Sabtu, 30 November 2024

Kisah dari Dapur dan Belakang Layar yang Mendukung Tercapainya Kesuksesan

Pernahkah manteman merasa meskipun tidak menjadi yang terdepan, kontribusi kita sebenarnya tetap penting dan bermakna?

Banyak orang yang ingin terlihat di permukaan, namun tidak sedikit juga yang memilih berada di belakang layar. Manteman memilih posisi yang mana nih? Hehe...

Saya sendiri akan memilih tergantung situasinya saja. Karena bagaimana kontribusi kita mungkin akan tergantung kepada kemampuan dan kapasitas diri masing-masing. Sebagaimana keahlian setiap orang, satu sama lain kan berbeda-beda ya...

Dan saya mau berbagi cerita tentang pengalaman kami, bagaimana meskipun berada di belakang layar, tapi kontribusi tetap menunjang sebuah kesuksesan.

Pernah mendaki gunung?

Atau tahu bagaimana prosedur naik gunung yang baik dan benar sehingga bisa meminimalisir hal tidak diinginkan?

Atau pernah dengar (membaca) berita terkait kecelakaan yang dialami para pendaki gunung? Baik itu yang tersesat di hutan, yang kena hipotermia, atau lemas karena kehabisan bekal? Atau kegagalan pendaki yang sama sekali tidak sampai di puncak, padahal persiapan sudah kelewat maksimal demi puncak yang dituju?

Sebenarnya semua hal tidak diinginkan (kecuali takdir kematian) bisa kita hindari jika mematuhi aturan dan ketentuan. Dengan begitu kesuksesan sesuai harapan pun bisa diraih dengan mudah dan gemilang.

Terbukti ketika ada teman dan saudara dari Bekasi pernah minta ikut naik gunung ketika melihat Fahmi berhasil naik Slamet saat berumur tiga tahun setengah.

Fahmi lima tahun di puncak Gede
Fahmi, ketika usia lima tahun di puncak Gede

Jujur saya dan suami bingung. Melihat teman dan saudara saya ini semuanya pemula dalam dunia pendakian. Tapi karena mereka keukeuh, maka suami memberikan rekomendasi untuk naik gunung Gede Pangrango saja. Sekalian mengajak Kiting sebagai besti alias teman seperjalanan mendakinya Fahmi, putra kami.

Gede Pangrango jadi pilihan dengan alasan lokasinya dekat dari kami di Bekasi dan Cianjur, serta antisipasi hal lain jika ada hal tidak diinginkan mengingat di Gede Pangrango cukup strategis untuk evakuasi bantuan dan sebagainya (di Puncak Gunung Gede kadang ada penjual kopi, gorengan dan nasi bungkus).

Rombongan dari Bekasi terdiri dari saudara saya Alin, dan teman saya Ana dan putra-putrinya (satu perempuan anak SD dan dua laki-laki udah sekolah lanjutan, satu cowok si sulung udah kuliah).

Buat saya dan Alin yang biasa tinggal di kampung berjalan kaki berkilo-kilo meter sudah biasa. Naik turun bukit adalah jalan sehari-hari apalagi saat sekolah di Sukanagara yang wilayahnya berupa perkebunan teh. Cuaca dingin, jalan terjal dan kabut menghalangi pemandangan sudah tidak asing lagi.

Tapi bagi Ana dan keluarga, yang lahir dan besar di kota, kemana-mana terbiasa naik turun kendaraan, terbiasa dengan udara sejuk dari AC, plus makanan sehat dan bergizi yang selalu tepat waktu disediakan asisten rumah tangga, melakukan perjalanan naik gunung (apalagi untuk pertama kalinya) pasti bakalan ada ngarumas-nya. Sepintas orang berpikir anak manja begitu mana bisa sampai di puncak?

Bersama keluarga Ana
Bersama Ana dan keluarga menuju Gede Pangrango

Nah, saya dan suami yang akhirnya ketiban beban, memikirkan bagaimana cara supaya bisa membawa keluarga sultan ini bisa sampai di Puncak Gunung?

“Atur seperti biasa aja, Teh. Kita pasti bisa...” Semangat dari Kiting yang sedia mendampingi ketika saya hubungi membuat saya dan suami sepakat untuk buat group koordinasi.

Sebagaimana kita tahu banyak sekali masalah yang terjadi di gunung diakibatkan oleh tidak terorganisirnya kelompok pendakian.

Padahal mendaki itu bukanlah hal yang bisa dilakukan secara sembarangan. Oleh karena itu, kelompok pendakian harus diorganisir dengan baik serta harus dipersiapkan dan itu harus dijalankan selama pendakian.

Sebelum berangkat mendaki gunung, saya kirim pesan ke group koordinasi mengenai peran yang ada dalam kelompok pendakian agar kelompok pendakian dapat terorganisir dengan baik serta komunikasi berjalan dengan lancar. Saya tekankan mau tidak mau harus mengikuti peran tersebut kalau tidak pendakian lebih baik batal.

Kiting bertugas sebagai navigator (guide) sekaligus leader (pemimpin pendakian). Kami menempatkan Kiting bukan asal-asalan melainkan melihat kemampuan dan kapasitasnya selama kami sering mendaki bareng.

Meski badannya cungkring tapi tenaganya jangan disepelekan. Sudah tiga tahun terakhir setiap akhir tahun Kiting jadi Guide di Gunung Rinjani. Terbayang bawaan bekal ke Rinjani yang minimal buat empat malam lima hari itu segimana...

Kiting dan keluarga bringka
Kiting dan keluarga bringka sepulangnya dari Gunung Kerinci

Sebagai leader, Kiting memiliki tugas yang paling berat. Sebagai pemimpin dalam suatu kelompok pendakian, semua tindakan dan keputusan yang diambil selama pendakian berada di tangannya.

Meski begitu Kiting juga harus tetap berdiskusi dengan kami sebagai anggota kelompoknya.Tidak hanya bertanggung jawab sekaligus memastikan bahwa pendakian berlangsung sesuai rencana yang telah dibuat, Kiting juga diminta selalu memberikan informasi terkait gunung yang akan didaki kepada setiap anggota kelompok pendakian.

Saya dan suami juga bergantian saling membackup untuk menambahkan informasi mulai dari durasi perjalanan, jalur yang akan ditempuh beserta kondisinya, dan tempat yang berpotensi bahaya.

Hal itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum pendakian agar setiap anggota pendakian dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Termasuk menjelaskan peralatan dan perlengkapan kebutuhan selama pendakian, mana yang bisa disewa, mana yang lebih baik punya sendiri.

Tidak lupa menjelaskan apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk dilakukan selama pendakian. Hal ini dilakukan agar setiap anggota pendakian memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang aturan tersebut.

Saya sendiri seperti biasa bertugas sebagai chef alias koki gunung sekaligus merangkap sebagai team logistik bersama Alin karena keterbatasan orang. Tidak repot karena logistiknya sendiri dibagi untuk dibawa oleh setiap pendaki yang ikut. Jadi cukup ringan karena masing-masing punya bagian.

Sebagai manager basecamp alias perdapuran saya tidak hanya bertugas mengatur logistik selama perjalanan tapi juga sekaligus memastikan semua anggota rombongan dalam kondisi sehat.

Kami meminta semua tim jika menggunakan trekking pole maka gunakan dengan benar. Termasuk menginformasikan bagaimana menyusun isi tas kerier yang dibawa dengan tepat supaya punggung tidak sakit.

Peringatan keras mengenai sampah juga jadi hal yang wajib. Sampah dari barang yang kita bawa seperti logistik harus dikumpulkan dan dibawa turun lagi.

“Sudah jadi tanggung jawab setiap pendaki untuk membersihkan sampah yang dia bawa, ya. Ingat itu.” Tegas Kiting.

Ana dan putra-putrinya masuk di barisan Follower. Meskipun ketiga putra Anna sesekali merangsek maju jalan bersama Kiting, dan bahkan mundur jauh di belakang ibu dan adik perempuannya. Banyak saja alasannya mereka itu, ambil foto dulu lah, ngerokok dulu lah, istirahat dulu lah, dan banyak alasan lain.

Karena tahu anak-anak Ana ini pemula, baru mengenal dunia pendakian, serta tidak mengetahui medan dan pengetahuan tentang dunia pendakian masih sedikit maka suami sebagai sweeper tidak pernah membiarkan mereka berhenti lama-lama.

Ya, saat pendakian kali itu suami yang berada di paling belakang bersama Fahmi putra kami, bertugas sebagai sweeper.

Suami yang memastikan rombongan pendakian kami tidak ada yang tertinggal.

Belajar dari para senior dan guru di Indonesia Mountain Specialist (IMOSA) yang dipimpin Bang Ardeshir Yaftebbi menjadikan kami terdidik untuk tidak egois ketika melakukan pendakian demi kesuksesan bersama yaitu keselamatan semua peserta pendaki hingga kembali sampai ke rumah masing-masing.

Imosa
Arif Faturrahman (Kang Arfan) dan Bang Ardeshir Yaftebbi, senior sekaligus guru mendaki di IMOSA

Saat orang awam berlomba ingin menjadi yang pertama mencapai puncak, pemikiran kami justru bertolak belakang. Keselamatan semua anggota rombongan adalah kesuksesan sebenarnya. Puncak bukan segalanya!

Sweeper alias orang yang berangkat paling belakang tentu saja tidak berambisi sampai puncak kecuali semua tim rombongan sudah sampai di sana. Karena tugas yang berada di belakang ini tidak hanya memastikan seluruhnya dalam keadaan baik, dari segi anggota kelompok pendakian, barang bawaan, dan lain-lain, tapi juga jadi tim penenang ketika ada anggota rombongan yang mopo (lelah hingga putus asa) sekaligus jadi tim penyemangat.

