disediakan pondok untuk memfasilitasi semua santri berkomunikasi dengan keluarga sementara diliburkan karena kesibukan para ustadznya juga.

Meski tetap khawatir tapi setidaknya saya lebih tenang mengetahui kegiatan anak di pondoknya. Beberapa wali santri di group juga banyak yang menginformasikan kegiatan para santri setiap harinya melalui story yang dishare para ustadz. Hal itu tentu saja sangat membantu saya, terlebih saat media perpesanan WhatsApp di ponsel tengah bermasalah seperti akhir-akhir ini.

Akhirnya kamis sore anak semata wayang kami itu menelepon. Tahu apa yang pertama kali ditanyakan? Kabar hewan peliharaannya!

Ya. Bukan kabar emak bapaknya melainkan ikan lele dan hewan peliharaan lainnya yang ditanyakan Fahmi lebih dulu. Melasnya, apa kamu gak kangen ayah ibu, Mi?

Hewan peliharaan Fahmi di rumah
Baby Comot pertama kali kami bawa ke rumah. Kucing ini termasuk peliharaan kesayangan Fahmi

Memang sih lele peliharaan Fahmi bisa dibilang istimewa. Waktu masih sekolah dasar, Fahmi beli ikan lele albino seharga seribu. Walaupun lele tapi lucu sebagaimana ikan hias pada umumnya karena warnanya putih kemerahan. Tidak ada hitam-hitamnya.

Karena masih kecil, saat itu ukuran nya sebesar kelingking Fahmi, lele itu disimpan dalam toples bekas kue. Setiap pagi dan sore ia rutin ngasih makan lele dengan pelet ikan yang ada karena kami memang sudah lebih dulu memelihara ikan di kolam belakang rumah.

Lama-lama lele itu tumbuh besar. Akhirnya Fahmi memindahkannya ke akuarium yang tidak dipakai. Eh beberapa tahun sampai Fahmi lulus SD, lele itu terus tumbuh sampai ukurannya sebesar tangan saya!

Uniknya setelah besar, warna lele yang asalnya putih kemerahan, kini ada bintik-bintik hitam jadi lele nya itu warna belang seperti warna kucing. Makin sayang lah Fahmi sama lele itu.

Waktu mau berangkat mondok, aquarium pecah karena keseringan diseruduk sama lele yang tenaganya kini semakin besar. Akhirnya lele itu kami pindah ke bak di belakang sumur.

Saat melepas anak mondok, ia menitipkan semua hewan peliharaannya termasuk lele. Saya dan ayahnya tidak keberatan karena dengan memelihara hewan peliharaan karakter anak banyak berubah ke arah lebih baik.

Hewan peliharaan Fahmi di rumah
Boba (anak bebek) Ciaks (anak-anak ayam) dan Comot kucing bertopi item adalah sebagian dari hewan peliharaan Fahmi

Punya hewan peliharaan untuk kami itu seperti punya teman kecil yang selalu setia. Bukan cuma lucu, tapi juga membawa banyak manfaat. Tapi tentu saja, ada semacam pengorbanan dan tantangannya juga.

Manfaat yang kami rasakan setelah memiliki hewan peliharaan:

Mengurangi stres dan kesepian

Saat anak sekolah, suami bekerja, dan saya mulai bosan dengan aktivitas yang gitu-gitu saja maka adanya interaksi dengan hewan peliharaan bisa meningkatkan hormon bahagia seperti oksitosin dan menurunkan kadar kortisol (hormon stres).

Dulu saya sempat menertawakan nenek dan ibu saya yang menurut saya bicara sendiri (padahal mereka tengah bicara dengan hewan peliharaan).

Kini hal itu saya rasakan sendiri. Kadang saya juga seperti orang gila terlihat bicara sendiri. Padahal saya merasa benar sedang berbicara dengan hewan peliharaan.

Apa saja saya bicarakan mulai masalah berkaitan dengan hewan itu sendiri sampai sesi curhat pribadi. Hihihi... Rasanya plong dan lega...

Tidak berlebihan rasanya kalau memelihara hewan bisa dijadikan sebagai pengobat stres dan kesepian. Seperti journaling ibu sibuk, menepi dari semua rutinitas dan sejenak menikmati kebersamaan secara santai dengan hewan peliharaan.