Para pendaki senior yang banyak ilmu itu selalu mengajarkan kepada kami akan kerendahan hati ketika sedang berada di alam terlebih saat melakukan pendakian.

Baik Kiting maupun suami, berkali-kali tak lelah menyemangati Ana dan putrinya jika capek itu cuma dipikiran. Jangan dirasakan. Saat berjalan disarankan langkahnya kecil-kecil saja, nggak usah buru-buru biar nggak cepat capek.

Kalau kaki pegal, istirahat dengan memberitahukan kepada teman lain dalam rombongan. Luruskan kaki, terus pijat ke arah atas, mendekat ke jantung. Itu yang saya dan suami sampaikan sebagaimana disampaikan senior di Sekolah Mendaki Gunung IMOSA, dulu.

Dari sekian banyak ilmu mendaki yang kami turunkan, satu pelajaran penting yang saya dan suami tegaskan kepada Alin, Ana dan keluarganya bahwa bukan soal bagaimana bisa mendaki puncak atau bagaimana cara bertahan hidup di tengah hutan. Justru, pelajaran yang paling penting ingin disampaikan adalah bagaimana setiap pendaki untuk tetap menjadi ‘manusia biasa’.

Kalau niat naik gunung untuk menaklukkan gunungnya, itu malah jadi sombong. Kami diajarkan naik gunung (harusnya) untuk menaklukkan diri kita sendiri.

Apa lantas menjadi jago dan hebat kalau sudah mendaki gunung dan sampai di puncak? Tidak kok, biasa-biasa saja...

Dan pengalaman berat itu kejadian juga. Di atas pos Kandang Badak, Ana dan putrinya mengalami kelelahan berat dan hampir memutuskan untuk berhenti. Kami semua memotivasi ibu dan putrinya itu. Tidak lupa memberinya air dan membantu mengatur napas sambil mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk bergerak pelan.

Koki gunung, manajer basecamp
Koki gunung sekaligus manajer basecamp

Ketika malam hampir datang sementara kami masih terjebak di perjalanan maka suami memutuskan untuk tinggal di pos tersebut bersama Fahmi, Ana dan putrinya yang kelelahan supaya tidak merasa ditinggalkan.

Sementara Kiting dan saya juga anggota rombongan lain tetap melanjutkan perjalanan.

Setelah memastikan kami aman di Lapangan Suryakencana dan Ana serta putrinya sudah cukup beristirahat, maka Kiting dan anak sulung Ana akan kembali menjemput.

Keesokannya ketika akhirnya mencapai puncak, Alin bicara kepada saya yang katanya menyadari bahwa tanpa bantuan sesama tim, perjalanan pendakian pertama mereka tidak akan semulus itu.

Peran anggota tim sebagai pendukung, navigator, dan motivator menjadi pilar penting yang membuat keseluruhan tim berhasil.

“Alhamdulillah,” itu yang bisa diucapkan. Meskipun suami dan Fahmi harus begitu terlambat sampai ke puncak gunung, begitu juga Kiting dan Keluarga Ana namun kerja sama ini berhasil memperkokoh posisi tim dan memastikan kami semua mencapai tujuan bersama.

Sweeper
Suami dan Fahmi, sweeper bersama keluarga Ana

Kisah ini membuktikan bahwa kontribusi di bawah tidak kalah penting dibandingkan mereka yang berdiri di puncak.

Perjalanan mendaki bukan hanya soal siapa yang sampai di atas, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggota tim memberikan dampak positif untuk pencapaian bersama.

Begitulah, hidup yang singkat harus tetap berprogress dan dirayakan, bukan? Cerita ini mungkin tidak sedikit pun membanggakan, bagi yang lain. Tapi bagi kami yang menjalani, meraih dengan upaya mandiri dan berdampak hal ini sungguh sangat berkesan.

Dalam mendaki gunung, seandainya tidak bisa sampai ke puncak, setidaknya dapat memperkokoh posisi yang ada di bawah, artinya tetap berperan dalam pencapaian besar walau tidak menjadi pelaku utama.

Read more ...

Jumat, 29 November 2024

Strategi Marketing Komunikasi dalam Bisnis, Skill ini yang Dibutuhkan!

Penerapan marketing komunikasi dalam bisnis saat ini bukan hal yang baru lagi, karena bagaimanapun juga komunikasi pemasaran memegang peranan penting dalam kesuksesan sebuah bisnis.

Istilahnya dijadikan sebagai ujung tombak kesuksesan bisnis. Dimana komunikasi pemasaran ini punya peranan penting dalam membangun citra merek, meningkatkan kesadaran konsumen hingga mempengaruhi konsumen agar memilih produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran. Baik itu lewat iklan, sponsor, event dan berbagai kegiatan lain.

Manfaat Komunikasi Pemasaran

Banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh perusahaan dengan penerapan komunikasi pemasaran secara tepat, diantaranya adalah:

Membangun citra merek

Pentingnya komunikasi pemasaran karena bisa menciptakan kesadaran produk bagi khalayak atau target market.

Umumnya bisnis baru terkendala dengan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap citra merek atau brand awareness ini, sehingga penjualan juga masih belum bisa optimal.

Berbeda dengan brand-bran yang sudah punya nama. Karena lebih mudah masyarakat untuk mempercayai menggunakan produk tersebut.

Membentuk brand perception

Manfaat lain adalah bisa membantu dalam membangun atau mengubah persepsi masyarakat, mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.

Hal ini dilakukan karena sering kali terjadi kesalahpahaman mengenai produk atau jasa yang ditawarkan, sehingga dibutuhkan pembentukan brand perception.

Mendorong konsumen untuk melakukan repurchase

Manfaat selanjutnya adalah bisa memotivasi pembeli untuk melakukan repurchase atau pembelian kembali.

Kita dapat mengajak orang lain untuk mencoba produk tersebut, serta melakukan pembelian kembali ketika konsumen kuas dalam menggunakannya.

Menghubungkan antara produsen dengan konsumen

Dalam proses pemasaran tujuan dari komunikasi pemasaran memang menghubungkan antara penjual dengan pembeli.

Pesan yang disampaikan oleh seorang komunikasi pemasaran bisa dalam berbagai bentuk serta media yang digunakan.

Strategi Marketing Komunikasi dalam Bisnis

Strategi Komunikasi Pemasaran

Marketing komunikasi ini bisa dihadirkan dalam berbagai bentuk atau strategi, guna mendukung keberhasilan pemasaran maka kita bisa mencoba beberapa strategi berikut ini, yaitu:

Mengenali target market

Kunci utama keberhasilan sebuah komunikasi pemasaran, adalah penting untuk melakukan segmentasi pasar. Dimana kita dituntut untuk mempelajari pasar dari berbagai segi, diantaranya adalah geografis, demografis, psikografis hingga sosiokultural.

Dengan mengenal target market secara tepat maka bisa tahu apa kebutuhan mereka serta bagaimana penyampaian pesan yang harus dilakukan, agar mudah diterima oleh pasar.

Menentukan unique selling point

Strategi selanjutnya adalah dengan menemukan keunikan dari produk atau layanan yang ditawarkan, dikenal juga sebagai unique selling point.

Hal ini dilakukan untuk membuat pelanggan menjadi tertarik dan mau menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan, karena tanpa dari daya tarik apapun akan sulit bagi produk tersebut untuk menempatkan diri di hati konsumen.

Konsisten dalam penyampaian pesan brand sendiri

Guna menjamin kesuksesan dalam pemasaran maka sebagai seorang komunikasi pemasaran, dituntut untuk konsisten dalam menyampaikan pesan.

Pesan yang disampaikan harus Selaras agar mudah diingat oleh calon konsumen.

Menyesuaikan gaya bahasa yang digunakan dengan target marketing

Agar bisa mendapatkan hati konsumen, maka penting dalam penyampaian pesan harus disesuaikan dengan gaya bahasa dari target market tersebut, sehingga mudah dimengerti.

Menggunakan saluran yang tepatnya

Pemilihan channel juga tidak kalah penting agar pesan bisa tersampaikan dengan baik.

Dengan kemajuan zaman seperti sekarang ini banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk proses marketing, tidak sekedar televisi saja melainkan juga ada media digital seperti internet.

Skill yang Membantu Dalam Komunikasi Pemasaran

Ada Beberapa skill atau keahlian yang akan sangat membantu bidang marketing komunikasi ini, diantaranya adalah:

Menulis

Keterampilan menulis penting dalam komunikasi pemasaran, karena kata-kata yang dipilih tersebut akan menjadi pondasi dari kegiatan marketing, apalagi jika seandainya kegiatan pemasaran dilakukan lewat press release, blog, maupun newsletter.

Public speaking

Berbicara mengenai pemasaran secara langsung maka keahlian yang penting dikuasai adalah public speaking. Karena bagaimanapun juga tugas utama adalah berbicara kepada khalayak atau calon konsumen.

Kepekaan serta empati

Seorang yang bertugas sebagai komunikasi pemasaran juga harus memiliki tingkat kepekaan serta empati yang tinggi, di mana hal ini ditunjukkan lewat komunikasi nonverbal, yaitu bahasa tubuh, ekspresi wajah maupun suara.

Desain grafis

Memampuan di bidang desain grafis juga akan sangat membantu pekerjaan ini, di mana keahlian tersebut akan membantu untuk memberikan arahan visual dengan kreasi dari ide-ide yang dimiliki.

Kreativitas

Skill lain yang tidak kalah penting adalah kreativitas, dimana seseorang akan dituntut untuk menyampaikan pesan secara kreatif agar didengar oleh khalayak banyak. Harus kreatif dan inovatif untuk menarik perhatian audience.

Strategi Marketing Komunikasi dalam Bisnis

Banyak ilmu tentang marketing komunikasi bisa kita pelajari lewat program pelatihan dari Prasmul-ELI.

Tersedia waktu untuk kelas secara offline maupun online dan kelas yang pas untuk karyawan, so, langsung daftar sekarang juga, ya!

Read more ...

Kamis, 28 November 2024

5 Tips Content Creator Pemula Untuk Ibu Rumah Tangga

Menjadi content creator bukan hanya tentang menjadi terkenal, tetapi juga peluang untuk menyalurkan kreativitas, berbagi inspirasi, bahkan menghasilkan pendapatan tambahan.

Untuk ibu rumah tangga, profesi ini sangat fleksibel dan dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Karena itu mungkin ya apa sebab sekarang jadi mendadak bermunculan ibu rumah tangga dengan label konten kreator di sosial media nya?

Namun, memulai sebagai content creator tentu memiliki tantangannya sendiri. Berikut adalah lima tips yang dirancang khusus untuk membantu ibu rumah tangga memulai langkah sebagai content creator pemula.

Tips Content Creator Pemula Untuk Ibu Rumah Tangga

Konten kreator ibu rumah tangga

Tentukan Niche yang Sesuai dengan Minat dan Keahlian

Langkah pertama adalah memilih niche atau topik utama yang akan menjadi fokus konten yang dibuat.

Niche yang tepat tidak hanya membantu menarik audiens yang relevan, tetapi juga mempermudah para ibu dalam menciptakan konten secara konsisten.

Jika menyukai dunia memasak, misalnya, kita bisa membuat konten tentang resep sederhana yang cocok untuk keluarga.

Jika manteman suka berbagi tips parenting, jadikan pengalaman sebagai seorang ibu itu sebagai inspirasi.

Ketia niche sudah dipilih, pastikan kita tetap fokus pada tema tersebut. Audiens lebih menyukai akun yang memiliki identitas kuat dan konsisten dalam menyajikan topik tertentu.

Manfaatkan Waktu dengan Efisien

Sebagai ibu rumah tangga, waktu adalah aset paling berharga. Banyaknya tanggung jawab seperti mengurus rumah dan anak-anak membuat para ibu perlu merencanakan waktu dengan bijak untuk menciptakan konten.

Cobalah membuat jadwal rutin untuk aktivitas ini. Contohnya, gunakan waktu ketika anak-anak sedang tidur siang atau bermain untuk merekam video atau mengambil foto.

Jika merasa lebih nyaman bekerja pada malam hari, manfaatkan waktu setelah semua pekerjaan rumah selesai.

Selain itu, gunakan tools seperti kalender atau aplikasi pengelola waktu untuk membantu dalam merencanakan jadwal unggahan konten.

Konsistensi sangat penting dalam dunia content creator, jadi pastikan memiliki jadwal yang realistis dan dapat diikuti.

Pelajari Dasar-Dasar Video Editing dan Fotografi

Tidak perlu langsung membeli kamera mahal atau alat canggih. Smartphone yang dimiliki sudah cukup, asalkan dapat memahami cara mengambil gambar atau video dengan baik.

Pelajari dasar-dasar fotografi, seperti pencahayaan, komposisi, dan angle yang menarik.

Kuasai aplikasi editing sederhana seperti Canva atau CapCut. Konten video sedang sangat diminati, jadi pastikan juga bisa memanfaatkan strategi video marketing untuk menjangkau lebih banyak orang.

Gunakan Media Sosial dengan Bijak

Platform media sosial adalah senjata utama seorang content creator. Namun, untuk ibu rumah tangga yang baru memulai, penting untuk tidak merasa kewalahan dengan terlalu banyak platform sekaligus.

Pilih satu atau dua platform yang paling sesuai dengan niche yanh diseriusi.

Kenali audiens di masing-masing platform. Pelajari juga algoritma platform yang digunakan, seperti waktu terbaik untuk mengunggah dan jenis konten yang memiliki engagement tinggi.

Bangun Interaksi dengan Audiens

Berinteraksi dengan audiens adalah kunci untuk membangun komunitas yang loyal. Tidak hanya membalas komentar, tetapi juga aktif mengajak audiens untuk berpartisipasi. Selidiki apa penyebab audience kita betah mengikuti konten yang kita buat, dan itu coba terus dipertahankan.

Misalnya, ajak mereka memberikan ide konten baru, atau tanyakan pendapat mereka tentang konten yang dibuat.

Interaksi ini juga dapat menciptakan rasa keterikatan antara kita dan audiens, yang pada akhirnya membuat mereka lebih tertarik untuk terus mengikuti akun kita.

Jangan lupa, bersikaplah autentik dan tulus dalam berkomunikasi. Banyak orang menyukai content creator yang terlihat "manusiawi" dan apa adanya.

Ibu rumah tangga jadi konten kreator

Menjadi content creator sebagai ibu rumah tangga memang membutuhkan waktu, usaha, dan dedikasi. Namun, dengan perencanaan yang baik dan semangat untuk belajar, kita bisa menjadikan hobi ini sebagai sumber penghasilan atau bahkan karier yang menyenangkan.

Ingat, perjalanan ini tidak harus sempurna sejak awal. Nikmati setiap prosesnya, tetap konsisten, dan jangan ragu untuk menjadi diri sendiri dalam setiap konten yang dibuat.

Selamat mencoba, dan semoga sukses!

Read more ...

Rabu, 27 November 2024

Keponakanku Bestieku

Notifikasi pesan masuk membuyarkan ketenangan saya yang sedang menyetrika. Segera saya lihat...

“Teh Okti, akhir tahun ini Abang gak pulang. Bilang Amang, ke Gede nya kapan² aja lagi...”

Ternyata pesan dari keponakan yang sekarang kuliah di Itera.

Hadeuh, ini anak, bikin kacau rencana saja. Padahal Agustus lalu udah sepakat kalau akhir tahun ini mau mendaki Gunung Gede.

Lah, sekarang malah dengan entengnya dia membatalkan. Dasar keponakan jahil.

Begitulah anak generasi Z, pemikirannya kok mudah sekali terpengaruh ya? Bikin kita ini kalau berinteraksi dengan Generasi Z harus tahan banting, kuat mental.

Punya keponakan angkatan generasi Z emang serandom itu. Lihat aja di pesan yang dia kirim. Saya ini bibinya, adik ipar ibunya. Lah, dia bukannya manggil saya bibi, sesuai silsilah keturunan Sunda, malah manggil teteh, alias kakak perempuan.

Dia itu anak pertama. Asli ibu bapaknya orang Cianjur, kakak kandung suami saya. Tapi karena lahir, tumbuh dan sekolah di lingkungan asrama Raider 300 Cianjur, banyak TNI dan perantauan manggil dia Abang, sampai sekarang dia gak mau dipanggil Aa atau Akang oleh adik-adiknya.

“Biar keren seperti teman-temanku panggil Abang aja...” katanya konyol. Gimana gak nepuk jidat, coba?

Begitulah menghadapi keponakan saya yang lahir di kisaran sekitar tahun 1997–2012 alias Generasi Z. Tapi meski kadang konyol, dia itu care dan help full banget.

Gak salah kalau saya sempat baca di sebuah media, katanya gaul sama Generasi Z itu kudu kuat, karena mereka selain memiliki kelebihan juga banyak kekurangan.

Keponakanku Bestieku

Dipikir-pikir bener juga. Semenjak saya menikah sama amang (paman) nya, interaksi keponakan satu ini justru lebih dekat dengan saya daripada dengan pamannya sendiri yang notabene asli adik kandung ibunya.

Keponakan ini ke saya berani minta sesuatu, berani membicarakan hal apa pun--tentu saja dalam batas kesopanan. Sampai berani kentut di hadapan keluarga besar saking slengean nya!

Kelebihan dan kekurangan berteman dengan Generasi Z

Tapi dia juga gercep banget kalau dimintai tolong. Saat gadget saya bermasalah, ia yang mati-matian benerin sampai lumayan. Saat itu ia masih sekolah di kejuruan Teknik Jaringan Komputer.

Ketika lolos perguruan tinggi negeri di Sumatera, ia sendiri selalu ribut minta dikirim berbagai permintaan. Mulai rengginang, mangga kaweni, sampai ungkep ayam kampung. Ampun deh!

Kalau diingat lagi saat berinteraksi dengan keponakan saya ini khususnya, dan dengan Generasi Z pada umumnya, memang kita itu harus tahan uji, karena dimana usia seumuran keponakan saya itu banyak yang masih ketergantungan pada teknologi.

Kekurangan yang harus dipahami dari Generasi Z

Perangkat digital menjadi andalannya para generasi Z. Sehingga kalau mau silaturahmi ketemu langsung itu wuih, susah banget! Mau tatap muka teh meni banyak pisan tantangan nya.

Generasi Z juga rentan terhadap distraksi. Bayangkan saja, dengan banyaknya platform digital, fokus mereka bisa mudah terpecah, terutama jika komunikasi dilakukan secara online.

Mungkin karena itu mereka juga jadi cenderung impulsif. Generasi Z kebanyakan ingin hasil yang instan dan cepat, sehingga terkadang kurang sabar dalam proses jangka panjang.

Kalau ada yang bilang generasi Z preferensi komunikasi tidak maksimal, saya pikir bisa juga. Buktinya itu keponakan saya mana pernah dia telepon atau video call. Dia sepertinya lebih nyaman dengan komunikasi berbasis teks atau media sosial, yang padahal itu bisa saja menimbulkan miskomunikasi dibandingkan komunikasi langsung kan ya...

Satu lagi kekurangan Generasi Z yang saya lihat dari sosok keponakan adalah masih kurangnya pengalaman. Lah jelas wong usianya juga kurang dari setengah usia saya...