Hewan peliharaan Fahmi di rumah
Bermain dan bercanda dengan Petir, kucing jantan yang ekornya menyerupai logo PLN (petir)

Meningkatkan rasa tanggung jawab

Tentu saja ketika kita memutuskan mau merawat hewan mau tidak mau kita harus siap melatih disiplin dan empati. Itu pula yang saya ajarkan kepada anak. Kalau sayang dan berani memelihara hewan harus mau belajar mengatur waktu dan komitmen untuk merawat dan menjaganya.

Memperkuat ikatan sosial

Hewan sering jadi perantara—bisa membuka percakapan dan memperluas jaringan sosial, baik di dunia nyata maupun media sosial.

Contohnya gara-gara punya ikan lele albino saya jadi membantu Fahmi mencari informasi bagaimana merawat lele dalam aquarium. Dari sana saya bisa berkenalan dan berinteraksi dengan pihak lain yang share terkait informasi tersebut.

Contoh lain kalau memelihara kucing, apakah kita jadi tahu bagaimana interaksi dengan hewan berbulu itu? Menurut para ahli perilaku hewan, meskipun kucing tahu bahwa manusia berbeda secara fisik dan bau, mereka tetap berinteraksi dengan kita seolah-olah kita adalah bagian dari kelompok sosial mereka, yang dalam kasus kucing berarti kucing juga.

Ini bisa dilihat dari kebiasaan mereka menggosokkan tubuh, menjilat, hingga mengeong kepada manusia, meskipun suara mengeong jarang digunakan sesama kucing dewasa.

Pernah baca tapi lupa dimana gitu... John Bradshaw, ahli perilaku hewan dari University of Bristol, menyatakan bahwa kucing memperlakukan manusia menggunakan bahasa sosial kucing. Artinya, mereka juga sebenarnya memperlakukan kita seperti kucing tapi dengan cara yang disesuaikan.

Lalu bagaimana kita memperlakukan kucing? Saya yakin lebih dari itu bahkan ada yang menganggap kucing sebagai bagian dari anggota keluarga (seperti anak sendiri).

Hewan peliharaan Fahmi di rumah
Petir, santri kucing

Mbak Dyah, teman blogger menceritakan bagaimana ia kehilangan Obit, seekor kucing yang sudah dianggap seperti anak bungsunya. Setiap bikin status selalu berisi kegalauan dan kisah cinta kasih yang seolah direnggut paksa.

Hal seperti itu saya pun sempat merasakannya. Saya pernah di posisi itu bersama Tobi. Bagaimana tidak kehilangan jika bahkan saat dia sakit tetap ke toilet untuk bab dan buang air.

Yang paling sedih kucing ini mati nunggu saya dulu depan pintu pulang dari pasar. Selasa hari pasar di tempat saya tinggal itu Tobi akhirnya mati dalam pangkuan. Melepaskan nafas terakhirnya di pelukan saya.

Tobi saya tangisi seperti kehilangan anggota keluarga. Tobi dikubur dengan jilbab saya sebagai membungkusnya.

Beberapa hari setiap solat saya gak kuat nahan air mata. Biasanya Tobi ikut wiridan di pangkuan saya. Mukena dijadikannya hammock. Saya seolah selalu merasakan bagaimana nyamannya Tobi nyangkoyot dalam pangkuan. Segitunya kan kalau udah sayang sama kucing...

Jadi meskipun terdengar lucu atau aneh ketika kucing menganggap pemiliknya sebagai semacam ‘sesama kucing raksasa’ sebagai teman namun, itu bukan karena mereka keliru, melainkan karena cara berpikir mereka yang sederhana tapi penuh kasih.

Dalam pandangan seekor kucing, kita yang memeliharanya adalah juga keluarga. Meski bentuk manusia menurut nya mungkin aneh, tak bisa menjilat bulu sendiri, apalagi berburu.

Mendorong aktivitas fisik

Khususnya hewan seperti anjing, saya lihat yang memiliki hewan ini rutin mengajak jalan-jalan tiap hari.

Saya yang ketitipan lele di rumah juga jadi meluangkan waktu setidaknya dua Minggu sekali untuk menguras dan membersihkan supaya lele bersih terawat.

Memberi dukungan emosional

Pada umumnya hewan yang dipelihara itu bisa menjadi teman yang tidak menghakimi dan membantu seseorang melewati masa-masa sulit secara emosional.

Waktu saya masih memelihara Tobi kucing belang berekor panjang, dia selalu menemani Fahmi pergi ke warung kalau saya suruh beli sesuatu. Membantu banget secara Fahmi kan pemalu.