Sebagai generasi muda, mereka generasi Z ini mungkin saja kurang memiliki pengalaman atau perspektif mendalam dalam beberapa hal, terutama yang memerlukan pengetahuan historis atau konteks jangka panjang.a

Tapi gak apa, nanti juga tua sendiri, pengalaman nya pasti nambah ya. Hahaha...

Kelebihan Berinteraksi dengan Generasi Z

Nah ini yang saya suka dari keponakan khususnya sebagai generasi Z. Orangnya itu adaptasi teknologi yang tinggi banget.

Mungkin karena generasi Z tumbuh dengan teknologi, sehingga mereka sangat mahir menggunakan perangkat digital dan media sosial untuk komunikasi. Ini memudahkan akses informasi dan kolaborasi secara online antara keluarga dan teman-temannya.

Generasi Z juga terkenal dengan inovatif dan kreatif. Mereka sering kali berpikir “di luar kotak” dan menawarkan ide-ide segar, terutama di lingkungan keluarga , teman-temannya atau proyek kreatifnya.

Kesadaran sosial Generasi Z terbilang tinggi. Mereka itu cenderung peduli terhadap isu-isu global seperti lingkungan, kesetaraan, dan keberlanjutan. Mereka sebenarnya bisa menjadi mitra diskusi yang inspiratif lho dalam isu-isu seperti itu.

Kelebihan generasi Z lainnya mereka itu cepat beradaptasi. Mungkin karena terbiasa dengan perubahan teknologi dan sosial kali ya, sehingga mereka mudah menyesuaikan diri dalam situasi baru.

Berorientasi pada keberagaman jadi nilai tambah selanjutnya untuk generasi Z. Terlihat dari sikap dan pemikirannya kakak mereka itu lebih menerima perbedaan budaya, gender, dan pandangan, sehingga interaksi dengan mereka sering kali lebih inklusif.

Kalau udah tahu bagaimana kelebihan dan kekurangan barudak Generasi Z, kita tinggal menempatkan diri sebaik mungkin saja supaya bisa menjadi teman baiknya.

Keponakanku generasi Z

Tips Berinteraksi dengan Generasi Z

🔑Gunakan media digital untuk mendukung komunikasi. Setidaknya masih bisa menyampaikan gagasan, ilmu dan melalui gadget yang mumpuni lain nya.

🔑Berikan ruang untuk ide dan kreativitas mereka.

🔑Jadilah mentor yang membantu mengisi kekurangan pengalaman mereka.

🔑Pahami kebutuhan mereka akan makna dan relevansi dalam interaksi.

🔑Berkomunikasilah dengan cara yang ringkas dan jelas.

🔑Dengakann memahami karakteristik mereka, interaksi akan menjadi lebih produktif dan menyenangkan.

Nah, mungkin karena kami (saya dan keponakan maksudnya) saling pengertian itu, gak salah kalau tagline saya dan keponakan, adalah keponakanku bestieku. Hehe...

Read more ...

Minggu, 24 November 2024

Investasi Bekal Akhirat

Musim hujan ini beberapa atap seng plastik pondok mengaji yang saya dan suami kelola ada yang bocor. Saya pun menginformasikan kepada orang-orang baik siapa tahu ada yang mau berbagi rezekinya untuk didonasikan dengan membeli seng plastik yang baru. Sehingga saat hujan kegiatan ngawuruk dan mengaji tidak terganggu.

Sebenarnya suami kurang setuju ketika saya woro-woro kalau di pondok mengaji membutuhkan ini dan itu. Karena anggapan suami, untuk membeli atap seng dan memperbaikinya dia juga masih mampu. Malu lah kalau harus meminta-minta...

Investasi Kebaikan

Padahal, maksud saya berbagi informasi mengenai kondisi pondok mengaji itu justru untuk memberikan kesempatan kepada yang lain untuk sama-sama investasi di jalan kebaikan yang insyaallah (sesuai keyakinan muslim) kalau sedekah di jalan kebaikan nanti pahalanya akan terus mengalir kepada yang bersangkutan meskipun sudah meninggal dunia. Bukan berarti kami tidak mampu atau bisanya hanya meminta-minta...

“Ya terserah ibu lah...” akhirnya suami mengalah...

Saya pun tentu saja tidak ingin menjadi kacang yang lupa akan kulitnya. Saya amati pondok mengaji sederhana tempat anak-anak yang jumlahnya sekitar 30 orang itu setiap malam dari sebelum magrib sampai setelah isya belajar mengaji. Juga mempelajari ilmu agama lainnya seperti fiqih, imla, hafalan surat pendek dan tentu saja membaca Al Quran.

Alhamdulillah, ada banyak kontribusi teman-teman blogger dan teman dunia maya lainnya di pondok mengaji yang diberi nama Al Hidayah ini.

Pegiat Investasi Akhirat

Ada peralatan mengaji dan perangkat alat solat dari blogger perempuan di jakarta sekaligus juragan kontrakan;

Buku-buku iqra dari blogger ibu dua anak sekaligus pegiat parenting; Papan tulis dan spidol dari blogger perempuan tiga buah hati di Malang Jatim;

Ada donasi blogger perempuan yang pernah menjabat sebagai direktur; ada donasi blogger laki-laki tapi membranding diri dengan nama binatang yang cerewet.

Ada donasi melalui blogger perempuan yang juga penulis novel online yang karyanya selalu berada di jajaran novel populer, dan masih banyak lagi yang sudah ikut berinvestasi di pondok mengaji ini termasuk teman-teman buruh migrant yang ada di Hongkong dan Taiwan.

Saya bersaksi mereka orang-orang baik yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi kepada kelangsungan kegiatan pondok mengaji ini sebagai bentuk pertanggungjawaban saya. Tidak hanya sekadar memberikan informasi atau laporan, kemana donasi yang mereka berikan saya pergunakan.

Kelak di akhirat semoga apa yang mereka sisihkan menjadi kebaikan yang berlipat yang pahalanya terus mengalir. Aamiin...

Bagi yang tidak paham, mungkin saya dianggap tukang minta-minta. Tapi bagi saya keukeuh hal itu adalah sebuah ajakan kesempatan berbuat baik. Toh saya juga tidak maksa. Sementara sekecil apapun yang kita berikan, manfaatnya bagi anak-anak mengaji di sini itu luar biasa banget...

Lagian menurut saya, menyisihkan seribu dua ribuan rupiah tidak akan mengurangi jatah jajan anak-anak mereka. Apalagi selain punya penghasilan sendiri, teman-teman juga punya nafkah yang lebih dari cukup, bukan?

Jadi anggap saja donasi ke pondok mengaji ini adalah jajan yang terlupakan tapi disulap jadi tabungan investasi kelak untuk di akhirat.

Toh kalau kita meninggal, tidak ada yang bisa kita bawa, kecuali amal kebaikan, bukan?

Apalagi ajal itu datangnya tidak bisa diprediksi. Sebisa mungkin dengan penuh kesadaran persiapan itu harus kita lakukan dengan maksimal.

Ya, kematian itu hal yang gaib. Siapapun tidak ada yang tahu kapan akan datang. Tapi kita bisa mempersiapkan dengan berbuat banyak amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir sebagai bekal di akhirat kelak.

Legacy-kan dirimu sebelum meninggal!

Beberapa warisan atau legacy amal kebaikan yang bisa kita lakukan agar saat kita sudah tiada tapi pahalanya akan terus mengalir, adalah:

Ilmu yang Bermanfaat

Cara kita melakukan kebaikan dengan share ilmu diantaranya melalui:

Mengajar

Bagikan ilmu yang kita miliki, sekecil apapun dengan cara mengajar langsung, melalui tulisan yang diterbitkan menjadi sebuah buku, melalui tulisan di blog, melalui artikel yang dimuat di media, atau membuat konten digital lain yang mendidik.

Mengajar mengaji sebagai legacy

Membuat Panduan atau Buku

Buatlah buku-buku atau panduan yang bermanfaat, khususnya yang membantu dalam pendidikan agama atau keterampilan hidup. Semua itu bisa menjadi amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir

Mendirikan Sekolah atau Program Pelatihan

Membangun tempat belajar, tempat kursus, atau lembaga pendidikan yang bisa membantu orang lain untuk mendapatkan ilmu juga termasuk amal kebaikan.

Membangun Sarana Umum

Secara pribadi atau patungan, apa yang dikeluarkan insyaallah akan menjadi kebaikan sepanjang bangunan tersebut masih digunakan. Bangunan yang dimaksud seperti:

Membangun Masjid

Masjid yang digunakan untuk ibadah dan kegiatan keagamaan akan terus mengalirkan pahala selama digunakan.

Mendirikan Sumur atau Penyediaan Air Bersih

Sumur atau fasilitas air bersih sangat dibutuhkan, terutama di daerah yang kekurangan akses air baik untuk kelangsungan kehidupan maupun untuk kesucian ibadah. Insyaallah pahalanya sangat besar.

Membantu Pembangunan Fasilitas Umum

Meskipun bukan untuk sarana ibadah, tapi tetap mengandung kebaikan untuk umat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Misalnya, pembangunan jalan, jembatan, atau tempat tinggal untuk kaum dhuafa.

Sedekah Jariyah

Ada banyak bentuk sedekah menurut manfaatnya.

Wakaf

Memberikan harta atau aset yang bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat, seperti tanah untuk masjid, sekolah, atau pertanian.

Donasi pada Lembaga Keagamaan atau Sosial

Menyalurkan harta ke lembaga yang mampu mengelolanya dengan baik dan berkelanjutan.

Anak yang Saleh/Salehah

Pendidikan agama dan moral anak sangat penting. Anak adalah amanah maka bentuklah anak menjadi pribadi yang bertakwa dan berhati mulia.

Jika anak mendoakan orang tuanya setelah tiada, doa mereka akan menjadi sumber amal jariyah yang sudah dijanjikan Allah SWT pasti sampai kepada orang tuanya tersebut.

Karena itu didik anak agar menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi orang lain, sehingga pahala mereka juga akan mengalir kepada kita selaku orang tuanya.

Belajar di Pondok Mengaji

Meninggalkan Inspirasi Positif

Kebaikan itu banyak ragamnya. Menyingkirkan duri di jalan saja pahalanya sudah besar luar biasa. Apalagi sebuah motivasi yang bisa menggerakkan hati manusia untuk berbuat kebaikan (hijrah)

Tinggalkan jejak kita dalam kehidupan ini yang menginspirasi, baik melalui perilaku, hubungan yang harmonis, atau kepemimpinan yang membawa perubahan baik dalam masyarakat.

Tulisan, video, atau karya kita lainnya yang menggerakkan orang untuk berbuat kebaikan juga menjadi legacy yang insyaallah pahalanya akan menjadi tabungan yang bisa kita ambil kelak di akhirat.

--

Amal baik yang kita lakukan dapat menginspirasi orang lain untuk melakukannya juga. Misalnya, kebiasaan bersedekah, membantu sesama, atau beribadah.

Semua ini bergantung pada niat yang tulus dan konsistensi dalam melakukannya.

Amal jariah tidak harus besar, tetapi harus konsisten dan berdampak panjang. Apa pun bentuk legacy yang ingin kita buat, pastikan dilandasi niat karena Allah dan untuk kebaikan orang banyak.

.

Read more ...

Ide Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Produktif

Setelah anak dan suami berangkat ke sekolah, tinggal lah saya berdua dengan Tobi, kucing jantan yang setahun terakhir ini kami pelihara.

Jika musim panas, matahari bersinar cerah, biasanya saya senang jemur-jemur berbagai hal mulai dari bantal, selimut, handuk sampai pakaian pribadi di lantai atas.

Tapi sekarang ini masuk musim penghujan, lebih sering mendung daripada panasnya. Tidak bisa jemur-jemur lagi. Pakaian yang dicuci setiap hari saja selalu numpuk masih pada basah. Kan jadi bosen sendiri.

Mengusir kebosanan untuk seorang ibu rumah tangga seperti saya sepertinya kalau tidak punya banyak uang memang sulit ya. Hahaha...Yah, walaupun tinggal di pedesaan, jauh dari mall atau kafe, tapi tetap aja kan semua harus serba dibeli juga. Jadi intinya kembali kepada uang.

Daripada mikirin kebosanan yang jawabannya tetap kembali ke permasalahan uang, mending kita coba cari cara untuk bisa mengusir kebosanan dengan mencari cara bagaimana supaya meskipun saya ini hanya seorang mom blogger yang kebanyakan di rumah saja tapi bisa menghasilkan uang. Bagaimana bukankah itu sebuah ide yang bagus?

Hal apa saja yang bisa kita lakukan dengan sangat menyenangkan, itu tergantung minat dan waktu yang dimiliki. Tapi ada beberapa ide yang mungkin saja bisa diikuti para ibu lainnya nih...

Mencoba Hobi Baru

Saat covid-19 menyerang dan kita dipaksa untuk diam di rumah saja, muncul banyak kebiasaan baru baik yang sekali coba maupun jadi ketagihan. Nah, kenapa yang bikin ketagihan itu kembali dilanjutkan?

Kerajinan tangan

Bisa dengan mencoba membuat aksesoris, rajut, menjahit, atau kerajinan dari bahan daur ulang.

Sekarang lagi buming buket untuk setiap acara special. Saya coba bikin buket ala-ala untuk anak sendiri saat anak lulus Sekolah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) eh, ternyata lumayan bagus meski bagus dinisi tentu saja versi saya sendiri, hehe!

Sejak itu kalau ada acara spesial saya bikin buket sederhana sendiri saja, yang saya berikan untuk anak dan keponakan.

Kalau mentok di ide dan gaya, tinggal search di internet aja. Banyak kok tutorial nya.

Memasak atau mencoba resep baru

Di dapur rumah sendiri kita para mom alias IRT adalah penguasa sejati. Eksplorasi masakan dari berbagai negara atau mencoba teknik masak baru menjadi waktu yang sangat mengasyikkan ternyata.

Gagal gak masalah, namanya juga belajar. Di rumah saya ada sang suami yang siap menampung masakan segagal apapun hasil kreativitas saya. Hehehe...

Menjadi produktif dengan mencoba resep baru

Berkebun

Masih ingat si janda bolong yang harganya sempat melangit? Sampai sekarang meski sudah tidak musim lagi saya masih tetap menanam, merawat dan memperbanyak tanaman hias jenis apapun.

Karena menanam bunga, sayuran, atau tanaman hias di halaman atau dalam pot kecil memang sudah saya lakukan sejak kecil. Bukan karena ada pandemi saja.

Dan sekarang setelah kita terlepas dari masa karantina Covid-19 kenapa tidak kegiatan berkebun yang memang mengasyikkan ini dilanjutkan?

Mengembangkan Diri

Setelah pandemi dan internet banyak diakses masyarakat, kesempatan kita untuk mengembangkan diri semakin terbuka lebar. Ada banyak hal yang bisa kita, para ibu rumah tangga bisa ikuti meski sehari-hari hanya di rumah saja. Seperti:

Belajar online

Ikut kursus online, seperti desain grafis, bahasa asing, atau keterampilan lainnya. Saya sendiri ikut kelas pelatihan memperbaiki daleman blog meski masih yang gratisan.

Alhamdulillah hasilnya jadi nambah ilmu, nambah jejaring dan nambah peluang untuk mendapatkan cuan pastinya.

Membaca

Bisa membaca buku, artikel, atau e-book tentang topik yang diminati. Bahkan membaca di platform online saat ini ada juga yang dibayar, lho. Walau nilainya mungkin kecil tapi jika mencapai nominal tertentu pasti memiliki kepuasan tersendiri

Menulis

Membuat artikel, mengisi blog, jurnal, atau bahkan mencoba menulis cerita pendek. Siapa tahu karya yang kita buat bisa diterbitkan menjadi buku

Berolahraga atau Meditasi

Cobalah yoga, senam aerobik, atau berjalan santai di sekitar rumah. Tidak perlu instruktur secara langsung karena untuk pemula kita bisa melihatnya dari internet

Luangkan waktu untuk meditasi agar pikiran lebih rileks. Ditemani harumnya lilin aromaterapi, pikiran jadi lebih terbuka dan beban terasa lebih enteng. Walau untuk sejenak. Hehe...

Sosialisasi dan Kegiatan Sosial

Mengisi kebosanan supaya hidup lebih terasa bervariasi coba ikut bergabung dengan komunitas lokal atau online untuk berbagi pengalaman dan cerita.

Jika ingin mengadakan acara yang bersifat offline, coba adakan arisan kecil atau acara santai dengan tetangga atau teman terdekat

Ikut kegiatan sukarela di lingkungan sekitar. Bisa yang bersifat religi, kemanusiaan, sosial atau program pemerintah

Mencari Penghasilan Tambahan

Jualan

Membuka usaha kecil-kecilan seperti menjual makanan, kerajinan, atau menjadi reseller.

Freelance

Mencoba ambil pekerjaan freelance yang sesuai minat. Seperti menulis biografi orang, membuat desain yang dipesan, dan atau mengerjakan administrasi.

Menjadi produktif dengan mencari cuan dari rumah

Mengatur Rutinitas Supaya Menyenangkan

Meluangkan waktu untuk menonton film atau drama favorit. Tidak harus pergi ke bioskop, nonton melalui aplikasi di gadget pun tidak kalah seru

Coba mencari kesibukan dengan mendekorasi ulang ruangan di rumah agar suasana terasa lebih segar.

Menjalankan me-time dengan pijit relaksasi di rumah atau membaca bacaan favorit sambil menikmati minuman kesukaan. Hemm... Nikmat mana lagi yang didustakan.

Melibatkan Anak dalam Aktivitas Kreatif

Setelah pekerjaan selesai, tugas sudah dibuat, daripada bengong dan bosan, coba membuat prakarya bersama anak.

Bisa juga bermain permainan edukatif menemani anak atau olahraga ringan di rumah bersama anak.

Produktif bersama anak di rumah

Tuh, ternyata kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat itu banyak sekali yang bisa dilakukan ibu rumah tangga itu ya...

Nah, masa sih dari sekian banyak ide yang sudah dijabarkan tersebut masih juga merasa bosan di rumah? Pastinya dengan banyak melakukan kegiatan yang menyenangkan itu, hati dan pikiran kita tidak lagi boring kan?

Tidak masalah kita hanya menjadi ibu rumah tangga yang diam di rumah saja, karena yang terpenting, temukan apa yang membuat hati kita senang, dan jangan ragu untuk meminta dukungan dari pasangan atau keluarga jika ingin mencoba hal baru.

Okay Mom, selamat beraktivitas untuk menjadi produktif dan mengusir kebosanan ya...

Read more ...

Sabtu, 23 November 2024

Suka Duka Touring Keluarga Bringka, Berujung Ban Kempes dan Hampir Tertipu

Kemana-mana naik sepeda motor (nanasemo) adalah tagline kedua yang saya dan keluarga buat, setelah keluarga bringka (bring kaditu bring kadieu) alias kemana-mana selalu berangkat bersama.

Nanasemo istilah yang kami ciptakan bukan dibikin buat gaya-gayaan sih tapi lebih ke emang kondisinya begitu. Punyanya cuma kendaraan roda dua alias motor. Kalau punya kendaraan roda empat, mungkin ceritanya bakalan lain, bukan nanasemo lagi.

Suka Duka Berkendara Roda Dua

Ada banyak suka duka dan hal tidak terduga yang pernah terjadi saat melakukan perjalanan naik sepeda motor. Mulai dari cuaca yang tiba-tiba berubah hingga insiden kecil seperti ban kempes. Padahal situasi lagi urgent-urgentnya...