"Ayo, Bi antar Ami ke warung. Ami malu kalau jajan sendiri..." Percakapan seperti itu sering sekali terdengar dan Tobi malah senang diajak jalan keluar rumah.

Atau pas saya bagian piket di masjid, kan sering sendiri tuh karena ibu-ibu lainnya pada absen, Tobi sering menemani saya beberesih sampai selesai. Walau cuma terdengar bunyi lonceng di lehernya, tapi saya merasa ditemani.

Bantu Perekonomian

Selain lele albino yang cuma seekor, kami juga memelihara bebek, ayam, ikan patin dan nila di kolam. Unggas dan ikan itu tentu saja sangat bisa diandalkan saat sedang butuh.

Hewan peliharaan Fahmi di rumah
Hasil penjualan ayam kampung dan telurnya lumayan juga lho...

Kalau jelang hari raya, kami bisa jual beberapa ekor ayam kampung. Belum telur ayam kampung organik selain bisa kami konsumsi sendiri juga bisa kami jual.

Penghasilan dari menjual hasil hewan peliharaan ini jujur bisa dikatakan lebih menjanjikan daripada jadi freelance yang sekarang ini justru jobnya makin menyusut.

Oya, manteman kala mau mendapatkan informasi lebih banyak terkait dunia freelance dan ide kreatif bisa intip di Sunglowmama blog ya...

Tantangan Memiliki Hewan Peliharaan

Ibarat dunia seperti roda yang berputar, memelihara hewan pun selain mendapatkan manfaat banyak juga tantangannya. Seperti:

Biaya perawatan

Bagi yang tinggal di kota selain makanan, biaya untuk vaksin, grooming, hingga kunjungan ke dokter hewan bisa jadi pengeluaran rutin yang lumayan.

Untuk kami yang tinggal di kampung, saat hama datang menyerang biasanya jadi waktu terpuruk paling besar. Contohnya setelah lebaran kemarin, ayam kami mati kena tetelo sampai belasan ekor sekaligus.

Hewan peliharaan Fahmi di rumah
Kalau pas ada hama, yang sedang mengerami biasanya selamat

Pengorbanan waktu dan perhatian

Tentu saja hewan itu bukan mainan. Mereka perlu waktu, perhatian, dan stimulasi mental agar tetap sehat dan bahagia. Bagi yang tidak terbiasa pasti terasa berat harus meluangkan waktu dan biaya.

Ketika akan bepergian, demi tanggung jawab terhadap hewan peliharaan, kami selalu minta anak santri mengaji di rumah untuk bisa memberi makan dan memeriksa hewan-hewan peliharaan itu takutnya ada hal yang tidak diinginkan selama kami tidak di rumah.

Otomatis jika kami akan melakukan perjalanan atau liburan harus menyesuaikan waktu, supaya ada orang yang bisa kami titip. Karena di kampung saya tidak ada tempat menerima hewan peliharaan, dan menitipkan peliharaan yang bukan hanya satu dua ekor itu perlu kesediaan pihak lain.

Masalah kebersihan dan bau

Ada risiko berupa bulu berserakan, bau tak sedap, atau bahkan hewan buang air sembarangan jika belum terlatih.

Saya sering bersitegang dengan tetangga karena kotoran ayam yang sangat mengganggu. Atau suara ayam ketika akan bertelor yang sangat berisik mengganggu waktu istirahat tetangga. Disitu kita harus siap mencari solusinya..

Risiko kemungkinan alergi

Sebagian orang bisa alergi terhadap bulu atau air liur hewan tertentu. Termasuk saya dan Fahmi. Kulit saya dan Fahmi sensitif jika kena gigit serangga seperti kutu kucing atau gurem ayam. Saat memelihara kucing atau ayam maka saya dan anak harus siap dengan risikonya itu.

Hewan peliharaan Fahmi di rumah
Di rumah kami juga ada tokek

Begitulah... Suka duka dari melihara hewan peliharaan pasti ada. Termasuk diabaikan anak yang jauh mondok di Sumatra. Buktinya setiap nelepon, yang ditanyain lebih dulu kabar lelenya, kucingnya, dan peliharaan lannya. Kabar emak bapaknya mah be ajah. Nasib...

Read more ...