Pernah suami diburu waktu jam tujuh pagi harus tiba di KUA Cianjur karena sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga ia yang berhak menjadi wali untuk saudara perempuannya yang akan melangsungkan akad nikah.

Eh, tanpa diduga di daerah hutan pinus Cibeber tiba-tiba ban kempes. Mau tidak mau saya dan anak jalan kaki mengikuti suami yang mendorong motor sampai ke daerah Cibeber kota yang ada tambal ban.

Akhirnya akad nikah saudara perempuan suami pun terpaksa diundur karena wali nikahnya ini menunggu ban kempesnya diperbaiki dulu supaya bisa melanjutkan perjalanan.

Pernah juga lagi di Cianjur Kota, mau jemput keponakan yang sekolah di SMPN 3, di daerah Ramayana tiba-tiba sepeda motor terasa oleng dan dugaan kami benar saja, kalau penyebabnya ya ban bocor.

Setelah diperiksa, ternyata ada beberapa paku yang menempel di ban depan maupun belakang. Orang yang lewat melihat kondisi ban sepeda motor kami bilang kondisi begitu sepertinya paku itu sengaja disebar.

Entahlah, tapi yang pasti saya segera menelepon kakak untuk menggantikan jemput anaknya karena mau tidak mau saya harus belok ke tambal ban dulu untuk memperbaiki ban yang bocor itu. Hadeuh, benar-benar diluar dugaan...

Dan cerita berikutnya yang mau saya bagi ini terkait pengalaman pribadi yang seru—meski sempat diwarnai drama—saat melakukan perjalanan touring motor dan menghadapi momen yang hampir membuat dompet menangis.

Nanasemo Kelurga Bringka

Awal Touring: Penuh Semangat dan Rencana Matang

Perjalanan ke Ciwidey dimulai dengan penuh antusiasme. Dengan rute yang sudah saya dan suami rancang sebelumnya, motor yang baru saja diservis, dan bekal yang cukup, kami yakin semua akan berjalan lancar.

Jalannya pun mulus, karena baru saja selesai dicor. Tahu kan kalau sekarang jalan ke rumah Abah Jajang yang sempat viral itu juga sudah lebih bagus? Ditambah pemandangan indah disertai udara pagi di daerah perkebunan teh terbayang begitu segar.

Namun, semuanya berubah ketika sedang asyik menikmati perjalanan tiba-tiba ban belakang motor kempes. Rasanya seperti mimpi buruk, apalagi saat itu berada di jalan sepi perkebunan teh perbatasan Bandung – Cianjur yang jauh dari pemukiman warga apalagi bengkel resmi.

Pertemuan dengan “Bengkel Pinggir Jalan”

Setelah mendorong motor beberapa kali tanjakan dan turunan perkebunan teh, kami memasuki sebuah desa dan ditunjukkan oleh warga ke bengkel kecil di pinggir jalan.

Awalnya, saya bersyukur karena ada tempat yang bisa membantu. Mekaniknya tampak ramah, dengan senyum lebar yang memberi kesan dapat dipercaya.

Tanpa pikir panjang, suami pun meminta si amang tukang bengkel itu mengganti ban dalam motor. Prosesnya terlihat cepat dan profesional.

Namun, setelah selesai, si amang menyebutkan harga yang jauh lebih mahal dari perkiraan kami. Bayangkan, harga ban dalam yang biasanya kurang Rp 50 ribu, saat itu ditawarkan Rp 150 ribu!

Curiga dan Mulai Memastikan Harga

Saya merasa ini ada yang tidak beres. Menemani suami ganti ban dalam maupun ban luar ini bukan yang pertama kali. Jadi tahu betul kisaran harga untuk ban sepeda motor kami itu berapa. Biasanya dengan jasa pemasangan saja kalau ganti ban dalam tidak sampai 50 ribu.

Untuk memastikan, saya membuka ponsel dan memeriksa harga ban dalam di e-commerce serta forum otomotif. Dugaan saya benar, harga yang ditarikan si amang itu emang mencekik karena tidak masuk akal.

Padahal ban yang ditawarkan si amang bengkel itu ban yang cocok untuk penggunaan sehari-hari. Ban berteknologi yang dirancang untuk meminimalisir risiko dengan harga terjangkau, sehingga memang jadi pilihan favorit di kalangan banyak pengendara.

Planet Ban
Screenshot website Planet Ban, bengkel resmi yang saya perlihatkan kepada si amang bengkel pinggir jalan

Saya mulai berargumen, tetapi si amang keukeuh meyakinkan dengan berbagai alasan, katanya “ini ban dalam kualitas premium” atau “harganya memang naik.”

Saya perlihatkan harga pasaran ban yang resmi. Mulai harga ban dalam sampai ban irc ring 14. Ya kalaupun mau ambil keuntungan ya jangan sampai mencekik disertai aksi menipu gitu loh... Karena bagaimana pun kualitas dan harga perlu keseimbangan karena kalau tidak bisa merugikan banyak pihak.

Meski suami diam saja, karena orangnya emang gak banyak bicara, saya coba tetap tenang dan menegaskan bahwa saya tahu harga pasaran.

Akhirnya, setelah lama berdebat, dan saya tipu si amang dengan sedikit berbohong kalau saya sedang live di sosial media terkait menemukan harga ban dalam sepeda motor yang spesial si amang setuju untuk menurunkan harga menjadi Rp 60 ribu, harga yang jauh lebih wajar apalagi lokasinya emang jauh kemana-mana.

Pelajaran Berharga Aksi Tipu-Menipu

Kejadian ini membawa hikmah buat saya dan suami, dan mungkin jadi hal penting yang bisa menjadi tips untuk teman-teman semua jika akan melakukan perjalanan jauh (touring) dengan kendaraan roda dua

Persiapkan Perjalanan dengan Matang

Selain memastikan motor dalam kondisi prima, selalu bawa alat-alat darurat, seperti pompa ban portabel atau kit tambal ban.

Kenali Harga Pasaran

Jangan malas untuk mencari tahu harga komponen motor, seperti ban dalam, oli, atau suku cadang lainnya. Ini penting untuk menghindari penipuan.

Tetap Tenang dalam Situasi Genting

Saat menghadapi mekanik yang mencoba menaikkan harga, jangan langsung panik atau menyerah. Bersikaplah tegas dan tetap sopan.

Jika Memungkinkan Pilih Bengkel Resmi

Jika masih bisa melanjutkan perjalanan, prioritaskan mencari bengkel resmi seperti Planet Ban yang biasanya memiliki harga transparan.

Ganti ban depan sepeda motor keluarga Bringka
Ganti ban depan sepeda motor keluarga Bringka

--

Melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor memang penuh tantangan, tetapi di situlah letak keseruan dan keasyikannya.

Setiap pengalaman, termasuk insiden seperti aksi tipu menipu antara saya dan si amang bengkel di atas, memberikan pelajaran berharga. Meski sempat nyaris tertipu, dan ujungnya saya yang berhasil menipu, hehe...

Saya dan suami sangat bersyukur tetap bisa melanjutkan perjalanan dengan hati lebih waspada.

Jadi, kalau manteman merencanakan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, pastikan untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, ya. Dan yang terpenting, jangan lupa untuk selalu berdoa dan berhati-hati, baik di jalan maupun saat berurusan dengan mekanik!

Selamat touring!

Ganti ban belakang sepeda motor keluarga Bringka
Ganti ban belakang sepeda motor keluarga Bringka
Read more ...

Kamis, 21 November 2024

Bijak Bertetangga

Memiliki hubungan baik dengan tetangga adalah anjuran Rasulullah. Bertetangga dengan rukun dan damai jadi salah satu kunci hidup nyaman di lingkungan tempat tinggal.

Namun, siapa sangka jika justru dengan tetangga juga sering kali muncul konflik yang dapat mengganggu keharmonisan ikatan kekeluargaan antar warga.

Entah kebetulan atau emang bisa dibilang nasib saya yang selalu apes, rasanya kok, sial banget gitu ya karena setiap tinggal di suatu tempat, ada aja tetangga terdekat yang selalu jadi pemicu munculnya konflik.

Mulai dari soal batas tanah saya yang diakuinya, saluran air PAM yang masuk ke wilayah saya, sampai permasalahan dedaunan dari pohon di halaman rumah saya yang selalu dijadikan masalah karena katanya mengotori halaman tetangga.

Dalam situasi seperti ini, diperlukan sikap bijak agar masalah tidak berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar. Meski tidak dipungkiri sebenarnya sudah terjadi perang dingin antara kami itu.

Tetangga adalah saudara terdekat

Tetangga adalah orang-orang terdekat yang sering kita jumpai sehari-hari. Tetangga dengan segala status sosial dan kondisinya bisa menjadi teman dalam berbagi kabar, membantu dalam keadaan darurat, atau bahkan hanya sekadar menyapa untuk menciptakan suasana hangat di lingkungan tempat tinggal.

Oleh karena itu, seharusnya menjaga hubungan baik dengan tetangga adalah investasi jangka panjang untuk hidup yang damai dan tenteram.

Niatnya seperti itu. Tapi kalau tetangganya bikin ulah, masa kita mau diam saja?

Bijaksana bertetangga

Memahami Perspektif Tetangga

Ketika tetangga samping rumah mengeluh tentang daun mangga depan rumah saya yang katanya mengotori halaman mereka, buat saya tentu saja sangat penting untuk memahami sudut pandang mereka.

Dedaunan yang berserakan itu pastinya jadi pekerjaan tambahan bagi mereka, terutama pagi hari saat semalaman hujan turun disertai angin kencang. Padahal tentu saja mereka tidak memiliki tanggung jawab terhadap kotoran daun dari pohon tersebut.

Dengan memahami keluhan mereka, sudah seharusnya saya menghindari sikap defensif dan lebih fokus mencari solusi bersama. Karena seandainya saya di posisinya tetangga pasti saya juga merasakan apa yang mereka rasakan ini.

Solusi Bijak Mengatasi Masalah Bertetangga

Berikut beberapa langkah yang saya dan suami ambil untuk mengatasi keluhan dari tetangga, seperti:

Tetap Berkomunikasi dengan Baik

Karena kesibukan masing-masing, jujur meskipun Bertetangga dekat tapi kami satu sama lain jarang bertemu apalagi saling bercerita. Kondisi ini saya jadikan keluhan tetangga sebagai kesempatan untuk berdialog.

Saya mendengarkan dengan penuh perhatian, tanpa menyela. Menunjukkan kalau saya emang peduli terhadap ketidaknyamanan nya. Sikap terbuka dan kooperatif akan menunjukkan niat baik seseorang, bukan?

Segera Lakukan Pemangkasan Pohon

Sebenarnya sebelum tetangga komplain, saya dan suami selalu mengecek pepohonan yang memang banyak tumbuh di halaman itu. Tapi mungkin ada yang terlewat dari perhatian kami, sehingga di luar kuasa dan rencana banyak menimbulkan dedaunan yang justru tetap mengotori tempat orang lain.

Setelah mendapatkan keluhan dari tetangga tentu saja saya dan suami langsung memastikan supaya pohon-pohon di halaman rumah mendapatkan perhatian lebih baik, termasuk memangkas cabang yang berpotensi menjatuhkan daun ke halaman tetangga.

Jika memungkinkan, saya mintai pendapat tetangga dalam menentukan area pepohonan yang perlu diperhatikan. Melibatkan tetangga bisa lebih mengetahui dengan jelas bagian mana yang sudah mengganggu mereka.

Bersedia Membersihkan Halaman Tetangga

Suami saya yang selalu rajin menyapu halaman hingga ke bagian punya tetangga bahkan sebelum mendapatkan komplain.

Tentu saja untuk bagian dalam pagar rumah orang kami tidak berani masuk.

Sebagai bentuk tanggung jawab, suami sering terdengar menawarkan untuk membantu membersihkan daun-daun yang jatuh ke halaman mereka. Tapi jawabannya "Oh gak apa, tidak usah..."

Alternatif lainnya saya dan suami menyediakan alat kebersihan tambahan untuk mereka, seperti sapu dan tong sampah daun sebagai tanda perhatian. Alat kebersihan itu saya simpan di halaman dekat area tetangga yang sering kena kotoran dari dedaunan yang jatuh dari pohon di halaman rumah saya.

Beri Solusi Jangka Panjang

Saat komplain tetangga saya terima, daripada pohon yang dimaksud terus menjadi masalah, saya dan suami mengambil keputusan untuk menebang pohon tersebut dan menggantinya dengan tanaman dengan jenis yang lebih ramah lingkungan.

Seperti tanaman buah dalam pot, dimana tanaman ini daunnya tidak mudah gugur dan kabur ke halaman tetangga.

Pohon jambu tetangga menjulur ke halaman
Kalau pohon buah tetangga selebat ini dan menjulur ke halaman kita, masih mau komplain gak ya...?

Bijak Bertetangga Menjaga Hubungan Harmonis

Sikap proaktif dan peduli terhadap tetangga menunjukkan bahwa kita sangat menghargai hubungan baik. Dengan melakukan tindakan nyata untuk mengatasi keluhan tetangga, kita tidak hanya dapat meredakan ketegangan tetapi juga bisa memperkuat hubungan baik antar tetangga.

Mungkin konflik kecil seperti keluhan tetangga itu adalah bagian dari dinamika kehidupan bermasyarakat. Jadi diterima dan ambil pelajaran hidupnya saja.

Cara setiap orang dalam menangani masalah mencerminkan kedewasaan dan rasa tanggung jawabnya. Meski ada rasa tidak nyaman ketika tetangga mengeluh tapi mengupayakan supaya bisa bertindak dengan bijak dan mematut diri memang tidak mudah.

Tapi saya dan suami terus mengusahakan, karena hubungan baik dengan tetangga kami rasa adalah aset berharga dalam bermasyarakat yang tak ternilai, yang sepatutnya harus kita lakukan.

Read more ...

Selasa, 19 November 2024

Cara Mendapatkan Tiket Whoosh dengan Mudah dan Cepat untuk Liburan Akhir Tahun

Yuhuu! Udah di penghujung November aja nih. Sebentar lagi kita akan menghadapi liburan anak sekolah, cuti bersama Natal dan Tahun Baru, dong. Mengisi liburan yang spektakuler dengan membawa keluarga naik Whoosh bisa jadi pilihan, lho! Simak tips cara mendapatkan tiket Whoosh yang mudah untuk liburan akhir tahun berikut ini ya.

Yuk, Naik Whoosh Pertama di Indonesia!

Whoosh, kereta cepat Jakarta Bandung, singkatan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat; adalah sistem kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Siapapun pasti penasaran kan ingin naik dan menikmati suasananya. Yah, sebelum kesampaian naik kereta cepat di luar negeri sana, ga ada salahnya kita naik kereta cepat di negeri sendiri dulu.

Kebetulan sebentar lagi liburan akhir semester anak sekolah, dilanjut libur Natal dan Tahun Baru, waktunya tepat banget untuk membawa keluarga jalan-jalan naik kereta api cepat yang memiliki kecepatan operasional hingga 350 km per jam ini.

Berhubung baru ada di Jawa, manteman yang berada di luar pulau harus mempersiapkan akomodasi dan lain sebagainya kalau mau naik Whoosh ini. Termasuk membeli tiket kereta api di awal waktu sehingga bisa leluasa menentukan mau memilih kelas first, bisnis, atau premium ekonomi sesuai keinginan.

Pemesanan tiket kereta api cepat Whoosh saat ini tersedia melalui situs resmi KCIC, aplikasi Whoosh yang dikembangkan sendiri oleh KCIC, dan aplikasi perbankan digital.

Btw saya punya pengalaman beli tiket Whoosh yang cepat, mudah dan aman melalui aplikasi #BRImo dari BRI nih...

Yuk, dilanjut , siapa tahu pengalaman ini bisa berguna buat manteman yang membutuhkan informasi bagaimana cara beli tiket whoosh yang cepat, aman dan praktis pastinya...

Cara Beli Tiket Kereta Cepat yang Praktis Pakai BRImo

Betul banget, manteman yang mau mengisi liburan akhir tahun dengan nyobain Kereta Cepat Whoosh sekarang tidak perlu khawatir repot untuk mendapatkan tiketnya karena cukup pake BRImo kita bisa pesan dan bayar tiket Whoosh kapan pun dan dimana pun. Pokoknya dengan fitur #BRImoMudahSerbaBisa semua urusan transaksi beli tiket jadi praktis, cepat dan mudah banget!

Langkah mudah pemesanan Whoosh di BRImo:

1. Manteman tentu saja harus sudah punya aplikasi BRImo dengan cara menginstalnya dan login dengan terlebih dahulu memasukan data diri

2. Pada menu aplikasi pilih fitur travel, lalu pilih Tiket Whoosh sesuai dengan petunjuk

3. Isi semua data yang dibutuhkan seperti darimana akan memulai masuk sebagai stasiun awal, dan dimana akan turun sebagai stasiun akhir. Tidak lupa juga pilih tanggal keberangkatan yang diinginkan

4. Pilih jadwal kereta yang sudah disesuaikan dengan rencana liburan akhir tahun baik untuk sekali jalan atau untuk pulang pergi.

5. Masukkan data penumpang secara akurat dan pilih kursi sesuai dengan keinginan. Ada beberapa tipe kelas yang bisa kita pilih sesuai dengan budget yang dimiliki

6. Setelah data calon penumpang diisi lengkap, klik bayar lalu konfirmasi transaksi

7. Masukkan PIN untuk mensahkan pembelian dan pembayaran

8. Transaksi berhasil dan eticket akan dikirimkan ke email kita yang terdaftar di akun KCIC kita.

Nah, cukup mudah dan praktis bukan cara membeli tiket kereta cepat Bandung Jakarta ini? Menggunakan aplikasi BRImo memang lebih praktis karena kita cukup klik klik melalui gadget canggih kita saja.

Kabar bagus nya lagi nih, akhir tahun ini bertepatan dengan BRImo FSTVL 2024 dimana bagi para pengguna aplikasi BRImo akan mendapatkan berbagai apresiasi.

Beli Tiket Whoosh Sekaligus Ikut BRImo FSTVL 2024

Jadi kehadiran BRImo FSTVL 2024 memang diselenggarakan oleh BRI untuk seluruh nasabah Tabungan BRI pengguna Super Apps BRImo yang dimulai dari 1 Oktober 2024 sampai 31 Maret 2025.

Melalui #BRImoFSTVL, seluruh nasabah BRI akan mendapatkan apresiasi serta pengalaman yang luar biasa. Seluruh nasabah yang terus meningkatkan saldo serta memperbanyak transaksi menggunakan BRImo, Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI siap-siap saja akan mendapatkan kejutan #BerlimpahHadiah, karena Program BRImo FSTVL 2024 ini terdiri dari program undian berhadiah dan program direct gift.

Program BRImo Berlimpah Hadiah

Program BRImo FSTVL 2024

Program BRImo FSTVL 2024 terbagi ke dalam dua jenis yang diharapkan bisa cepat dipahami semua nasabah.

Program Undian Berhadiah

Program loyalti dari BRImo FSTVL 2024 yang diberikan kepada seluruh pengguna Tabungan BRI dalam bentuk undian berhadiah yang bersumber dari setiap rata-rata saldo dan nominal BRI Poin yang dimiliki nasabah selama periode program.