Senin, 07 Juli 2025

Rutinitas Pagi Produktif ala Ibu Rumah Tangga yang Punya Balita

Menjadi ibu rumah tangga dengan balita bukanlah hal yang mudah. Saya pernah mengalami itu walaupun ana cuma sebiji. Satu anak saja maksudnya...

Tapi meski cuma anak semata wayang, tetap saja setiap hari, merasa ada banyak hal yang harus diurus, mulai dari kebutuhan anak, pekerjaan rumah tangga, hingga kadang urusan pekerjaan sampingan.

Untuk menjaga kewarasan dan produktivitas, tahu gak, katanya rutinitas pagi menjadi kunci utama. Emang kenapa dengan kegiatan pagi seorang ibu rumah tangga?

Berikut adalah beberapa kebiasaan pagi yang bisa membantu ibu rumah tangga tetap produktif meski harus mengasuh balita sepanjang hari.

Bangun Lebih Awal dari Anak

Meluangkan waktu sekitar 30-60 menit sebelum mengurus balita bisa memberikan momen tenang untuk mengatur hari. Gunakan waktu ini untuk keperluan sendiri seperti mandi, berdoa, atau sekadar menikmati secangkir kopi sambil menyusun rencana harian.

Bangun lebih pagi memberikan kontrol atas waktu dan membuat seorang ibu jadi lebih siap menghadapi hari.

Membuat To-Do List yang Realistis

Mencatat prioritas harian membantu agar seorang ibu tidak kewalahan. Jangan terlalu ambisius, cukup tiga sampai lima hal utama yang ingin diselesaikan saja dulu, termasuk aktivitas anak seperti mandi, makan, atau bermain edukatif.

Menuliskannya di papan tulis atau aplikasi ponsel bisa menjadi pengingat visual yang efektif.

Sarapan Sehat dan Bergizi untuk Ibu dan Anak

Banyak ibu yang melewatkan sarapan karena sibuk menyiapkan makanan anak. Padahal, asupan energi di pagi hari penting agar tetap fokus dan tidak cepat lelah.

Pilih menu yang cepat namun bernutrisi, seperti roti gandum isi telur, smoothie buah, atau oatmeal.

Pastikan juga balita mendapatkan makanan bergizi seimbang untuk memulai harinya dengan ceria.

Menyempatkan Aktivitas Fisik Ringan

Tak perlu olahraga berat, cukup lakukan peregangan atau yoga ringan selama 10-15 menit. Jika balita sudah bangun, libatkan mereka dengan aktivitas yang menyenangkan, seperti menari atau jalan santai keliling halaman.

Gerak badan ini insyaallah bisa membantu meningkatkan mood dan stamina kita sepanjang hari, lho...

Rutinitas Cepat dan Efektif dalam Urusan Rumah

Saat memiliki balita, waktu luang sering kali datang tidak terduga. Gunakan waktu singkat itu untuk menyapu, mencuci piring, atau menata kamar.

Gunakan alat bantu rumah tangga yang efisien seperti vacuum cleaner kecil atau panel ATS untuk manajemen listrik jika memakai peralatan listrik otomatis. Hal ini membuat pekerjaan rumah tetap terkendali tanpa mengganggu waktu bermain atau menyusui anak.

Sediakan Waktu untuk Interaksi dan Edukasi Balita

Setelah semua hal utama selesai, luangkan waktu untuk bermain atau membaca buku bersama anak. Hal ini bukan hanya mempererat bonding, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak.

Pilih permainan edukatif yang merangsang sensorik dan motorik, sesuai usia.

Tahan Godaan untuk Menyalakan TV atau Scroll Media Sosial Terlalu Lama

Pagi hari sebaiknya dimanfaatkan untuk hal-hal produktif. Jika memang ingin mengecek informasi, tentukan waktunya, misalnya setelah anak tidur siang.

Menghindari distraksi berlebihan membuat waktu kita jadi lebih efisien dan tidak terbuang percuma.

Ibu rumah tangga dan balita

—Begitulah manteman, rutinitas pagi yang terencana dan fleksibel adalah senjata utama ibu rumah tangga dengan balita untuk tetap bisa produktif tanpa harus kehilangan momen berharga bersama anak.

Mulailah dari sekarang untuk tentukan satu kebiasaan pagi apa yang ingin manteman ubah dan dilakukan besok pagi.

Yuk, jadi ibu yang produktif dan tetap hadir sepenuhnya untuk si kecil!

Read more ...