Program Direct Gift (Redeem BRIPoin)

Program loyalti yang diberikan kepada seluruh nasabah Tabungan BRI baik itu pemilik BritAma maupun Simpedes; pengguna e-banking (BRImo, Qlola Internet Banking, dan ATM), Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI yang akan mendapatkan reward dalam bentuk BRIPoin atas setiap transaksi yang dilakukan.

Aduh, kalau setiap transaksi bakalan ada rewardnya, buruan dong kita perbanyak nabung dan tingkatkan transaksi di BRImo FSTVL untuk mengikuti semua program nya ini. Jadikan kita semua serentak pakai BRImo.

Apalagi setiap nasabah berkesempatan meraih 100.000 hadiah langsung di BRImo FSTVL dan berkesempatan juga memenangkan hadiah undian BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan kendaraan bermotor Vespa Primavera!

Belum lagi masih ada hadiah mingguan di Friday Deals! Bikin mupeng kan? Makanya yang belum punya aplikasi BRImo cepetan download sekarang juga.

Karena selain bisa mempermudah bertransaksi membeli tiket Whoosh dengan menggunakan BRImo kita juga sudah bisa langsung mendapatkan reward dan hadiah lainnya dari transaksi tersebut.

Whoosh kereta cepat pertama di Indonesia
Whoosh kereta cepat pertama di Indonesia. Sumber Wikipedia

Keasyikan Euforia Liburan Jangan Sampai Terlambat atau Tiket Bisa Hangus!

Tapi ingat, setelah semua Pakai BRImo dan berhasil membeli tiket Whoosh jangan sampai lupa kalau sistem boarding yang digunakan oleh KCIC adalah menggunakan pemindaian kode QR ke mesin gate yang terpasang di pintu keberangkatan stasiun.

Sistem ini otomatis akan ditutup 5 menit sebelum keberangkatan, sehingga tiket yang dipegang dapat hangus jika penumpang terlambat datang. So, pastikan saat liburan jalan-jalan nanti jangan sampai terlambat, ya!

Happy holiday semuanya...

Read more ...

Minggu, 17 November 2024

Si Tidak Punya Ambisi

Si Tidak Punya Ambisi itu adalah julukan seseorang kepada suami saya, gara-gara suami saya menolak menjadi bendahara sekolah.

Dulu, awalnya saya juga merasa heran. Kenapa suami saya tidak mau aktif di organisasi maupun di sekolah tempat mengabdi? Padahal dengan mengikuti berbagai kegiatan selain akan mendapatkan ilmu dan pertemanan juga akan mendapatkan bonus yang tidak disangka-sangka.

Kadang saya berpikir mungkin inilah keseimbangan yang Tuhan ciptakan untuk saya dan suami. Saya yang pecicilan, ingin eksis di berbagai kegiatan, memiliki jodoh yang pendiam, pemalu, dan justru tidak ingin terlibat dalam banyak hal. Kebalikannya. Saya dan suami sangat bertolak belakang, bukan?

Itu pemikiran dulu, sebelum saya mengetahui apa yang menjadi alasan kuat suami tidak mau menjadi bendahara sekolah.

Setelah melalui proses yang cukup lama, akhirnya saya tahu. Seiring mulai memahami bagaimana sikap dan watak suami, (saya dan suami tidak pacaran, jadi tidak mengenal banyak sifat masing-masing sebelum menikah) saya jadi tahu kalau suami sebenarnya tidak seperti yang saya duga sebelumnya.

Suami mengakui memang ia menolak keras jadi bendahara sekolah, alasannya ya karena merasa tidak sanggup. Meskipun rekan kerjanya memaksa, dengan alasan yang pegawai negeri yang belum menjabat sebagai bendahara itu tinggal Pak Iwan, tapi keukeuh suami tidak mau.

Sempat bersitegang dengan kepala sekolah yang baru, karena dianggap tidak mendukung program kepala sekolah tersebut. Tapi setelah dijelaskan kalau menolak jadi bendahara itu memang idealisme suami, bahkan sudah sejak jaman suami baru diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil, baru kepala sekolah memahami.

Suami bukan tidak ingin bekerja memajukan sekolah sebagaimana guru-guru lainnya. Toh untuk jabatan lain seperti kurikulum, sarana dan prasarana, pembina Pramuka dan pembagian kerja lainnya tetap diterima dan dijalankan suami dengan baik. Yang ditolak suami memang yang berkaitan dengan keuangan saja...

Kenapa? Kalau harus jujur, ya karena hidup ini tidak seperti novel Indonesia yang bisa disetting pengarang. Sementara suami tidak sanggup menjalankan apa pun yang tidak sesuai dengan kenyataan. Itu saja sih alasannya.

Melihat situasi dan kondisi di sekolah di sini pada umumnya, juga berdasarkan pengalaman bendahara yang dijabat teman-teman suami sebelumnya, membuat tekat suami makin bulat ia tidak akan sanggup kalau harus melakukan kebohongan yang berkelanjutan. Paham mungkin ya maksudnya?

Bukan sok alim, sok bersih, justru karena merasa sudah bukan orang yang benar-benar baik maka memilih menghindari hal-hal yang kemungkinan besar bisa menjerumuskan diri pada hal yang sejatinya selalu kami berusaha hindari. Sebagai makhluk lemah, suami hanya berusaha untuk mengikuti alur yang dibuat penulis skenario yaitu Allah SWT.

Buat manteman yang sebelumnya sudah baca artikel saya Menyikapi Tabur Tuai Kehidupan, kisah dimana saat suami menolak ketika diserahi uang kas masjid kampung, mungkin bisa lebih paham ya karena di sini dijelaskan lebih detail kenapa suami menolak (meski pada akhirnya amanah tersebut kami terima).

Jadi itulah karena tetap mempertahankan penolakan untuk menjadi bendahara sekolah, sampai ada temannya yang bilang Pak Iwan mah si tidak punya ambisi.

Karena katanya, kalau ia yang dimintai untuk jadi bendahara akan diterimanya, secara selain mendapatkan honor, mendapatkan kesempatan juga diajukan naik pangkat (what? Dikira naik pangkat salah satu syaratnya harus jadi bendahara dulu gitu?)

Tindakan Asertif melindungi diri dan keluarga

Saya hanya tertawa. Saya paham kalau naik pangkat yang dimaksud teman suami adalah posisi menjadi kepala sekolah. Dan saya tahu beberapa rekan senior suami, khusunya yang telah sampai di golongan 3C ke atas, memang banyak yang berambisi untuk menjadi kepala sekolah. Entahlah kalau apa hubungannya antara jadi bendahara sekolah sama ambisi jadi kepala sekolah, saya juga tidak tahu. Tapi yang pasti saya tahu, kalau suami saya emang tidak berambisi jadi kepala sekolah.

Menjadi guru sampai masa pensiun tiba akan tetap dijalankan suami daripada harus mengeluarkan uang sekian banyak supaya bisa menduduki posisi kepala sekolah. Saya percaya itu karena keuangan suami memang sepenuhnya saya yang pegang. Kalaupun ada uang, lebih baik dipakai untuk biaya pendidikan anak kelak, atau sebagai cadangan dana darurat.

Kalau tidak punya ambisi, mana mungkin sampai sekarang suami masih terus belajar demi meningkatkan kemampuan dan bisa mengimbangi perkembangan teknologi? Tidak ngebet jadi kepala sekolah bukan berarti tidak punya ambisi dong?

Dipikir jadi kepala sekolah itu senang? Disertai kejujuran saja banyak yang mengaku pusing mengatur keuangan dana biaya operasional siswa apalagi yang disertai kecurangan, bagaimana bisa bahagia dalam mempertanggungjawabkan nya?

Karena itu ketika ada yang bilang suami saya tipe si tidak punya ambisi saya hanya tertawa saja. Tidak benar dan tidak salah juga. Jadi ya biarkan saja.

Jangankan suami, saya saja kalau posisinya seperti itu ya sama akan bersikap asertif juga. Saya akan berusaha menyampaikan suatu kebenaran walau dalam kondisi terintimidasi oleh pihak lain.

Saya akan lawan siapapun yang menuntut hal-hal di luar kemampuan namun tentu saja dengan tidak merugikan diri sendiri.

Sebagai manusia kita juga berkesempatan mengeluarkan sikap atau perilaku yang menunjukkan kemampuan untuk menyampaikan keinginan, perasaan, dan pendapat dengan jujur, tegas, dan lugas, tanpa menyerang atau merugikan orang lain.

Meski sekilas seperti orang egois yang mementingkan diri sendiri, namun sebenarnya sikap asertif ini memiliki banyak manfaat, lho. Seperti dapat membantu menyelesaikan konflik, menjadi jalan dalam menyuarakan hak, mengembangkan kesan yang baik terhadap diri sendiri, dan bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lawan bicara.

Sikap asertif tidak hanya secara spontan bisa kita munculkan, namun dapat dibentuk melalui pembelajaran dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara-cara untuk mewujudkan sikap asertif ini bisa dilakukan dengan sikap menolak dengan tegas, tetapi tidak bersikap kasar atau mengabaikan orang lain juga ya.

Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh yang baik, seperti postur tubuh yang tegak, kontak mata yang pantas, dan ekspresi wajah yang positif walaupun kita menyimpan kekesalan.

Dibarengi dengan kejujuran saat mengungkapkan perasaan atau pendapat, tetapi tidak sampai menyalahkan pihak mana pun. Jadi saat ada yang bilang kejujuran itu menyakitkan, ya sudah kita terima saja dulu. Hehe...

Seperti julukan si tidak punya ambisi dari seseorang kepada suami, ya kami terima saja dulu. Yang penting suami bisa selamat tidak ditodong jadi bendahara sekolah lagi, hal yang paling dihindarinya.

Read more ...